Kenali Tanda Persalinan

Selasa, 1 April 2008 - 14:32 wib | sindo -

Kenali Tanda Persalinan Foto: Corbis

PROSES persalinan bisa jadi momok menakutkan bagi ibu hamil. Jangan sampai proses tersebut diperburuk oleh kurangnya pemahaman mengenai tanda awal persalinan.

Setiap trisemester pada masa kehamilan, memiliki proses tersendiri. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil mengetahui pertanyaan apa saja yang tepat diajukan setiap kali berkonsultasi ke dokter berkaitan dengan kondisi kehamilannya.

Pada trisemester pertama, banyak keluhan yang dialami ibu hamil seperti mual, muntah, dan pusing. Kemudian, pada usia kehamilan trisemester kedua, ibu hamil sudah mulai merasakan gerakan janin.

Maka pada trisemester ketiga, sebagian besar janin sudah dapat diperkirakan jenis kelaminnya. Idealnya, sekitar usia kehamilan 26-30 minggu. Penting untuk mengetahui perkembangan berat badan janin pada usia itu, berkaitan dengan estimasi berat bayi pada proses persalinan nanti. Berat bayi normalnya sampai melahirkan sekitar 2500-4000 gram.

Menurut dr Bintari Puspasari SpOG dari RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD), kondisi fisik ibu yang biasanya mulai menurun pada usia kehamilan trisemeter akhir itu perlu diperhatikan. Terutama tekanan darah ibu pada ibu hamil yang tinggi dapat mengakibatkan eklampsia atau keracunan pada janin.

"Untuk ibu yang mengalami eklampsia juga sangat berbahaya mulai dari kejang-kejang hingga kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, penting untuk mengukur tekanan darah secara teratur setiap kontrol," tegasnya

Ia menyayangkan banyaknya kasus eklampsia yang tidak tertolong, lantaran terlambat datang. Hal ini juga biasanya ibu hamil tidak teratur memeriksakan kehamilannya.

Pada usia kehamilan trisemester akhir, tepatnya usia kehamilan 28 minggu, maka jadwal kontrol ibu hamil semakin dipersering yaitu perdua minggu. Kemudian, jika kehamilan sudah memasuki usia 36 minggu atau menjelang persalinan, maka ibu hamil harus kontrol satu minggu sekali.

Waktu tepat ibu melahirkan tidak bisa dijawab secara pasti. Namun, perkiraan atau estimasi persalinan normal bisa terjadi pada usia kehamilan 40 minggu dengan toleransi plus minus 2 minggu. Usia kehamilan antara 38-42 minggu.

"Selama kehamilan tak ada masalah, maka persalinan normal bisa ditunggu. Kecuali pada perkiraan sesar, makapersalinan bisa direncanakan," ujar Bintari.

Ibu hamil juga perlu mengetahui tanda-tanda awal persalinan. Brian Gardner dalam buku Early SignsofLabor-Howto Recognize Labor Symptoms menyebutkan beberapa tanda awal persalinan yang mudah diketahui. Salah satunya ialah kontraksi Braxton Hicks.

Kontraksi yang diberi nama berdasarkan nama dokter yang pertama kali mengenali tanda-tanda ini memang benar- benar merupakan sebuah kontraksi, meskipun semu. Kontraksi ini dirancang untuk menyiapkan tubuh Anda untuk melahirkan sang bayi.

Pada kebanyakan kasus, kontraksi semu berjalan tidak teratur, durasi biasanya pendek, kurang dari 45 detik. Nyeri dari kontraksi dapat terasa di berbagai bagian tubuh seperti dilipat paha (selangkangan) dan perut bagian bawah atau punggung.

"Adapun pada kontraksi sebenarnya, kontraksi rahim menimbulkan nyeri yang berawal pada bagian atas rahim dan menyebar ke seluruh rahim, lewat pinggang terus panggul," tutur Gardner.

Gejala keputihan, menggigil tanpa sebab atau diare sering juga menjadi tanda-tanda awal persalinan. Selain tanda-tanda fisik, ibu yang akan bersalin dapat juga merasakan suatu naluri, yang biasa disebut naluri "bersarang" (nesting instinct).

"Ini merupakan tanda emosional sebagai tanda awal persalinan, yang biasanya ditandai dengan kegiatan membereskan lemari, membersihkan kamar mandi, mengepel lantai, dan kegiatan-kegiatan membersihkan lainnya. Naluri keibuan ini bisa merupakan suatu pertanda bahwa sebentar lagi Anda akan memiliki seorang bayi," sebutnya.
(tty)

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »