Foto: Ist
MARMER merupakan material penutup lantai yang selalu berada di urutan teratas. Di pasar, harga material dari batu alam pegunungan ini lebih mahal dibandingkan jenis material penutup lantai lainnya.
Terang saja, tampilan marmer memang memikat. Ukuran yang besar serta karakternya yang mengkilap, membuat marmer lebih unggul dibandingkan yang lain. Tekstur dan kesinambungan motif yang tidak pernah sama dari helai ke helai adalah poin plus marmer.
Marmer merupakan batuan jenis "lime" yang bermetamorfosis. Batuan ini adalah sedimentasi dari bebatuan yang terbentuk oleh peninggalan inorganik yang biasanya berasal dari proses presipitasi air laut. Batuan jenis "lime" sebagian besar terdiri atas kalsit (kalsium karbonat). Marmer telah bernilai tinggi sejak masa lampau karena memiliki warna-warni yang teristimewa serta penampilan yang elegan. Batuan ini secara alamiah terbentuk ketika bebatuan terekspos pada tekanan oleh tumbukan kristal dan panas tinggi dari inti bumi.
Selama proses metamorfosis ini berlangsung, kristal kalsit dari bebatuan berkurang dalam jumlah dan meningkat dalam ukuran sehingga menciptakan kekuatan yang bertambah seiring berkurangnya jumlah rongga. Adapun marmer dengan jumlah rongga yang Cukup banyak memiliki kekuatan yang berkurang. Marmer yang tersusun dari kristal-kristal berukuran besar menjadi lebih rapuh karena cenderung memiliki lekukan-lekukan mineral yang lebih banyak.
Wujud dan penampilan marmer yang sangat indah terdapat pada susunan paralel partikel-partikel yang dimanifestasikan dalam warna, bentuk, ataupun ukuran partikelnya sehingga dapat dipotong menurut jalur-jalur yang berbeda arah. Komposisi dari kristal kalsit yang kasatmata memberikan keindahan serta variasi pada pola-pola marmer.
Bentuk awal marmer adalah berupa bongkahan yang kemudian dipotong-potong dan dihaluskan, membentuk lembaran-lembaran dengan ukuran tertentu sesuai dengan kebutuhan pasar. Permukaan marmer memiliki motif yang unik dan natural karena terbentuk dari proses yang alami. Marmer juga jenis bahan yang tahan api dan lebih mampu menahan beban-beban yang berat jika dibandingkan dengan jenis penutup lantai lainnya.
Proses pembentukan marmer memakan waktu yang tak sebentar, ribuan bahkan sampai jutaan tahun. Komposisinya adalah batu murni tanpa ada tambahan unsur kimia. Karena itu, bila marmer dipakai menjadi lantai rumah atau ubin, penghuni bakal merasakan kesejukan alami. Tak aneh jika harganya di pasar lebih mahal.
Di Indonesia beredar banyak jenis marmer, lokal maupun impor. Yang lokal biasanya marmer asal Citatah, Jawa Barat, dan Tulungagung, Jawa Timur. Marmer impor kebanyakan berasal dari China, Italia, Turki, dan India. Menurut pemilik situs interiorkantor.com, Jeffrey Winmart, negara yang paling terkenal piawai mengolah marmer adalah Italia. Adapun marmer asal negara lain, seperti Turki, memiliki kualitas yang tak kalah, tapi dengan harga yang lebih terjangkau.
Cukup sulit memang membedakan antara marmer lokal dan impor. Untuk memastikannya, biasanya marmer impor memiliki pori-pori yang lebih rapat. Penyebabnya adalah proses pengolahan akhir pada marmer impor. Begitu diambil dari alam, marmer itu dipoles untuk membuat pori-porinya menjadi rapat dan tidak mudah menyerap air.
Marmer yang berpori-pori renggang membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini dikarenakan marmer jenis tersebut mudah menyerap cairan dan layaknya karpet, meninggalkan noda jika tidak cepat dibersihkan. "Jika Anda menjatuhkan kopi ke lantai marmer, sebaiknya cepat dibersihkan karena marmer yang berpori renggang dan tidak berglazur akan menyebabkan noda membekas," ungkap Jeffrey, yang berprofesi sebagai desainer interior.
Lebih jauh Jeffrey mengatakan, lembaran marmer yang biasa disebut slab, hadir dengan ukuran yang besar ketimbang penutup lantai lainnya.Ukurannya mulai 30 x 30 sentimeter hingga 3 x 1,5 meter.
Varian warna marmer impor lebih kaya ketimbang lokal. Umumnya batu marmer impor terbentuk dari batu alam yang lebih tua, memiliki corak yang lebih variatif, bersih, dan lebih terang. Marmer lokal karena umur batuannya lebih muda, berimbas pada ketersediaan motif dan varian yang lebih terbatas.
Makin tua usia marmer, makin indah dan mahal harganya. Salah satu keunikan marmer adalah teksturnya yang berbeda-beda. Tekstur marmer tidak pernah sama antara satu lembar dengan lembar yang lain. Hal itu terjadi karena marmer dihasilkan dari endapan tanah yang berumur ribuan hingga jutaan tahun sehingga sulit untuk menyamakannya.
Seiring perkembangan zaman, marmer kini tidak lagi hanya menjadi material penutup lantai. Jika Anda perhatikan, aksen dinding, meja, dan kursi sudah banyak yang menggunakan bahan marmer. Marmer memang pilihan tepat bagi Anda yang mendambakan hunian yang menonjolkan unsur elegan sekaligus kemewahan.
(Koran SI/Koran SI/tty) Terang saja, tampilan marmer memang memikat. Ukuran yang besar serta karakternya yang mengkilap, membuat marmer lebih unggul dibandingkan yang lain. Tekstur dan kesinambungan motif yang tidak pernah sama dari helai ke helai adalah poin plus marmer.
Marmer merupakan batuan jenis "lime" yang bermetamorfosis. Batuan ini adalah sedimentasi dari bebatuan yang terbentuk oleh peninggalan inorganik yang biasanya berasal dari proses presipitasi air laut. Batuan jenis "lime" sebagian besar terdiri atas kalsit (kalsium karbonat). Marmer telah bernilai tinggi sejak masa lampau karena memiliki warna-warni yang teristimewa serta penampilan yang elegan. Batuan ini secara alamiah terbentuk ketika bebatuan terekspos pada tekanan oleh tumbukan kristal dan panas tinggi dari inti bumi.
Selama proses metamorfosis ini berlangsung, kristal kalsit dari bebatuan berkurang dalam jumlah dan meningkat dalam ukuran sehingga menciptakan kekuatan yang bertambah seiring berkurangnya jumlah rongga. Adapun marmer dengan jumlah rongga yang Cukup banyak memiliki kekuatan yang berkurang. Marmer yang tersusun dari kristal-kristal berukuran besar menjadi lebih rapuh karena cenderung memiliki lekukan-lekukan mineral yang lebih banyak.
Wujud dan penampilan marmer yang sangat indah terdapat pada susunan paralel partikel-partikel yang dimanifestasikan dalam warna, bentuk, ataupun ukuran partikelnya sehingga dapat dipotong menurut jalur-jalur yang berbeda arah. Komposisi dari kristal kalsit yang kasatmata memberikan keindahan serta variasi pada pola-pola marmer.
Bentuk awal marmer adalah berupa bongkahan yang kemudian dipotong-potong dan dihaluskan, membentuk lembaran-lembaran dengan ukuran tertentu sesuai dengan kebutuhan pasar. Permukaan marmer memiliki motif yang unik dan natural karena terbentuk dari proses yang alami. Marmer juga jenis bahan yang tahan api dan lebih mampu menahan beban-beban yang berat jika dibandingkan dengan jenis penutup lantai lainnya.
Proses pembentukan marmer memakan waktu yang tak sebentar, ribuan bahkan sampai jutaan tahun. Komposisinya adalah batu murni tanpa ada tambahan unsur kimia. Karena itu, bila marmer dipakai menjadi lantai rumah atau ubin, penghuni bakal merasakan kesejukan alami. Tak aneh jika harganya di pasar lebih mahal.
Di Indonesia beredar banyak jenis marmer, lokal maupun impor. Yang lokal biasanya marmer asal Citatah, Jawa Barat, dan Tulungagung, Jawa Timur. Marmer impor kebanyakan berasal dari China, Italia, Turki, dan India. Menurut pemilik situs interiorkantor.com, Jeffrey Winmart, negara yang paling terkenal piawai mengolah marmer adalah Italia. Adapun marmer asal negara lain, seperti Turki, memiliki kualitas yang tak kalah, tapi dengan harga yang lebih terjangkau.
Cukup sulit memang membedakan antara marmer lokal dan impor. Untuk memastikannya, biasanya marmer impor memiliki pori-pori yang lebih rapat. Penyebabnya adalah proses pengolahan akhir pada marmer impor. Begitu diambil dari alam, marmer itu dipoles untuk membuat pori-porinya menjadi rapat dan tidak mudah menyerap air.
Marmer yang berpori-pori renggang membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini dikarenakan marmer jenis tersebut mudah menyerap cairan dan layaknya karpet, meninggalkan noda jika tidak cepat dibersihkan. "Jika Anda menjatuhkan kopi ke lantai marmer, sebaiknya cepat dibersihkan karena marmer yang berpori renggang dan tidak berglazur akan menyebabkan noda membekas," ungkap Jeffrey, yang berprofesi sebagai desainer interior.
Lebih jauh Jeffrey mengatakan, lembaran marmer yang biasa disebut slab, hadir dengan ukuran yang besar ketimbang penutup lantai lainnya.Ukurannya mulai 30 x 30 sentimeter hingga 3 x 1,5 meter.
Varian warna marmer impor lebih kaya ketimbang lokal. Umumnya batu marmer impor terbentuk dari batu alam yang lebih tua, memiliki corak yang lebih variatif, bersih, dan lebih terang. Marmer lokal karena umur batuannya lebih muda, berimbas pada ketersediaan motif dan varian yang lebih terbatas.
Makin tua usia marmer, makin indah dan mahal harganya. Salah satu keunikan marmer adalah teksturnya yang berbeda-beda. Tekstur marmer tidak pernah sama antara satu lembar dengan lembar yang lain. Hal itu terjadi karena marmer dihasilkan dari endapan tanah yang berumur ribuan hingga jutaan tahun sehingga sulit untuk menyamakannya.
Seiring perkembangan zaman, marmer kini tidak lagi hanya menjadi material penutup lantai. Jika Anda perhatikan, aksen dinding, meja, dan kursi sudah banyak yang menggunakan bahan marmer. Marmer memang pilihan tepat bagi Anda yang mendambakan hunian yang menonjolkan unsur elegan sekaligus kemewahan.
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com