Perhiasan Klasik Makin Diburu Kolektor

|

sindo -

Foto: Corbis

Perhiasan Klasik Makin Diburu Kolektor
PERHIASAN merupakan polesan terakhir dari penampilan. Para sosialita wanita merasa perhiasan merupakan aksesori wajib untuk dikenakan.

Kini, model perhiasan pun selalu mengikuti perkembangan. Artinya, perhiasan selalu mengikuti tren di dunia fashion. Kendati begitu, kini tren perhiasan sedang mengarah ke model klasik dan antik.

Desainer Poppy Darsono mengatakan, perhiasan adalah aksesori yang sifatnya memberi polesan terakhir untuk penampilan. "Mau tidak mau, dengan menggunakan perhiasan, wanita akan semakin cantik," jelasnya.

Penggunaan perhiasan yang melekat di leher, pergelangan tangan, jari, dan telinga sebaiknya disesuaikan dengan pakaian dan acara. "Perhiasan akan memberi kesan keagungan bagi penampilanseseorang," papar Poppy.

Perhiasan memang menjadi daya tarik tersendiri bagi pemujanya terutama kaum hawa. Kilau dan bentuknya menjadi magnet yang mampu menggoda wanita untuk mengoleksinya. Karena itu, para pencinta perhiasan sering mengadakan pameran perhiasan.

Salah satunya adalah Jewelry Show bertajuk "Fire & Ice" yang digelar di Lamoda Cafe, Plaza Indonesia Jakarta pada Kamis (8/5) lalu . Program "Fire & Ice" ini merupakan program untuk memperkenalkan butik-butik perhiasan yang berada di Plaza Indonesia.

Saat itu, para model mengenakan perhiasan dari empat rumah mode perhiasan kenamaan. Keempatnya adalah Cristin Diamond, Club Solitaire, Four Season Jewellery, dan Prima Gold.

"Pameran perhiasan ini memperlihatkan modelnya yang selalu berubah setiap tahun. Meski modelnya kuno, para kolektor tetap memburunya," papar Senior Marketing Manager Plaza Indonesia Fatima L Clinton.

Fatima juga menjelaskan, masing-masing perhiasan memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Misalnya, ada perhiasan yang memadukan batu berharga seperti mutiara dan berlian dengan emas atau platinum.

Club Solitaire menampilkan koleksi perhiasan dari berbagai brand eksklusif seperti Dechan dan Feberge dari Rusia (dulunya adalah pembuat perhiasan resmi untuk sosialita Rusia) dan Mouwad. Kini, Mouwad bekerja sama dengan model Heidi Klum, Ponte Vecchio Gioielli, dan Roberto Coin dari Italia.

Umumnya, aksesori yang ditampilkan terbuat dari platinum dengan bentuk perhiasan pipih, bulat, dan sulur.

Club Solitaire lebih menampilkan perhiasan berlian berupa kalung, anting, gelang, dan cincin dengan dominan warna putih. Penilaian terhadap berlian itu sendiri lebih sulit dibanding batu permata lainnya. Sebab, kualitas berlian dinilai dari warna, berat, kejernihan, dan irisannya yang menarik. Meski modelnya klasik, para kolektor tetap memburunya.

Sementara rumah mode perhiasan Four Season Jewellery menampilkan koleksi batu mulia terbaik. Meski modelnya klasik, perhiasan ini dibuat oleh ahli pembuat perhiasan dari seluruh dunia. Rumah mode ini bekerja sama dengan beberapa desainer mancanegara seperti Davis Morris dan Mousiff dari London, Lombardi dari Italia, dan Hodel dari Switzerland.

Butik perhiasan Cristin Diamond juga mengoleksi perhiasan-perhiasan dengan kualitas prima dan sangat personal. Prima Gold juga tetap menawarkan perhiasan andalannya yakni emas 24 karat. Prima Gold yang juga memproduksi Goldmart juga memamerkan empat koleksi terbarunya dalam bentuk klasik dan antik. Rata-rata perhiasan didominasi dua warna. Dipilihnya dua warna tersebut karena dianggap perpaduan apik antara emas dan platinum.

Saat ini, Prima Gold juga berhasil menembus pasar Amerika dan Eropa. Sayangnya, emas produk Goldmart ini dibuat dalam jumlah terbatas dan didesain oleh perancang asal Thailand.

Selanjutnya, Poppy juga mengatakan, dirinya rela menghabiskan dana besar untuk membeli perhiasan. "Saya ini juga koleksi. Saya suka dengan model yang klasik karena selalu dicari dan merupakan kebanggaan sendiri buat kolektor," paparnya.

Kendati tidak mematok bujet khusus, ujar Poppy, untuk membeli perhiasan dirinya tidak pernah kenal waktu. "Saat saya suka dengan modelnya, maka akan langsung dibeli tetapi harus ada value-nya," tegasnya.

Diakuinya, dia mulai melakoni sebagai kolektor perhiasan sejak belia. Hingga kini, koleksinya pun tak terhitung jumlahnya. Namun, dia berprinsip, perhiasan yang dimilikinya tidak hanya untuk disimpan, melainkan juga harus digunakan. Pasalnya, value dari keindahan yang dipancarkan perhiasan sangat mubazir jika tidak dipamerkan.

Alasan lain mengoleksi perhiasan adalah karena ingin memanfaatkan perhiasan untuk investasi masa depan. Sehingga ketika dirinya membutuhkan dana besar untuk keperluan penting dan mendesak, maka dia akan merelakan beberapa perhiasan miliknya untuk dijual.

Koleksi yang dimilikinya adalah jenis mutiara parel dengan berbagai ukuran dan bentuk dengan sentuhan bahan lain seperti platinum (emas putih) dan emas.

Batu berharga lainnya juga tidak luput dikoleksi karena keindahannya yang beragam. Di antaranya topas, aquamarine, dan emerald. Mutiara parel saat ini banyak digandrungi para wanita di kota-kota besar.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Berbusana Harus Beretika