Getting Time...

Wine untuk Sinergi Rasa

Koran SI - Koran SI
Kamis, 14 Mei 2009 17:06 wib
detail berita
Foto: Corbis

MENCAMPURKAN wine ke dalam masakan bakal menimbulkan petualangan rasa. Harmonisasi rasa menciptakan sebuah sensasi baru yang mampu menggoyang lidah.

Membicarakan wine seakan tak ada habisnya. Ratusan tahun lalu, wine tercatat sebagai minuman yang enak dan lambang kenikmatan. Seiring berjalannya waktu, telah terjadi penggeseran budaya dalam meneguk segelas wine. Dulu, minuman prestitusius yang hanya dinikmati segelintir orang. Kini, wine telah menjadi minuman untuk bersosialisasi.

Wine memang penuh misteri dan unik. Keunikan wine dimulai dari seni meminum, kompleksitas rasa, karakter, sampai memadupadankan wine dengan jenis makanan tertentu. Misalnya, meminum wine ditemani sepotong keju. Keju akan cocok dinikmati dengan wine tertentu, seperti keju parmigiano reggiano (keju parmesan) yang beraroma tajam. Keju ini akan sangat cocok bila dipadukan dengan red wine.

"Kegiatan memilih wine yang cocok untuk  menemani berbagai jenis makanan sering disebut wine and food pairing. Namun, tidak semua jenis wine terhadap kedua jenis daging tersebut menjadi sebuah sinergi rasa baru," kata Executive Chef Hotel Four Seasons Jakarta Vindex Tengker.

Usir bayangan bau menyengat tajam ketika mendengar menu masakan yang menggunakan wine. Karena wine telah melalui sebuah proses terlebih dahulu sebelum digunakan untuk memasak. Proses reduce ini pula yang mampu menghilangkan kadar alkohol dalam wine sehingga yang tertinggal hanyalah flavor untuk menguatkan rasa masakan. Selain itu, kandungan enzim di dalam wine juga bisa mengempukkan daging. (nsa)

Beri komentar