Saatnya Kata 'Putus' Diucapkan

Jum'at, 29 Mei 2009 - 11:36 wib | Fitri Yulianti - Okezone

Foto: Corbis Foto: Corbis

DALAM berbagai hubungan, ada masa-masa indah, juga tak menyenangkan. Saat berbagai konflik kecil semakin sering dan memuncak, pikirkan kemungkinan untuk putus darinya.

Berbeda keinginan sah-sah saja. Anda ingin melakukan sesuatu yang ternyata tak diinginkannya, seperti Anda memilih belanja bulanan sementara si dia ingin santai di rumah. Inilah warna-warni indah sepasang insan yang sedang dilanda asmara.

Tapi, belakangan ini Anda merasakan banyak perbedaan keinginan dan harapan dengannya. Masalah jadi semakin serius dan menggiring Anda berdua pada kata "putus".

Ketahui apa saja tanda-tanda hubungan sebaiknya diakhiri, agar Anda tidak menghabiskan lebih banyak waktu, pikiran, dan perasaan untuk sebuah hubungan yang tidak sehat lagi.

Kurang kontak

Saat awal menjadi kekasihnya, setiap detik di pikiran Anda adalah si dia. Rasanya ingin selalu mendengar suara dan membaca kata-kata mesranya. Apakah lewat telepon, SMS, e-mail, chatting, dan lainnya.

Kini, Anda bahkan kesulitan berkata-kata, meski lewat teks. Panggilan masuk dan suara indahnya sudah tak lagi dinanti. Anda mulai mengacuhkan usahanya mengontak Anda.

Tidak lagi membicarakan masa depan

Salah satu hal mengasyikkan menjadi bagian hidup seseorang adalah merencanakan masa depan bersamanya.

Bagaimana dan di mana menghabiskan waktu liburan, di mana ingin membangun rumah, ataupun memikirkan nama anak-anak kelak, dan berbagai rencana indah lain. Hal tersebut menguatkan perasaan bahwa Anda berdua akan selalu bersatu untuk menjadi dewasa bersama.

Kini, saat mengangkat topik pembicaraan itu, reaksi yang akan Anda terima hanya berupa anggukan atau gelengan darinya.

Malas bertemu

Saat baru jadian, begitu banyak keinginan menghabiskan waktu berdua. Melakukan perjalanan panjang dan piknik di pantai adalah pilihan romantis untuk Anda dan si dia.

Sekarang, Anda bahkan kesulitan mengatur kencan untuk menjaga cinta tetap hidup. Anda lebih bahagia saat duduk santai di rumah menonton televisi atau DVD, dan segala hal untuk menghindari diri berdekatan dengannya.

Mudah berselisih

Anda terbiasa melihatnya sebagai pribadi yang humoris. Tapi kini, kata-kata darinya sangat menyakitkan, meninggalkan sebuah lubang luka yang menganga lebar di hati. Bahkan, hal kecil bisa menjadi bahan perselisihan, yang dulu hanya menjadi bahan guyonan.

Bertengkar di depan publik

Berselisih dengan kekasih adalah hal buruk, apalagi sambil berteriak mengeluarkan kata-kata tidak sopan di depan publik. Hubungan Anda kini sudah di luar kendali.

Anda bahkan sudah tidak peduli lagi banyak orang melihat dan mendengar masalah Anda berdua. Ini tanda jelas bahwa Anda kehilangan semua rasa hormat padanya.

Kalau ingin mengucapkan kata putus, ajak dia ke pinggir jalan dan utarakan dengan lebih tenang.
(tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »