Getting Time...

Perlukah Ganti Nama Setelah Menikah?

Koran SI - Koran SI
Kamis, 2 Juli 2009 13:42 wib
detail berita
Foto: Ist

KETIKA seorang perempuan menikah, ia biasanya dihadapi pilihan untuk mengganti nama gadisnya atau tidak. Umumnya, setelah menikah, para perempuan memang mengganti nama belakangnya dengan nama sang suami.

Sebenarnya, hal ini bukanlah masalah besar. Namun, bagi perempuan yang memiliki karier yang bagus, mengganti nama sedikit banyak bisa memengaruhi kariernya. Sebabnya, para kolega dan klien, atau siapa pun yang ada di bidang kerja yang sama dengannya, sudah menanamkan di benaknya bahwa, misalnya nama Kamila Yusuf adalah orang yang kompeten dalam bidang desain.

Bagaimana jika setelah menikah, Kamila harus mengganti nama menjadi Kamila Sutomo? Mungkin orang tidak sadar bahwa dua nama tersebut dimiliki oleh orang sama. Bisa jadi, setelah pergantian nama tersebut, banyak peluang kerja yang terlewatkan karena orang-orang mencari nama Kamila Yusuf,bukan Kamila Sutomo.

Jika seorang perempuan dihadapkan pada pilihan seperti ini, apa yang harus dilakukan? Tentu saja ada beberapa pilihan yang bisa jadi bahan pertimbangan.

Pertama, menggunakan nama suami di belakang nama depan. Cara ini bisa ditempuh jika memang ia baru saja memulai karier dan belum banyak orang yang mendengar soal kredibilitasnya. Namun, jika kariernya sudah berada dalam posisi yang baik, maka sebaiknya ia memberitahukan perubahan nama tersebut melalui e-mail atau memo pada kolega atau rekan bisnis.

Kedua, tetap menggunakan nama gadis atau nama lahir. Mereka yang memilih opsi ini biasanya beralasan agar pernikahannya tidak berpengaruh terhadap perkembangan kariernya. Selain itu, bagi mereka, mengubah identitas bisa berpengaruh pada kestabilan pribadi mereka.

Ketiga, memiliki dua nama sekaligus. Seorang perempuan bisa tetap menggunakan nama aslinya saat bekerja atau berhubungan dengan pekerjaan.Tapi di luar itu, ia menggunakan nama barunya (nama depan dan nama suami) untuk bersosialisasi.

"Pilihan ini cukup berisiko karena mereka yang telah mencobanya merasa memiliki dua kepribadian. Misalnya, saya Mary Smith di tempat kerja, tapi di rumah nama saya menjadi Mary Jones," ujar konsultan karier Dawn Rosenberg McKay, seperti dikutip about.com.

Keempat, mengombinasikan nama keduanya. Misalnya, Kamila Yusuf setelah menikah dengan Rommy Sutomo menjadi Kamila Yusuf-Sutomo. Mereka yang menggunakan pilihan ini merasa lebih ada keseimbangan dalam diri mereka.

Kelima, menambahkan nama suami di belakang namanya. Cara ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan pilihan keempat. Jadi ia bisa saja mengubah namanya menjadi Kamila Yusuf Sutomo. Dengan cara ini, sang perempuan bisa tetap menggunakan nama aslinya, juga tetap menghargai pernikahan dan nama suaminya. Jika pilihan ini yang diambil, jangan lupa pula untuk memberitahukannya kepada para kolega atau rekan bisnis.
(tty)

Beri komentar