Getting Time...

Boyish Cutting bagi Wanita Kontemporer

Koran SI - Koran SI
Selasa, 9 Juni 2009 08:37 wib
detail berita
Foto: Ist

KECANTIKAN seorang wanita tidak harus selalu diterjemahkan dalam gaya busana feminin. Busana dengan potongan maskulin pun bisa membuat wanita terlihat cantik, kuat, dan berkarakter.

Jahitan yang tegas, one tone color, bahan maskulin, serta busana minim detail menjadikan cutting boyish selaras dengan jiwa dinamis wanita kontemporer. Melihat ke belakang, tren gaya busana berkembang ke arah feminin. Sisi wanita yang jelita, anggun, sekaligus rapuh direfleksikan lewat busana-busana yang penuh detail dan garis rancangan bersiluet. Selain itu, warna-warna lembut yang terkesan girly pun semarak mencuat di industri mode.

Menyadari konsumen yang bisa berubah sewaktu-waktu, para desainer pun akhirnya menyuguhkan tren baru dengan garis yang berbeda. Gaya maskulin pun menanjak naik menjadi favorit baru fashionista. Deretan nama-nama terkenal layaknya Bottega Venneta, Kenzo, Marni, dan Jean Paul Gaultier menggemari mode busana ini. Mereka akhirnya membuat lini busana baru dengan gaya maskulin yang semakin populer.

Kate Phelan, fashion director majalah mode Vogue, mengatakan, "Mengaplikasikan gaya maskulin dalam busana wanita adalah hal yang sangat menarik." Selanjutnya, ia menyebutkan, gaya maskulin bukan berarti hanya memakaikan busana pria pada wanita begitu saja, melainkan butuh penyesuaian dan sentuhan artistik untuk membuat gaya tersebut terlihat pas tanpa harus terkesan macho.

Tuntutan bagi wanita karier yang harus bergerak cepat, smart, tapi tetap stylish menjadikan gaya maskulin sebagai gaya berbusana yang tepat. Untuk menunjang semua itu, konsep padu padan yang kaya gaya bisa menjadi solusi agar selalu tampil up-to-date. Pancarkan gaya khas melalui aksen dan warna, siasati kebosanan nuansa feminin yang girly dengan memainkan karakter maskulin nan tegas.

Gaya maskulin juga digunakan sebagai mode busana streetwear macam Marc Jacobs. Label ini mengeluarkan rangkaian koleksi busana maskulin yang diaplikasikan dalam style multilayer. Kemeja lengan panjang, celana panjang berwarna khaki dengan ikat pinggang berhias aplikasi yang tampak seperti lukisan cat, jas hujan di atas celana linen menggelembung, serta celana pendek berbentuk tulip. Jacobs menyajikan koleksi yang lebih ringan melalui celana panjang, jaket tule pendek, dan blus sutra bermotif garis.

Selain Marc Jacobs, peritel ternama di Inggris, Topshop-Topman juga mengeluarkan gaya busana maskulin. Berbagai busana model seragam sekolah tradisional Inggris dipadu dengan gaya aristokrat, celana panjang longgar berpotongan maskulin dari bahan tweed dan flannel dipasangkan dengan kemeja dan dasi kaku warna senada dapat dijadikan pilihan. Bagi mereka yang menyukai gaya simpel, pilih saja busana minimalis seperti jaket berpotongan trapeze line dalam bahan tekstur wafel dan jaket quilt dipakai bersama rok mini bercorak kotak-kotak.

Selain itu, ada juga jaket bomber dari bahan wol lembut yang dapat dipadu dengan celana bergaya "slouchy gaucho". Rantai dan ritsleting menjadi detail pada jaket dan denim, sedangkan rok mini dengan potongan ketat di pinggang dipakai dengan ikat pinggang lebar berwarna terang dan pita ukuran ekstra besar. Namun, maskulin tidak selamanya berkesan tegas dan tajam. Busana bergaya maskulin pun bisa terkesan chic dengan sedikit sentuhan feminin layaknya scarf atau ikat pinggang logam. Gaya tersebut dipraktikkan label Yves Saint Laurent yang superelegan. Bahan silk yang dipadankan dengan kemeja sifon beraksen ruffles, atau celana wol beraksen bordir yang unik. Sangat cocok digunakan pada kesempatan formal.

Bila ingin tampil lebih kasual dengan gaya maskulin, lepaskan saja blazer dan pamerkan kemeja yang chic. Manset lebar di tangan ataupun yang bersimpul pita akan membuat penampilan terlihat unik tanpa mengurangi kesan formal.

Menghadirkan gaya maskulin, tak selamanya mesti bernuansa gelap. Warna-warna cerah pun bisa tetap gaya asalkan tanpa detail yang meriah. Selain bermain warna, gaya army look pun bisa dijadikan pilihan. Kesan maskulin ala tentara ini bisa memberikan sentuhan yang berbeda. Misalnya, padukan blus berdetail ruffles warna kehijauan, setelan blazer berwarna gelap, dan sepatu tinggi bertali atau aksesori cantik.

Selain warna, motif pun bisa menimbulkan kesan maskulin. Tentu saja bukan motif floral yang sudah pasti berkesan feminin. Motif geometris, art deco, pop art, dan abstrak dengan gaya grafis sudah cukup memberikan kesan maskulin tanpa harus ditambah blazer ataupun jaket.
(tty)

Beri komentar