USIA tak dapat membatasi seseorang untuk berkarya. Ungkapan itu pantas diberikan pada Amanda Purnomo Marki. Pasalnya, bersama Allure Kids Amanda meluncurkan koleksi batik untuk anak. Seperti apa?
Allure Kids yang terkenal dengan koleksi batiknya membuka gerai terbaru di kawasan Plaza Indonesia. Peresmian gerai terbarunya itu ditandai dengan fashion show buah karya seorang desainer cilik.
Perkembangan fesyen memang berdampak pada seluruh usia, tak terkecuali anak-anak. Berangkat dari pemenuhan kebutuhan terhadap baju anak yang berkualitas, baik dari segi desain maupun bahan, Allure kids menawarkan koleksi yang berbeda.
Tak hanya itu saja, Allure Kids juga berupaya memperkenalkan batik terhadap anak-anak Indonesia agar mereka ikut bangga dan mencintai buatan Indonesia.
Pada acara grand opening Allure Kids dimeriahkan dengan penampilkan A Charity Fashion Show featuring Amanda Purnomo Marki. Amanda merupakan perancang muda berbakat yang kini duduk di tahun ke 5 SD British International School.
Amanda ikut memamerkan rancangannya dengan berbagai koleksi Allure batik. Meski masih belia, dara yang memiliki nama lengkap Amanda Nindra Purnomo Marki ini telah banyak menelurkan desain baju anak yang rata-rata bernuansa ceria, sportif, dan memancarkan semangat anak-anak.
Melalui buah karyanya itu, Amanda berhasil meraih penghargaan dari Muri sebagai "Perancang Termuda di Indonesia" pada tahun 2008. Dengan penghargaan tersebut, Amanda berhasil membuktikan jati diri sebagai perancang berbakat yang memiliki talenta dan keunikan tersendiri.
Dengan sentuhan tangan dingin Amanda, batik Allure dieksplorasi jadi rancangan batik anak yang memikat, lucu, nyaman dipakai, sekaligus memancarkan sense of childhood yang unik.
Fashion show yang dilakukannya telah mematahkan anggapan bahwa usia memengaruhi langkah seseorang untuk maju. Dengan langkahnya itu, penggesek biola ini bisa membuktikan diri mengukir karya yang berkualiatas.
Pergelaran Allure Kids ini tak hanya sebagai ajang pembuktian diri. Namun, ada tujuan mulia lainnya yang ingin dicapai. Di mana pada sebagian keuntungan yang diraih dari fashion show akan disumbangkan kepada scavenger children (anak pemulung sampah) "Sekolah Kami" yang berada di Jalan Bintara Jaya, Bekasi Barat.
Adapun koleksi Allure Kids tersebut hadir dalam lima sekuan, yang ketiga sekuannya didominasi karya-karya Amanda.
Sekuan pertama dan kedua, hadir dengan tema "My Little Wonderland". Dalam sekuen tersebut dipamerkan koleksi Allure Kids teranyar sebanyak 21 rancangan yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan selera anak-anak.
Tampil unik dengan detail desain yang jauh berbeda dari koleksi busana anak lainnya, membuat sekuen ini penuh kejutan. Baik dari segi detil desain maupun model busananya yang lucu.
Desain dengan aksen balon yang berpadu dengan motif batik ceria mendominasi sekuen 3. Hadir dengan tema "Such of Cheerful Ballon", Amanda mengajak anak-anak larut dalam keceriaan dan kegembiraan.
Warna-warna terang ikut mempercantik koleksi yang dirancang Amanda. Detail desain batik yang cukup besar, juga menjadikan koleksi Amanda terasa ringan dan fun.
Dalam "Beautiful Batik Flare", membuat anak-anak seakan berimajinasi. Mengenakan koleksi ini, akan terlihat penuh semangat, spontan dan aktif.
Lucu dan manis, merupakan wujud tampilan koleksi yang dihadirkan Amanda. Jadi, jangan heran bila Anda melihatnya langsung merasakan kehebatan dan bakat Amanda dalam merancang busana.
Terinsiprasi dengan berbagai model coat, Amanda mengemas setiap koleksi busananya jadi terlihat sempurna. Dalam tema "Amazing Coatland Kids", Amanda menampilkan baju batik bermodel jas.
Merancang baju jas yang ringan, fun, dan segar tentu tidaklah mudah. Apalagi, bahan dasar yang digunakan adalah batik.
Namun, dengan kelihaian tangan Amanda, "Amazing Coatland Kids" dapat terwujud. Anak-anak yang memakainya pun tampak siap meraih masa depan gemilang, penuh percaya diri, berkesan educative, tapi tetap childish.
Penasaran dengan proses pembuatan batik buah karya Amanda? Saat ditemui di Lamoda Cafe Plaza Indonesia, Amanda tak pelit membagi cerita.
Diakui Amanda, sebelum mendesain busana, ia sering mencari referensi dari berbagai desain luur maupun dalam negeri.
"Sebelum medesain, aku lihat majalah fesyen luar dan dalam negeri. Aku enggak meniru desain tersebut, tapi ada yang ditambah dan dikurangi dari desain yang kulihat. Yang paling aku suka adalah motif bunga," ungkapnya.
Yang menarik, desain setiap busana mampu diselesaikan Amanda dalam kurun waktu singkat, 10 menit!
"Satu baju hanya memakan waktu 10 menit. Koleksi ini juga didominasi dengan warna terang seperti pink dan biru," tandasnya. (nsa)