Getting Time...

Bulimia Dapat Berakibat Fatal

Genie - Genie
Rabu, 1 Juli 2009 09:54 wib
detail berita
(foto: corbis).

Cantik berarti langsing. Jika tidak, tidak cantik. Tidak seksi. Konsep seperti itu mempengaruhi konstelasi psikologis orang. Kalau tak cantik, orang bisa tak percaya diri. Konsep itu pada gilirannya mempengaruhi pola makan.

Pola makan yang terganggu karena faktor psikologis seperti ini disebut dengan bulimia nervosa. "Biasanya bulimia itu menyerang orang usia remaja dan dewasa yang menjadi korban mode atau majalah yang mengatakan bahwa wanita cantik itu yang ramping," kata dr. Inayah, SpG, dari Klinik Hang Keliu, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penderita bulimia nervosa ini biasanya tidak langsung ketahuan oleh orang lain karena berat badannya normal dan tidak terlalu lurus. Namun, di balik itu semua, rasa percaya diri mereka rendah dan mereka sering mengalami depresi. Mereka akan menunjukkan tingkah laku yang komulatif, seperti mengutil di pasar swalayan atau mengalami ketergantungan pada alkohol atau lainnya.

Gejala dan Bahaya. Penderita bulimia nervosa akan makan dalam jumlah yang sangat berlebihan. Menurut riset, rata-rata penderita bulimia nervosa mengonsumsi 3.400 kalori setiap satu seperempat jam, padahal kebutuhan normal hanya 2.000-3.000 kalori per hari. Jika demikian, mineral tubuh seperti zodium dan potasium akan terganggu.

Penderita juga akan berusaha keras untuk mengeluarkan kembali apa yang telah dimakannya dengan cara memuntahkan kembali atau dengan menggunakan obat pencahar. "Minimal dalam seminggu dua kali mereka akan memakan makanan kesukaan mereka dengan sangat banyak. Setelah itu, mereka akan mengeluarkan kembali," sambung dr. Inayah. Secara teratur menggunakan obat-obatan untuk mencegah agar berat badannya tak mudah naik. Tak jarang mereka berolahraga secara berlebihan.

Pada saat makanan yang dimakan dikeluarkan, zodium dan potasium juga ikut keluar. "Kalau hal itu sampai terjadi, penderita akan menjadi lemas dan jantung berdebar-debar," ujarnya. Selain itu, penderita juga dapat terkena osteoporosis jika kalsiumnya ikut keluar.

Muntah secara berulang dapat merusak lambung dan saluran esofagus, saluran antara kerongkongan dan lambung, karena memaksa lambung untuk melakukan kontraksi secara tidak wajar. Asam lambung yang keluar bersama muntah, kata dr. Inayah, akan membuat gusi menyusut dan email gigi mengikis. "Jika kita salah mencolok di dalam tenggorokan itu akan mengakibatkan stroke ringan," tandasnya.

Sekali lagi, bulimia nervosa dipengaruhi oleh faktor psikologis. Jika faktor ini tak segera ditangani, si penderita bulimia akan merasa takut melihat makanan. Itu biasanya disebut sebagai anorexia. "Dengan makan satu suap saja, dia akan merasa berat badannya bertambah," sambungnya. Penyakit ini bisa membaik atau pun memburuk. Bisa semakin lama semakin buruk tanpa ada tanda-tanda perbaikan sama sekali.

Tubuh penderita bereaksi terhadap kondisi ini dengan cara menghentikan beberapa proses, seperti tekanan darah menurun, napas melemah, menstruasi terhenti, dan keluar kelenjar teroid yang mengatur pertumbuhan menghilang. Kulit menjadi kering dan rambut dan kuku rapuh. Jika gangguan ini tak segera ditangani, penderita bisa meninggal dunia.

Penanganan. Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan ini adalah menghilangkan faktor penyebabnya. Penderita harus relaks dan sadar sepenuhnya bahwa masing-masing tubuh mempunyai cetakan genetik sendiri. Ada yang kurus, ada yang atletis. "Tidak semua orang memiliki tubuh yang kurus dan semampai," ungkapnya. Selain itu, penderita pun harus sadar bahwa komposisi otot berbeda. Ada yang kekar dan ada yang tidak.

Harus disadari juga bahwa masing-masing tubuh memiliki tipe yang berbeda. Orang yang badannya gemuk di bawah, risiko kesehatannya lebih baik daripada yang gemuknya di bagian atas. Terutama orang yang gemuk di bagian perut. Oleh karena itu, pola makan sehat harus dijaga agar terhindar dari obesitas.

Selain dengan mengatur pola makan yang sehat, bulimia ini dapat juga ditangani dengan hipnoterapi itu pengobatan yang berkesinambungan. Hipnoterapi tak bisa berdiri sendiri tanpa melihat gizi si penderita bulimia," tambah Jovita Trikomandito, Cevtifird Hypnotherapist dari Hang Lekiu.

Adapun terapi yang dilakukan oleh Jovita adalah dengan membawa si pasien ke alam bawah sadar dan mengubah perilaku seseorang sehingga dapat meningkatkan kembali kesadaran, kesehatan, dan kemampuan diri untuk meraih tujuan hidup yang lebih baik. (uky)

Beri komentar