Etika Jamuan Bisnis

|

Koran SI - Koran SI

Foto: Corbis

Etika Jamuan Bisnis
ACARA makan siang atau makan malam dengan rekan bisnis atau klien tentu saja tidak sama dengan acara serupa bersama teman atau keluarga. Ada beberapa etika yang harus dipenuhi dan tidak boleh dilanggar.

Sudah jamak terjadi bahwa pertemuan atau jamuan bisnis bisa dilakukan di tempat yang lebih nyaman dan tidak kaku, misalnya disebuah rerstoran, sambil menikmati makan siang atau makan malam. Suasana seperti ini memang bisa membuat suasana menjadi lebih cair dan pembicaraan bisnis jadi lebih santai.

Meski begitu, suasana seperti ini terkadang membuat beberapa orang jadi terhanyut dan lupa bahwa acara yang sedang diikutinya adalah sebuah jamuan bisnis. Misalnya saja saat di restoran yang didatangi ternyata memberikan pelayanan yang buruk, seseorang bisa saja meminta untuk diberi diskon atau potongan harga.

"Kalau Anda makan bersama keluarga, sah-sah saja melakukan itu. Tapi jangan pernah melakukannya saat bersama klien atau rekan bisnis," ujar konsultan karier Lahle Wolfe, seperti dikutip dari about.com.

Untuk menampilkan kesan yang baik, langkah pertama yang harus dilakukan menurut Wolfe adalah dengan datang lebih awal ke restoran. "Setidaknya datang lima menit lebih awal. Dan jangan lupa untuk menjabat tangannya dengan erat dan hangat saat ia datang," jelasnya.

Etika memesan makanan

Selanjutnya saat memesan makanan, Wolfe menganjurkan untuk membiarkan rekan bisnis untuk memulai memilih menu terlebih dahulu. Selain itu, jangan pernah memilihkan menu untuknya, kecuali jika diminta. Jika memang dia meminta saran, Anda bisa menyarankan menu yang pernah dicoba atau bisa meminta bantuan pelayan untuk memilihkan menu untuknya.

Memberi tip

Dalam jamuan bisnis, memberi tip atau imbalan kepada pelayan atau restoran adalah hal yang wajib. Bahkan jika menganggap bahwa pelayanan restoran tersebut standas atau di bawah standar, Anda tetap harus meninggalkan tip untuk restoran. Meski begitu, Wolfe mengingatkan bahwa tip harus diberikan sesuai pelayanan restoran tersebut. Jika Anda memberikan uang tip yang banyak, padahal pelayanan restoran tersebut di bawah standar atau biasa saja, maka secara tidak langsung mengesankan pada klien bahwa Anda adalah orang yang sombong atau hipokrit. "Dalam bingkai bisnis, semua yang Anda lakukan harus mencer,imkan semangat berbisnis. Berilah imbalan sesuai apa yang dilakukannya," tegas Wolfe.

Berhati-hati dengan pelayanan yang buruk

Jika restoran tempat Anda makan ternyata memiliki pelayanan yang buruk, berhati-hatilah saat menyampaikan keluhan kepada pelayan atau manajer restoran. Jika memang harus menyampaikan keluhan, sampaikan dengan cara yang sopan dan elegan. Jangan membentak, apalagi sampai menghina pelayan atau manajernya. Pasalnya, cara Anda dalam mengatasi situasi yang buruk akan menjadi bahan pertimbangan rekan bisnis atau klien dalam melanjutkan hubungan bisnis. Jika pelayanan yang buruk di restoran saja sudah bisa membuat Anda kalap, bagaimana mungkin Anda bisa mengambil putusan yang tepat saat genting?

Siapa yang membayar?

Jika Anda yang menawarkan bertemu untuk makan siang atau makan malam, Andalah yang harus membayar semua tagihannya. Namun jika klien yang menawarkan, saat pelayan membawakan tagihan, Anda bisa menawarkan untuk membaayar tagihan tersebut. Jika dia mengatakan yang akan membayar, coba lagi dengan menawarkan bahwa Anda akan membayar separuh dari tagihan tersebut. Jika dia menolaknya, Anda tidak perlu menawarkan lagi. "Yang penting, jangan sampai berebut untuk membayar tagihan tersebut. Jika klien membayar semua tagihan, Anda bisa mengatakan bahwa lain kali Andalah yang akan membayar tagihan berikutnya," saran Wolfe.

Jika Anda benar-benar ingin memberi pelayanan yang memuaskan bagi rekan bisnis atau klien, boleh juga untuk menyewa satu atau beberapa pelayan khusus untuk melayani Aanda dan klien. Lakukan "briefing" sejenak dengan pelayan tentang apa yang harus, boleh, dan tidak boleh dilakukan saat melayani klien tersebut.
(tty)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menu Diet yang Bikin Kenyang Tahan Lama