Menu Sehat ala Farah Quinn

Kamis, 28 Mei 2009 - 14:55 wib | Koran SI - Koran SI

Foto: Ist

Menu Sehat ala Farah Quinn
SAYUR tanpa garam, rasanya pasti hambar. Itu anggapan sebagian besar orang. Padahal, tanpa konsumsi garam berlebih pun masakan akan tetap terasa nikmat, dan juga menyehatkan.

Anda mungkin masih bisa menerapkan "aturan" memasak makanan tanpa asupan MSG. Namun, bagaimana dengan garam? Bisakah Anda mengolah masakan tanpa bumbu berasa asin itu? Sebagian orang terbukti tak mempermasalahkan makanannya dimasak tanpa garam. Apalagi mereka tahu, tanpa memanfaatkan garam pun makanan akan tetap terasa nikmat dan sehat.

Sebuah penelitian menyebutkan, tiga dari sepuluh orang dewasa menderita tekanan darah tinggi karena terlalu banyak mengonsumsi garam ketika diet. "Jika Anda pintar memadupadankan bumbu-bumbu alami, tanpa menggunakan banyak garam atau penyedap rasa, masakan Anda tetap memiliki cita rasa enak," tutur koki cantik Farah Quinn, dalam demo masak bagi penderita hipertensi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Farah, dengan mengurangi asupan garam maupun penyedap masakan, tubuh dapat terhindar dari penyakit hipertensi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyarankan agar kita hanya mengonsumsi garam tak lebih dari enam gram per hari. "Saya selalu menggunakan sedikit garam pada masakan yang saya buat," ujar Farah.

Buat anaknya, Farah juga mengaku tidak pernah memberikan makanan bayi instan serta berbumbu penyedap seperti garam, gula, ataupun MSG. Menurut dia, jika sejak kecil sudah dibiasakan diberi makanan berbumbu penyedap, anak akan sulit terhindar dari masakan- masakan berbumbu penyedap. "Sebagai ganti camilan atau permen, anak saya selalu saya berikan buah," kata koki yang menyelesaikan kuliahnya di Indiana University, Pennsylvania, AS, ini.

Bumbu alami bisa digunakan untuk menggantikan garam dan MSG agar masakan tetap nikmat. Hal itu dilakukan Farah misalnya dalam membuat pancake. Pada menu ini, garam bisa diganti dengan kayu manis. Untuk isiannya, Farah mengganti gula dengan sari buah dan madu. "Semua masakan bisa dikombinasikan dengan bumbu alami," ucap koki yang juga presenter acara memasak di salah satu stasiun TV ini.

Beberapa masakan lain, salah satunya couscous with chicken, juga bisa dikategorikan sebagai makanan sehat, khususnya untuk jantung. Couscous atau biasa disebut maftoul di Yordania, Lebanon, dan Palestina, merupakan makanan utama di negara-negara muslim Afrika Utara seperti Aljazair, Maroko, Tunisia, dan Libya. Makanan ini terbuat dari beras. Di Amerika, couscous bertipe seperti pasta. Selain itu, ada menu mediterranean tuna. Menu ini pun baik untuk jantung. Hidangan berbahan dasar ikan tuna-yang dibuat steak-ini memang memiliki kelezatan dan kandungan gizi yang baik.

Mengubah gaya hidup dengan cara menjaga pola makan, melakukan diet seimbang, dan berolahraga rutin terbukti bisa menstabilkan tekanan darah sekaligus melindungi jantung Anda.
(tty)

berita terkait

foto & video lainnya

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Alasan Korea Utara Terima Pangan Terbesar di Dunia