Penataan Ruang Tanpa Sekat

Kamis, 28 Februari 2008 - 13:35 wib | Chaerunnisa - Okezone

Foto: Corbis

Penataan Ruang Tanpa Sekat
DINDING pemisah atau yang biasa disebut dengan sekat (partisi) merupakan elemen pembagi ruang yang memisahkan dua ruang. Sehingga secara tidak langsung terasa batasan antara suatu ruangan. Namun untuk memakainya, perlu melihat fungsi dari partisi yang akan digunakan.

Dalam fungsinya tersebut, penerapannya dapat diselaraskan dengan berbagai keperluan. Namun kehadiran rumah tanpa sekat atau partisi dapat menjadi alternatif kreatif untuk menyiasati banyaknya kebutuhan ruang di atas lahan terbatas atau karena keinginan pemilik rumah untuk membuat penataan ruang terasa lebih luas. Kehadiran ruang tanpa menggunakan sekat atau pembatas pada tiap ruangan membuat penataannya seolah menjadi satu hingga memunculkan nuansa kompak.

"Pengertian ruang tanpa sekat merupakan ruang dalam ruang. Maksudnya di dalam skala ruang yang lebih besar terdapat skala ruang yang lebih kecil. Namun fungsi dinding pemisah tersebut dapat digunakan bila ruang membutuhkan privasi di mana secara visual tidak terlihat dan suara tidak terdengar," kata interior desainer Andri Wardhana ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Kamis (28/2/1008).

Menurutnya, sekat yang biasanya digunakan terdiri dari sekat yang full berupa gypsum maupun dinding. Atau semisekat yaitu dengan cara membatasi ruangan dengan sekat semi transparan jadi bisa terlihat atau tidak.

"Dalam penerapan sekat itu bervariasi dapat dengan gypsum yang dimodel atau dengan sketsel. Terpenting fungsinya dapat membedakan antara satu ruang dengan ruang lain," ujar pria ramah ini.

Umumnya ruang yang biasa tidak menggunakan penyekat adalah ruang keluarga dan ruang tidur.

"Sebenarnya sekat dapat digunakan di semua ruang. Hanya biasanya sekat digunakan di ruang tamu dengan ruang keluarga, serta ruang tidur yang dilengkapi dengan walk in closet, kamar ganti dan kamar mandi," terang wakil ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta itu.

Kehadiran furnitur dalam ruang dapat membentuk penataan interior. Namun minimnya mebel atau ornamen dimaksudkan untuk memberi ruang gerak yang cukup lapang agar terasa leluasa bagi orang yang beraktivitas di dalamnya.

Penataan cermin yang lebar di tempat-tempat yang memungkinkan, dapat dilakukan untuk menyiasati ketersediaan ruangan yang terbatas itu.

Selain itu, untuk menyiasati keadaan tersebut dapat dengan cara menggunakan sekat atau jendela tembus pandang.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    "Jangan Lupa Pakai Batik, Pak Jokowi"