Segar Berstamina, Bebas Dehidrasi

|

sindo -

Foto: Corbis

Segar Berstamina, Bebas Dehidrasi
BAGI yang mengerti faedah berpuasa, niscaya akan berharap sepanjang tahun adalah Ramadan. Pernyataan tersebut tentu tak berlebihan bila menilik ragam manfaat yang dapat dipetik dengan berpuasa.

Ahli nutrisi dari Sun Hope Indonesia, Fatimah Syarief AMG STP, mengemukakan, puasa mengandung tiga mekanisme aktif, yakni perlindungan, pencegahan, dan pengobatan. Saat berpuasa, asupan makan dibatasi, terutama di siang hari, sehingga organ pencernaan mengalami relaksasi. Pembatasan suplai makanan selama berpuasa ini juga mencegah penumpukan racun, kotoran, dan zat sampah hasil sisa metabolisme.

"Keistimewaan lainnya adalah peningkatan kekebalan tubuh, peremajaan sel kulit, perbaikan fungsi hormon, penyerapan gizi yang optimal, serta meningkatkan fungsi organ reproduksi yang berkaitan dengan kesuburan," paparnya.

Supaya tetap segar dan berstamina saat berpuasa, asupan cairan merupakan salah satu aspek penting yang harus tercukupi. Jika tidak memadai, bisa timbul dehidrasi. Selain tubuh menjadi lemas, dehidrasi ringan biasanya ditandai rasa haus. Sementara dehidrasi sedang bisa disertai gejala turunnya tekanan darah sehingga terasa pusing, berkunang-kunang, dan gelap bila berdiri dari posisi duduk atau tidur.

"Akan tetapi, umumnya selama puasa, tubuh beradaptasi dengan mengeluarkan hormon antidiuretik yang mengurangi pengeluaran urine dari ginjal dan mencegah pengeluaran garam natrium sehingga cairan bisa ditahan di dalam tubuh," papar dr Johanes C MND SpGK dari Melinda Hospital Bandung.

Kendati demikian, saat berpuasa sebaiknya asupan cairan dijaga agar dapat mendekati anjuran asupan harian 2,2 Liter (9 gelas belimbing) untuk wanita dan 3 liter (12 gelas belimbing) untuk pria. "Pengaturan minum ini sangat individual sifatnya. Jadi sebaiknya diminum dalam porsi kecil, tapi sering mulai saat berbuka puasa sampai saat sahur," katanya.

Adakalanya di saat sahur, udara yang masih dingin membuat kita kurang merasa haus sehingga malas minum. Untuk mengakali, sebaiknya minum minuman hangat seperti teh atau kopi encer (jangan yang pekat karena dapat menimbulkan dehidrasi karena ada efek diuretik/buang air kecilnya).

Pada saat berbuka puasa sampai 1/2 jam sebelum tidur diupayakan banyak minum untuk mengejar kekurangan cairan selama berpuasa. Namun, umumnya asupan cairan masih tetap kurang dari anjuran. Hal ini tidak perlu terlalu dirisaukan karena air juga terbentuk pada saat metabolisme makanan.

Sementara itu saat berbuka puasa, sebaiknya minumlah es buah atau teh dengan gula biasa secukupnya (jangan terlalu manis). Tujuannya hanya untuk menambah sedikit gula darah yang sudah mulai menurun karena puasa. Adapun terkait suhu cairan yang diminum, Johanes tidak mempermasalahkan jika ada orang yang ingin langsung minum air es saat berbuka. Pasalnya, minuman akan dipanaskan atau didinginkan dalam perjalanannya menuju lambung dan di dalam lambung.

"Sehingga, suhunya akan menjadi sama dengan suhu di dalam lambung, yaitu 37 derajat Celsius," ujarnya seraya mengingatkan untuk menghindari minuman yang terlalu manis atau terlalu banyak santannya karena mengandung terlalu banyak kalori dan lemak jenuh.

Johanes menyebutkan, efek lain dari dehidrasi adalah memicu bibir kering, bahkan mungkin seriawan. Selain banyak minum, pencegahan seriawan saat puasa dilakukan dengan makan cukup buah dan sayuran.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ciri Pisau Dapur Murah & Mahal