Getting Time...

Warnai Taman Anda

Koran SI - Koran SI
Jum'at, 3 Juli 2009 15:37 wib
detail berita
Foto: Ist

FASHION atau mode tidak hanya ada di dunia rancang busana. Di ranah pertamanan, fashion juga bisa terlihat dari bagaimana Anda mengatur warna taman, memilih warna, atau menata apa saja yang ada di taman tersebut.

Sebuah taman yang fashionable adalah taman yang tidak terlalu heboh penataannya, tetapi lebih berkonsentrasi pada bentuk (form) serta tekstur. Dan yang paling penting lagi, Anda tidak perlu terlalu mengikuti apa yang sedang tren untuk diaplikasikan ke dalam taman Anda.

"Beberapa warna taman yang sering menjadi pilihan dan akan terlihat bagus, misalnya nuansa warna hijau atau putih. Warna tersebut juga sangat cocok diaplikasikan untuk memperoleh nuansa taman yang formal," kata desainer taman Arimbi Putera.

"Salah satu kombinasi warna taman yang cukup menjadi favorit adalah penggunaan warna-warna seperti biru, ungu, kuning, dan putih. Untuk taman yang berkesan Mediteranian, Anda bisa memilih bunga-bunga seperti lavender, salvia, rosemary, teucrium, dan helianthemum," tambahnya.

Warna-warna taman yang panas dan hangat sempat menjadi tren pada 2007. Jika taman Anda berada di spot yang terkena langsung sinar matahari, tanaman berwarna-warni itu sangat pas diletakkan di sana. Selain bisa membiaskan warna silau matahari, warna warna panas juga dapat memberikan efek "wow" pada yang melihatnya.

"Memang tidak bisa dibantah kalau warna adalah salah satu faktor yang paling menonjol dari sebuah taman. Biasanya saat mendesain taman, warnalah yang pertama menjadi bahan pemikiran orang karena ia yang akan membuat taman terlihat lebih menakjubkan," tutur Arimbi.

Kombinasi warna yang baik juga bisa menghasilkan spektrum warna yang indah. "Coba saja Anda aplikasikan warna ungu-merah bergradasi ke warna merah-oranye dan bergradasi lagi ke warna oranye-kuning. Pasti taman Anda akan terlihat 'wow'," papar pria kelahiran 12 Agustus 1978 itu.

Ada patokan tertentu dalam mengombinasikan warna. Warna primer adalah warna-warna seperti merah, kuning, dan biru. Semen- tara warna-warna yang masuk kategori sekunder adalah oranye, hijau, dan ungu. Warna tersier adalah warna-warna seperti oranye kekuningan, hijau kebiruan, serta biru keunguan. Semua warna tersebut bisa Anda dapatkan dengan mencampurkan warna-warna yang ada. Jika tahu bagaimana mencampurkan warna-warna di atas, Anda bakal mendapatkan warna-warna pelangi di taman Anda.

Konsep dalam mewarnai taman juga terbagi atas dua macam, yaitu warna harmonious (yaitu warna yang mendukung satu sama lain, serasi, dan memiliki nilai) serta warna contrasting (yaitu warna yang justru sengaja dibuat bertolak belakang satu sama lain).

Bagaimana prinsip-prinsip dalam menciptakan taman berwarna harmonious? Warna harmonious terbagi atas dua kategori, yaitu harmonious monokromatik dan harmonious analogous. Untuk harmonious monokromatik, pilih satu corak warna dan gunakan corak warna tersebut dalam banyak varian gradasi warna serta tone.

Prinsip less is more juga masuk ke dalam kategori warna tersebut. Untuk pemula, hindari pemilihan warna yang terlalu banyak agar dapat menciptakan nuansa taman yang lebih sophisticated dan halus. Penekanan pada tekstur dan pengulangan warna akan lebih mencuri perhatian.

Sementara untuk mendapat nuansa warna harmonious analogous, Anda cukup menggunakan dua sampai tiga warna yang masih memiliki tone yang berdekatan seperti merah, oranye, dan kuning.

Untuk kombinasi warna contrasting, juga terbagi atas dua kategori yaitu contrasting complementary dan contrasting polychromatic. Pada nuansa warna contrasting complementary, gunakan dua warna yang saling bertolak belakang seperti merah dan hijau, oranye dan biru, atau kuning dan ungu. Gunakan warna yang satu sebagai warna utama atau focal point dan warna satunya untuk aksen tambahan.

Sementara untuk warna contrasting polychromatic, Anda harus menggunakan semua gradasi warna yang ada. Tapi agar tak terlihat "berantakan", pastikan Anda tahu bagaimana mengombinasikan warna-warna tersebut. Tanyakan pada ahlinya jika Anda masih ragu.
(tty)

Beri komentar