Getting Time...

Eksplorasi "Nuancelle Nusantara"

Tuty Ocktaviany - Okezone
Jum'at, 19 Juni 2009 11:50 wib
detail berita
Koleksi L'Oreal Professionnel

TREN pewarnaan rambut dunia selalu menjadi acuan para hair stylish di setiap negara untuk berkarya. Sayangnya, tak semua rumusan tren tersebut bisa diterapkan masyarakat setempat.

Untuk mengatasi hal itu, para penata rambut sering kali membuat sebuah tren sendiri. Tren tersebut tentu saja tetap mengadaptasi inspirasi tren dunia, namun disesuaikan dengan jenis dan warna rambut khas wanita Indonesia.

Memasuki musim semi 2009, L'Oreal Professionnel kembali melansir inovasi terbaru dalam pewarnaan rambut. Kali ini, indahnya taman bunga menjadi sumber inspirasi pewarnaan rambut terkini dan diberi judul "Precious Garden".

Untuk memahami kebutuhan wanita Indonesia, tim ambassador hairdresser L'Oreal Professionnel Indonesia secara khusus menciptakan tren baru yang mengadaptasi inspirasi koleksi "Precious Garden". Mereka adalah Alfons, Andy Lie, Arie Hidayat & Bambang Harryono (Arie & Harry), Irwan Doke dan Roy Jhanie.

"Warna-warna hangat dan lembut, seperti kemerahan, kecokelatan, dan keunguan dipilih agar dapat mengaksentuasi warna kulit Asia dan membuat tampilan akhir mereka lebih cerah dan hidup. Selain itu, tatanan rambut yang dipilih juga disesuaikan dengan gaya hidup dan selera mereka," tutur Queentia Tampubolon, marketing Manajer L'Oreal  Professionnel Indonesia dalam keterangan pers yang dikirim ke redaksi okezone.

Kelima brand ambassador L'Oreal Professionnel Indonesia tersebut merumuskan tema besar berjudul "Nuancelle Nusantara". Tema tersebut kemudian diinterpretasikan kembali pada koleksi masing-masing dengan tema yang berbeda pula.

Mengusung tema "Wild Orchid", Alfons  terinspirasi dengan eksotisme anggrek hitam di tanah Papua. Nuansa warna red copper dan cokelat keunguan dari majirouge 5.62 sebagai dasar dan majirouge 7.40 sebagai highlight pun ia sentuhkan ke dalam kreasinya. Dengan potongan rambut bergaya oval disconnected di italic, Alfons mampu menciptakan penampilan yang energik dan sophisticated.

Sementara itu, Andy Lie mengusung tema "Sexy Ruby". Terinspirasi dari kecantikan bunga tulip, Andy menampilkan suasana kreasi yang cantik. Dia mengadaptasi potongan "bob graduation" dengan teknik disconnected di bagian belakang yang membuat tatanan rambutnya semakin anggun.

Arie & Harry juga tak mau kalah dengan dua penata rambut sebelumnya. Mereka terinspirasi gaya artis Grace Kelly yang anggun, sehingga cocok untuk wanita Asia yang feminin, glamor, dan sophisticated. Untuk mewujudkan tatanan rambut impian, Arie dan Harry menerapkan gaya French twist chignon dengan perpaduan warna-warna enerjik seperti rose ruby, violet ruby, dan marigold ruby dari majirel 4.20, majirel 6.34, majicontrast magenta red dan platinum dengan base majirel 4.42 yang disesuaikan dengan warna kulit wanita Asia.

Lain dengan koleksi Arie dan Harry, penata rambut ternama Irwan Duke mengusung koleksi berjudul "Mysterious Orchid". Koleksinya mengulik inspirasi dari kecantikan bunga anggrek. Sedangkan Roy Jhanie berkiblat pada gaya tatanan rambut era 1980-an dengan gaya rambut page boy yang membulat tebal. Roy menyebut koleksinya "Magnificent  Tiger Lily".
(tty)

Beri komentar