Foto: Corbis
MENU Oriental terkenal berkat saus yang digunakannya. Hidangan jenis ini makin diminati karena sarat akan bahan yang sehat dan tidak mengandung kolesterol.
Gaya hidup masyarakat kota besar sudah kian maju, seiring dengan munculnya kesadaran akan hidangan yang sehat untuk dikonsumsi sehari-hari. Banyak menu bisa dipilih untuk santap siang maupun makan malam romantis. Namun, menu sehat tetap menjadi incaran.
Banyak restoran maupun kafe menyajikan hidangan yang menarik secara estetika. Namun, banyak pula orang yang lupa bahwa makanan tertentu mengandung kolesterol atau lemak tinggi yang membuat tubuh tidak nyaman, atau mengakibatkan terjadinya penimbunan lemak di bawah kulit. Bagi Anda yang menghendaki hidangan sehat ala China, The Galery Restaurant di Hotel Ciputra Jakarta coba menyajikannya melalui bentuk promosi.
Program yang dilangsungkan hingga 23 Mei 2009 itu menghadirkan aneka hidangan bernuansa Oriental yang tidak saja unik, juga dibuat menggunakan bahan-bahan dasar yang sehat.
Banyak menu menarik bisa dinikmati dalam promo ini, mulai aneka sup seafood hingga menu utama yang terbuat dari bermacam jenis hewan laut yang mengandung protein tinggi, bahkan dianggap bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina.
"Hidangan bernuansa China sebenarnya memiliki keunikan tersendiri. Hidangan ini lebih banyak menggunakan bahan yang berasal dari laut, seperti abalone dan aneka ikan," kata Executive Chef Hotel Ciputra Jakarta Sugiyanto.
Seafood Promotion ini, menurut chef berpengalaman internasional itu, sangat diminati pengunjung karena rasanya yang nikmat. Selain itu, menu yang disajikan ratarata juga menggunakan bahan baku berkualitas tinggi. "Demi mendapatkan bahan baku yang bagus, kita tidak sungkan untuk impor," sebut chef yang akrab disapa Sugi itu.
Bahan baku berkualitas itu, sebut Chef Sugi, contohnya adalah abalone. Ada tiga negara penghasil hewan laut yang juga disebut kerang mata tujuh itu, yakni Australia, Kanada, dan Meksiko. "The Galery Restaurant menggunakan abalone dari Australia karena kualitasnya sangat bagus," sebut sang chef.
Untuk mendapatkan hidangan sehat, namun tidak mengurangi kenikmatannya, Chef Sugi mengatakan bahwa proses pengolahan menu menjadi sangat penting. "Abalone mentah sangat alot. Untuk membuatnya empuk, kami harus merebusnya selama delapan jam," ucapnya.
Agar abalone awet, Chef Sugi menyebutkan, selain direbus selama delapan jam, proses perebusan juga sangat menentukan. Yang paling baik adalah abalone direbus bersama kaleng-kalengnya. "Kalau itu abalone kalengan, merebus dengan kalengnya bisa membuat abalone tahan lama dan tidak rusak. Bahkan, abalone bisa digunakan dalam waktu lebih lama," katanya.
Abalone yang baik dan berkualitas bagus, menurut sang chef, harus berwarna kekuningan lembut. Sementara yang kurang bagus biasanya berwarna putih. "Selain abalone, hidangan Oriental terkadang menjadi sangat mahal karena menggunakan bahan seperti sirip ikan hiu atau sarang burung walet untuk hidangan non-seafood,"tuturnya.
Kualitas bagus tentu harus dibayar dengan harga yang lebih mahal. Seperti dalam promosi masakan China di The Galery Restaurant kali ini, menu termahal bisa mencapai harga Rp175.000 ++ untuk semangkuk sup. "Sup kami menjadi mahal karena dibuat menggunakan delapan jenis hewan laut yang tidak mengandung kolesterol. Sup itu bagus untuk stamina dan namanya adalah eight treasure braised shark fin soup," sebut Chef Sugi.
(Koran SI/Koran SI/tty) Gaya hidup masyarakat kota besar sudah kian maju, seiring dengan munculnya kesadaran akan hidangan yang sehat untuk dikonsumsi sehari-hari. Banyak menu bisa dipilih untuk santap siang maupun makan malam romantis. Namun, menu sehat tetap menjadi incaran.
Banyak restoran maupun kafe menyajikan hidangan yang menarik secara estetika. Namun, banyak pula orang yang lupa bahwa makanan tertentu mengandung kolesterol atau lemak tinggi yang membuat tubuh tidak nyaman, atau mengakibatkan terjadinya penimbunan lemak di bawah kulit. Bagi Anda yang menghendaki hidangan sehat ala China, The Galery Restaurant di Hotel Ciputra Jakarta coba menyajikannya melalui bentuk promosi.
Program yang dilangsungkan hingga 23 Mei 2009 itu menghadirkan aneka hidangan bernuansa Oriental yang tidak saja unik, juga dibuat menggunakan bahan-bahan dasar yang sehat.
Banyak menu menarik bisa dinikmati dalam promo ini, mulai aneka sup seafood hingga menu utama yang terbuat dari bermacam jenis hewan laut yang mengandung protein tinggi, bahkan dianggap bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina.
"Hidangan bernuansa China sebenarnya memiliki keunikan tersendiri. Hidangan ini lebih banyak menggunakan bahan yang berasal dari laut, seperti abalone dan aneka ikan," kata Executive Chef Hotel Ciputra Jakarta Sugiyanto.
Seafood Promotion ini, menurut chef berpengalaman internasional itu, sangat diminati pengunjung karena rasanya yang nikmat. Selain itu, menu yang disajikan ratarata juga menggunakan bahan baku berkualitas tinggi. "Demi mendapatkan bahan baku yang bagus, kita tidak sungkan untuk impor," sebut chef yang akrab disapa Sugi itu.
Bahan baku berkualitas itu, sebut Chef Sugi, contohnya adalah abalone. Ada tiga negara penghasil hewan laut yang juga disebut kerang mata tujuh itu, yakni Australia, Kanada, dan Meksiko. "The Galery Restaurant menggunakan abalone dari Australia karena kualitasnya sangat bagus," sebut sang chef.
Untuk mendapatkan hidangan sehat, namun tidak mengurangi kenikmatannya, Chef Sugi mengatakan bahwa proses pengolahan menu menjadi sangat penting. "Abalone mentah sangat alot. Untuk membuatnya empuk, kami harus merebusnya selama delapan jam," ucapnya.
Agar abalone awet, Chef Sugi menyebutkan, selain direbus selama delapan jam, proses perebusan juga sangat menentukan. Yang paling baik adalah abalone direbus bersama kaleng-kalengnya. "Kalau itu abalone kalengan, merebus dengan kalengnya bisa membuat abalone tahan lama dan tidak rusak. Bahkan, abalone bisa digunakan dalam waktu lebih lama," katanya.
Abalone yang baik dan berkualitas bagus, menurut sang chef, harus berwarna kekuningan lembut. Sementara yang kurang bagus biasanya berwarna putih. "Selain abalone, hidangan Oriental terkadang menjadi sangat mahal karena menggunakan bahan seperti sirip ikan hiu atau sarang burung walet untuk hidangan non-seafood,"tuturnya.
Kualitas bagus tentu harus dibayar dengan harga yang lebih mahal. Seperti dalam promosi masakan China di The Galery Restaurant kali ini, menu termahal bisa mencapai harga Rp175.000 ++ untuk semangkuk sup. "Sup kami menjadi mahal karena dibuat menggunakan delapan jenis hewan laut yang tidak mengandung kolesterol. Sup itu bagus untuk stamina dan namanya adalah eight treasure braised shark fin soup," sebut Chef Sugi.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com