Missionary, Posisi Seks Ternikmat

Rabu, 22 Juli 2009 - 14:57 wib | Adhini Amaliafitri - Okezone

Foto: Corbis

Missionary, Posisi Seks Ternikmat
POSISI missionary banyak disukai kaum hawa, karena membuat mereka mudah meraih puncak kenikmatan. Tak hanya wanita saja yang dapat menikmati gaya bercinta yang satu ini, kaum adam pun bisa menikmatinya.

Salah satu alasan banyak wanita menyukai posisi missionary adalah bisa meminta pasangan melihat satu sama lain dan berharap bisa menatap mata pasangan saat tengah bergumul. Dengan mata saling menatap dapat membantu wanita meraih the big O.

Untuk Anda yang ingin membuat pasangan dapat merasakan hal yang sama, maka tak ada salahnya mengikuti panduan yang dipaparkan Redbookmag.

Untuk menikmati posisi miisionary, maka Anda harus memberi jarak sekira dua sentimeter di atas tubuh pasangan. Dengan posisi ini, tulang pinggang Anda bisa bersandar di atas pinggul pasangan. Sehingga pertemuan antara Mr P dan Miss V akan lebih intens.

Salah satu letak G-spot pada tubuh wanita ialah Miss V. Karena itu, pria dituntut untuk mengetahui cara paling jitu untuk memanfaatkan letak G-spot tersebut.

"Gaya missinonary dapat memberi tekanan lebih dalam pada area klirotis Miss V. Posisi ini dapat terus menerus memberi rangsangan bagi wanita. Sehingga, dengan sendirinya kesempatan meraih orgasme lebih  besar," ujar Barbara Keesling, Ph. D penulis Sexual Pleasure: Reaching New Heights of Sexual Arousal & Intimacy.

Meski terlihat mudah, namun saat melakukan teknik intercourse juga harus diperhatikan. Penulis Expanded Orgasm: Soar to Ecstasy at Your Lover? 's Every Touch Patricia Taylor memaparkan, Mr P yang bergerak cepat dan konstan bisa menimbulkan rasa bosan.

"Namun jika Anda melakukannya dengan pelan, maka bisa memberikan waktu pada wanita untuk mengikuti ritme Mr P. Selain itu, Anda berdua dapat merasakan sensasi tak seperti biasanya," ungkap Taylor yang menyandang gelar sex coach itu. (nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menkes di era Jokowi, Tak Harus Profesi Dokter