Suplemen, Bukan Pengganti Makanan

Kamis, 14 Mei 2009 - 07:57 wib | Koran SI - Koran SI

Foto: Corbis Foto: Corbis

MENGONSUMSI suplemen tambahan seperti vitamin memang diperlukan jika kurang mengonsumsi sayur dan buah. Tujuannya, untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Kegiatan yang padat semisal pergi pagi, pulang malam menjadi rutinitas pekerja kantoran Ibu Kota saat ini. Dan, untuk menunjang daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit adalah mengonsumsi suplemen. Hal ini dilakukan Pramitha Ayuningtias (24), Sekretaris Wakil Direktur salah satu bank swasta di Jakarta. Pramitha yang selalu berkutat bekerja di depan komputer setiap harinya sering merasa pusing pada sore hari.

"Aku punya darah rendah, jadi kalau enggak mengonsumsi suplemen penambah darah bawaannya jadi lemes. Jadi aku mengonsumsi karena kebutuhan," papar Mita, sapaan akrab Pramitha yang mulai rajin mengonsumsi suplemen.

Sementara itu, Anggun Prameswari (23), mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Moestopo yang sedang menjalani praktik di luar kota ini rajin mengonsumsi suplemen setiap hari. Karena untuk menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak mudah sakit.

"Dengan kegiatan yang segudang ini, aku termasuk orang yang jarang banget istirahat. Jadi buat jaga kesehatan dan tidak gampang sakit, aku rajin menambah asupan suplemen. Entah sugesti atau merasa sudah ketergantungan, sejak mengonsumsi suplemen, saya selalu merasa sehat," ujar Anggun yang rajin mengonsumsi suplemen tiga tahun belakangan ini.

Memiliki tubuh yang sehat adalah dambaan setiap orang. Kesehatan yang berasal dari dalam tubuh tidak hanya didapat begitu saja apabila tidak dirawat dengan baik. Produk suplemen yang kian marak di pasaran dan sering diiklankan di televisi menjadi "konsumsi" sehari-hari guna mendapatkan tingkat beli yang tinggi.

"Dari sekian banyak manfaat suplemen, memang benar jika dikatakan bahwa suplemen berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, asalkan harus ada aturan untuk mengonsumsinya," ujar dokter umum sekaligus medical coordinator di Global Assistance & Healthcare, dr. Olivia Aviany Ayuningthias.

Olivia mengatakan, suplemen yang difungsikan sebagai pengganti makanan adalah cara mengonsumsi suplemen yang salah. Karena yang baik itu adalah mengonsumsi suplemen untuk melengkapi kebutuhan yang didapat sehari-hari dari makanan.

Makanan suplemen adalah segala bentuk makanan berkhasiat biasanya didapati dalam bentuk kapsul, tablet, serbuk atau sirop yang diambil sebagai makanan tambahan bagi memenuhi kekurangan zat dalam makanan harian.

Sebuah suplemen dapat berupa vitamin, elemen-mineral, atau zat gizi lain, seperti asam lemak, asam amino, dan zat esensial lain. Misalnya serat, termasuk di dalamnya bahan berkhasiat, yang biasanya berasal dari alam.

Pemberian suplemen pada anak dan dewasa, atau antara orang satu dengan orang yang lainnya sangatlah berbeda. "Konsumsi suplemen berbeda-beda pada tiap orang, tergantung kebutuhannya. Misalnya jika asupan suplemen yang bertujuan untuk mempertahankan daya tahan tubuh, maka tidak dipergunakan untuk dikonsumsi setiap saat," papar Olivia.

"Jika sistem tubuh kita ingin dibuat bagus, maka semua asupan yang masuk ke dalam tubuh juga harus bagus pula," kata Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Ms.

Dia mengatakan, suplemen yang merupakan suatu produk gizi yang digunakan untuk menambah sesuatu yang kurang dari makanan ini bisa saja dikonsumsi, tetapi jika itu benar-benar diperlukan. "Suplemen itu mempunyai banyak manfaat, dan bisa dilihat dari jenis suplemennya sendiri serta peruntukannya," ujar dosen ilmu gizi, Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Ali menuturkan, dalam keadaan tertentu pemberian suplemen bagi anak memang dianjurkan. Di antaranya, anak dalam kondisi sakit atau sedang dalam masa pemulihan. Dalam kondisi ini, suplemen dibutuhkan untuk membantu mencukupi pemenuhan zat gizinya. Terlebih lagi jika nafsu makannya belum baik. Pemberian suplemen juga disarankan apabila menu harian anak kurang lengkap, atau nafsu makan anak menurun.

Ditambahkan Ali, ketika anak menginjak usia 4-5 tahun, biasanya mereka mengalami masalah susah makan. Hal ini tentu dapat mengganggu pertumbuhan dirinya. Karenanya, mengonsumsi suplemen saat itu justru dianjurkan.

Selanjutnya, suplemen juga diperlukan untuk anak yang mengidap gangguan pencernaan, mengalami gangguan penyerapan zat gizi tertentu. Saat itu kebutuhan akan zat gizi sedang tinggi, maupun pada saat anak kehilangan zat gizi yang berlebihan. "Pada masa-masa tersebut, boleh saja memberikan suplemen bagi si kecil," ucap Ali.
(tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »