TAK sulit menemukan restoran China peranakan dengan menu yang komplet dan halal di daerah selatan Jakarta. Radja Ketjil menawarkan pengalaman menyantap masakan China peranakan, didukung suasana yang nyaman. Restoran Radja Ketjil pertama kali dibangun di kawasaBertualang Rasa ala China Peranakann Terogong, Jakarta Selatan, pada 2007.
Konsepnya adalah rumah makan keluarga dengan menu masakan yang berkiblat ke China peranakan. Pemilik restoran merupakan kakak beradik, Tika, dan Renaldo Panggabean. Dulu, Tika yang tak lain personel Project Pop, sangat menggemari masakan China peranakan. Akhirnya bersama sang kakak, Tika memutuskan membuka restoran sendiri.
Jadilah Radja Ketjil yang hingga kini telah memiliki empat cabang, yang berada di Pondok Indah Mall, Terogong, Plaza Semanggi, dan Tebet. Serupa dengan ketiga cabang lainnya, Radja Ketjil yang terletak di Tebet Barat Dalam Raya sarat akan nuansa China peranakan. Berbagai ornamen khas China Betawi langsung menyambut tamu yang berkunjung.
Macam-macam ornamen yang dipajang di restoran tersebut, dan semuanya berbau antik. Sebut saja mesin kasir kuno, toples berisi aneka rokok keretek zaman dulu, mainan antik, dan tidak lupa beberapa sangkar burung disangkutkan di langit-langit. Di dindingnya terdapat gambar-gambar, foto, lukisan, dan pajangan keramik khas Negeri Tiongkok, lengkap dengan kebaya encim.
Tengok ke lemari kaca yang ada di sudut ruangan, Anda akan menemukan komik-komik yang berjaya pada tahun 1970-an, peralatan makan dari bahan keramik, dan sebagainya. Berada di restoran ini bagaikan masuk ke museum sejarah. Bagaimana tidak, setiap barang mempunyai sejarah tersendiri. Seperti papan nama kayu bertuliskan Toko Besi Abadi Building.
Menurut Store Manager Radja Ketjil Hari Mulyono, papan tersebut dulunya memang milik toko besi Abadi yang berada di kawasan Kota. Rupanya pemilik restoran ini senang berburu barang-barang antik untuk menghiasi restorannya.
Kebanyakan barang tersebut didapat dari luar kota bahkan luar negeri. Misalnya sangkar burung yang dibeli di Yogyakarta, atau lagi-lagi papan nama milik sebuah toko yang ditemukan Renaldo di daerah Solo, Jawa Tengah. Sementara, tidak sedikit di antara pajangan keramik yang didapatnya di Beijing, China.
Bukan hanya area tempat makan yang dipenuhi detail unik, kamar kecil pun tak luput dari perhatian. Di bagian dinding, dipajang gambar tokoh kartun sang petualang sekaligus wartawan dari Belgia Tintin yang sedang bertualang di negeri China. Radja Ketjil memang dikhususkan bagi pencinta kuliner yang berdomisili di sekitar Tebet.
Dengan kapasitas kursi sebanyak 100 buah, restoran yang berada tepat di pinggir jalan ini dapat menampung tamu untuk berbagai keperluan, semacam arisan, ulang tahun, ataupun pertemuan.
Menurut Hari, biasanya pada siang hari restoran ini dipenuhi para karyawan yang berkantor di kawasan tersebut. Sementara di akhir pekan, tamu yang datang biasanya pasangan kekasih dan keluarga atau relasi. Jika lazimnya berkunjung ke restoran Anda akan menemukan bangku-bangku seragam yang mengapit meja, jangan harap menemukan hal itu di sini. Bangku-bangku yang tersedia di restoran ini sengaja dibuat tidak seragam.
Maksudnya untuk mengadopsi meja makan di rumah yang kursinya juga tidak seragam. Alhasil, dalam satu meja ada empat kursi yang berlainan, kursi baso dipadu dengan kursi kerajaan, rotan dan kursi kipas. Meja kayunya pun tidak dibeli jadi, melainkan dibuat khusus untuk restoran ini.
Suasana restoran yang nyaman, tenang, apalagi didukung dengan adanya fasilitas Wi-Fi, membuat pengunjung betah berlama-lama. Fajar merupakan pelanggan setia restoran ini, yang kerap datang bersama temannya.
"Makanannya pas dengan selera saya, seperti brokoli babah malu yang dagingnya empuk dan sayurnya segar," papar pria yang berprofesi sebagai insinyur ini.
Di samping makanan yang lezat, Fajar mengaku senang pada suasana restoran yang tenang dan nyaman untuk ngobrol.Ditunjang pula oleh harga menu yang sangat terjangkau.Lain lagi dengan Indra yang baru sekali mencicipi masakan ala Radja Ketjil. Bersama sang istri, Indra mencoba kwetiau dan laksa.
Kendati baru sekali datang, pasangan suami-istri pencinta kuliner itu memfavoritkan restoran ini. Untuk memuaskan para pelanggan, secara berkala Radja Ketjil mengeluarkan menu yang sesuai dengan selera mereka. Jadi, pihak restoran mengadakan riset kecil dengan memberikan angket kepada pengunjung.
"Di angket itu pengunjung bisa menulis masukan dan kritik, serta variasi menu seperti apa yang diinginkan," imbuh Hari.
Kemudian, Hari menuturkan, dari hasil angket tersebut, chef restoran mencoba membuat menu baru sesuai keinginan pelanggan. Hari mencontohkan masakan ikan gurame yang terdapat di daftar menu.
Awalnya menu ikan goreng itu disajikan kering. Hanya, kemudian hasil angket menunjukkan pengunjung lebih menyukai ikan gurame yang disajikan dengan saus. Jadilah menu ikan gurame yang ada kini seluruhnya dibuat bersaus.(Koran SI/Koran SI/nsa)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com