Getting Time...

Pentingkah Fortifikasi Susu Formula?

Mom& Kiddie
Jum'at, 26 Juni 2009 14:21 wib
detail berita
Foto: Ist

MAKANAN terbaik untuk bayi? Sudah pasti ASI. selain memberikan semua unsur gizi yang dibutuhkan, ASI mengandung komponen yang sangat spesifik, dan telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan bayi.

ASI mengandung antibodi yang merupakan perlindungan alami bagi bayi baru lahir, ASI juga diduga dapat meningkatkan IQ anak, serta mengandung enzim penyerapan lipase (yang sampai saat ini belum bisa ditiru oleh susu formula, karena enzim ini rusak karena pemanasan).

Pemberian ASI juga berperan penting dalam hal perkembangan Emotional Quatient (EQ) anak. Kedekatan dengan ibu ketika mendapatkan ASI, membuat anak merasa aman dan disayang, sehingga akan berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak. Kalau ASI sudah sedemikian lengkap, sebenarnya masih perlukah susu formula bayi?

Menurut WHO, 98 persen wanita mempunyai kemampuan fisiologis untuk menyusui, yang berarti hanya 2 persen wanita yang tidak mampu menyusui karena alasan fisiologis. Bayi-bayi yang tidak mendapatkan ASI karena berbagai sebab dan pertimbangan, perlu pemberian susu formula bayi (artinya pemberian susu formula kepada bayi hanya dilakukan bila memang benar-benar dibutuhkan). Keadaan ini membuat produsen memproduksi susu formula, yang dalam perjalanannya malah dijadikan makanan utama untuk bayi bukan hanya oleh ibu yang tidak mampu menyusui, tetapi juga oleh ibu yang belum menyadari keunggulan ASI.

Karena ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, maka berbagai penelitian tentang ASI dilakukan guna meningkatkan kualitas susu formula bayi. Produsen menambahkan berbagai komponen agar susu formula bayi dapat menyamai kualitas ASI. Namun demikian ASI tidak akan pernah bisa digantikan oleh susu formula bayi karena masih banyak kandungan ASI yang sampai saat ini belum diketahui

Selain penambahan vitamin (A, D, E, K, B1, B2,B6, B12, C), mineral (kalsium, fosfor, magnesium,dll), dan zat gizi lain seperti asam linoleat, kolin, asam folat, asam pantetonat, nikotinamid dan biotin, sering pula ditambahkan ARA (arachidonic acid) dan DHA (docosahexonic acid) pada susu formula, walaupun sampai sejauh ini belum cukup bukti ilmiah yang menjamin bahwa penambahan kedua komponen tersebut bermanfaat bagi bayi.

Beberapa studi menunjukkan beberapa manfaat yang diperoleh dari suplementasi nukleotida, di antaranya perbaikan pertumbuhan selama masa tumbuh kembang pada bayi dengan berat badan lahir yang kurang, berkurangnya kejadian diare, perbaikan fungsi imunologi pada komponen darah bayi dengan respon antibodi yang lebih besar terhadap imunisasi dipteri dan imunisasi influenza, serta perubahan metabolisme lipid. Meskipun demikian, untuk bayi yang lahir normal dengan berat badan normal, belum ada bukti adanya manfaat suplementasi pada formula bayi.

Sedangkan penambahan lutein belum diketahui manfaatnya untuk apa karena menurut peraturan internasional, lutein belum termasuk dalam kelompok vitamin atau sebagai zat gizi lain.
(tty)

Beri komentar