OMORF dalam bahasa Yunani artinya indah, sementara prada adalah kain motif khas Bali berwarna emas atau metalik. Keduanya dikawinkan Nuniek Mawardi dalam tema rancangan baju muslim teranyarnya.
"Omorfprada", demikian tema rancangan busana muslim yang diusung Nuniek Mawardi pada perhelatan Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2009 yang digelar Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Tema tersebut diangkatnya bukan tanpa alasan.
"Keduanya punya pulau, bangunan, tempat pemujaan, dan pantai yang indah," tutur anggota APPMI Jawa Barat ini pada okezone usai parade fashion muslim "Heavenly Touch" di La Piazza, Mal Kelapa Gading, Jakarta, Senin (18/05/09).
Kejayaan masa lalu dari masyarakat Yunani terdahulu tercermin dari kemegahan arsitektur bangunan-bangunannya yang masih kokoh berdiri hingga kini. Pusat perkembangan pertama di Eropa ini menyodorkan panorama cantik yang mendampingi kemegahan arsitekturnya, yaitu laut dan alam perbukitan yang elok.
Sementara, Pulau Dewata Bali merupakan pulau sejuta pesona yang memiliki daya tarik eksotisme tiada tara. Serupa dengan Yunani, Bali juga memiliki kekhasan dalam arsitektur berupa pura dan gerbang masuk tiap rumah.
"Kedua ciri arsitektur tersebut menjadi inspirasi saya yang kemudian saya tuangkan dalam bentuk rancangan yang terstruktur dan arsitektural," tukas anggota Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) ini.
Keanggunan perempuan Yunani Kuno dan penampilan kharismatik pria Yunani Kuno dalam balutan busana drapery turut menginspirasi metode awal pembuatan pakaian yang dikerjakan dengan teknik serupa. Beberapa di antaranya chiton (mirip atasan V-neck) dari semacam bahan linen, peplos (one shoulder dress) yang merupakan atasan dari bahan tebal serupa wol, dan chlamys yaitu jubah wol.
Bentuk pleats atau lipat yang dihasilkan melalui teknik drapery dikomposisikan kembali pada rancangan yang menghasilkan memori kuat akan nuansa keindahan alam Bali.
"Teknik tersebut saya kombinasikan dengan teknik pengerjaan tuban sebagai ciri busana khas Yunani kuno lalu ditambah bordir emas prada Bali, diperindah sulaman tangan yang membangkitkan memori kuat akan nuansa keindahan alam Bali," tambah peraih "Best Dress Design", Normal University, Guang Xi, China ini.
Nuniek mengatakan, busana yang dibuatnya merupakan tren 2009 dengan mengawinkan tren 2010 mendatang yang terwakili lewat warna-warna migration.
"Warna migration adalah warna percampuran beberapa etnik. Seperti kita berwisata melintasi antarbangsa, mencomot berbagai unsur khas dari berbagai daerah. Warna yang muncul berkaitan dengan unsur alam, yakni tanah, air, udara, dan tumbuhan," lanjut Nuniek.
Namun, Nuniek menyayangkan, pada fashion show kali ini tak bisa mewakilkan semua inspirasinya dalam delapan koleksi yang dibatasi pihak penyelenggara.
"Koleksi yang disebut peplos, chlamys, dan semua busana khas Yunani, nggak bisa terwakilkan. Jadi saya kurang bercerita di sini," katanya menutup obrolan.
(tty)