TREN wisata kuliner kian marak saja. Keinginan untuk mencicipi beragam masakan khas daerah memberikan keasyikan tersendiri bagi kaum urban ibu kota.
Para pendatang yang rindu cita rasa makanan asli daerahnya, bisa dengan mudah mengobati rindu itu. Anda tak perlu menghabiskan banyak biaya dan waktu untuk pulang kampung.
Rasanya, Kota Jakarta telah menyediakan semua makanan dari hampir semua daerah di Indonesia. Apalagi, sejak 14-16 Mei 2009, ada festival makanan Warisan Enak di UKM Gallery.
Warisan Enak merupakan kegiatan promosi UKM di bidang kuliner yang rencananya akan diadakan secara rutin sebagai bagian dari promosi produk-produk Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di UKM Gallery.
UKM Gallery diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi dan UKM. Sebenarnya, UKM Gallery telah dibuka dan diresmikan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Suryadharma Ali pada 3 April 2009 lalu, tapi hari ini dibuka lebih luas untuk umum.
UKM Gallery adalah gerai ritel untuk ruang pamer produk-produk UKM unggulan yang menyajikan berbagai karya terbaik dan terseleksi para perajin seluruh Indonesia. UKM Gallery menempati tiga lantai Gedung Smesco Indonesia. Beragam kerajinan yang dipajang mulai dari batik, songket, tenun, handycraft, aksesori, patung, anyaman, hingga furnitur dengan harga kompetitif.
Ide untuk menyelenggarakan Warisan Enak di UKM Galerry diungkapkan Guritno Kusumo, Sekretaris Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam sambutannya saat membuka UKM Gallery di Gedung Smesco Indonesia, Jalan Jend Gatot Subroto Kav 94, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2009), "Sambil melihat kerajinan, pengunjung juga perlu rehat. Untuk itu, kami sediakan beragam pilihan makanan asli daerah."
"Festival makanan Warisan Enak kali ini bekerja sama dengan Komunitas Kuliner Jalansutra. Visinya adalah melestarikan warisan kuliner Nusantara, seperti tagline UKM Gallery, Preserving the Indonesian Heritage," tambah Harun Kussuwardhono, Direktur Utama Smesco Indonesia Company, nama operasional LLP-KUKM saat ditemui di tempat yang sama.
Festival Warisan Enak menghadirkan 30 makanan istimewa dari berbagai daerah yang dapat dirasakan dan dinikmati kelezatannya. Beberapa menu di antaranya burung dara SBTB-Yogyakarta, batagor Abuy Bandung, sate jamur Purwokerto, sate Padang, es palu butung Makassar, bebek ireng Suroboyo, lontong kikil Yu Mi, dan banyak lagi.
Coba Anda cicipi lontong kikil Yu Mi. Makanan ini kuliner khas Surabaya, terdiri dari lontong dan kikil dengan penyajian terpisah. Pelengkap lontong kikil agar makin nikmat berupa jeruk nipis, kecap manis, kecap asin, dan bawang goreng. Kalau Anda tidak suka lontong, bisa juga dimakan bersama nasi.
Saat kikil melebur bersama kuah dan lontong dalam mulut, tak terasa lagi bau amis. Yu Mi, panggilan akrab pemilik usaha ini mengatakan, butuh waktu sekira lima jam untuk merebus kikil sapi yang dipakai agar bau amisnya hilang. "Kikil yang telah direbus satu jam, dibuang airnya lalu diganti air baru. Selanjutnya, direbus lagi sekira lima jam, tanpa bumbu. Setelah empuk, kikilnya dipotong kasar," katanya.
Kuah bening soto kikil pun punya warna merah-kuning yang begitu menggoda untuk dicicipi. Yu Mi mengatakan, kunci kelezatannya adalah hampir semua bumbu dapur dipakai, kecuali temu kunci dan kencur. Bumbu-bumbu dihaluskan, kecuali serai, lengkuas, dan daun salam. Dengan merogoh kocek hanya Rp20 ribu, Anda sudah merasakan kelezatannya.
Kalau akhir pekan ini Anda dan keluarga belum ada agenda acara keluarga, ajak saja mereka ke UKM Gallery sambil mencicip makanan enak di Wisata Enak. Sungguh sayang untuk dilewatkan!
(tty)