MELALUI proses panjang selama 17 tahun, M by Musa Made in Indonesia akhirnya lahir. Musa Widyamodjo mengatakan, second line miliknya itu merupakan wujud mimpinya akan koleksi ready-to-wear lokal berkualitas internasional.
Dalam sambutannya sebelum pertunjukkan koleksi tunggal M by Musa, sang desainer yang juga mantan Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Musa Widyatmodjo, mengatakan pada tamu undangan yang memenuhi fashion tent La Piazza, Kelapa Gading, bahwa dirinya sudah lama ingin memiliki label busana ready-to-wear layaknya Zara ataupun Mango.
Hal ini diwujudkan lewat lini sekundernya, M by Musa. Musa mengatakan, mewujudkan brand tersebut membutuhkan proses yang panjang. "Saya menanti 17 tahun untuk melahirkan brand M by Musa ke masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, waktu belasan tahun itu merupakan proses belajar, "Bagaimana kita membangun sebuah industri dengan sistem yang berkesinambungan. Koleksi M by Musa made in Indonesia ini sudah akan ada di toko minggu depan (25/5)," ujar Musa, menerangkan konsep fast fashion yang menjadi basis bisnis ritel mode.
Selain itu, Musa juga menjelaskan bahwa tidak mudah membangun sebuah industri ritel, terutama yang benar-benar berusaha mengangkat industri lokal.
"Kita perlu belajar banyak, baik tentang selera konsumen, detail serta kesulitan produksi. Kita juga harus mencari partner kerja, serta bahan baku lokal, yang ternyata sangat sulit," paparnya.
Hal tersebut juga sempat dikeluhkan Musa kepada Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang menghadiri peluncuran label terbarunya tersebut.
"Terus terang kami kesulitan mendapat bahan tekstil lokal di pasaran dalam jumlah yang cukup untuk memproduksi seluruh koleksi, sehingga saat ini baru 30 persennya saja yang Indonesia," sebut Musa.
Sementara Menteri Perdagangan mengatakan bahwa dirinya gembira Musa bisa mewujudkan program triple helix yang menjadi rangkaian dari ekonomi berbasis industri kreatif yang dicanangkan pemerintah.
"Saat ini mungkin Indonesianya memang baru 30 persen dalam produksi, tapi itu sudah mewujudkan program triple helix yang merupakan bentuk kerja sama pemerintah, dunia usaha, dan cendikiawan (expert yang berada di industri terkait) dalam mendukung industri ekonomi kreatif," paparnya.
Apalagi, lanjut Mari, industri kreatif memberi kontribusi sebanyak 6 persen terhadap ekonomi Indonesia. "Dan fashion merupakan penyumbang nomor dua terbesar dengan multiply effect yang besar terkait industri tekstil, mal, dan ritel," sambung dia.
Sementara di atas catwalk, brand yang berada di bawah bendera PT Musa Atelier tersebut mempersembahkan sajian koleksi preta-porter dalam nafas feminin yang begitu lembut. Musa menawarkan berbagai gaya, mulai dari daily wear untuk koleksi sehari-hari, formal wear bagi wanita karier, hingga rangkaian gaun sensual yang diperuntukkan untuk pesta cocktail.
Musa menerangkan, seperti halnya produk siap pakai ritel, M by Musa juga memiliki tingkat-tingkat tersendiri, layaknya basic collection yang mudah dipadu-padankan; the fashion yang lebih trendi dan playful, juga the unique yang merupakan koleksi limited edition saat Musa menuangkan ide-ide kreatif dengan sentuhan ekstra yang menjadikan rancangannya spesial.
Musa juga mengatakan bahwa dirinya berusaha membuat koleksinya bisa diterima masyarakat dengan memberi kisaran harga yang bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp 2 juta per potong dengan target market kelas menengah atas serta batasan usia 25 tahun ke atas.
Pembagian tingkat itu memang terlihat dari 70 set koleksi yang dihadirkan Musa di atas catwalk Kelapa Gading yang merupakan rangkaian dari gelaran Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2009. Secara lembut, Musa membawa tamu undangan menikmati koleksinya yang menebarkan pesona manis dan feminin.
Warna putih dan gaya ringan dari katun perlahan berubah menjadi sapuan vintage material rajut yang secara bertahap berpindah ke nuansa hitam penuh kilau lewat permainan payet, manik, ataupun sisipan palet metalik.
Menambah kesan girlie, Musa pun bermain dengan pita dan korsase, sementara menghadirkan sisi sensual dan menggoda, Musa mengombinasikan motif dan warna yang sukses menghasilkan kesan mature sekaligus profesional. (ftr)