Tebarkan Humor di Tempat Kerja

|

Koran SI - Koran SI

Foto: Corbis

Tebarkan Humor di Tempat Kerja
HUMOR sering kali dianggap hanya cocok dilemparkan di situasi santai yang jauh dari kesan serius. Padahal, menerapkan humor ditempat kerja justru bisa mencairkan suasana tegang dan stres.

Mungkin Anda pernah mengalami suasana rapat yang tegang dan penuh debat, tiba-tiba bisa mencair saat ada seseorang yang melontarkan humor tentang situasi tegang tersebut. Saat suasana mencair, bisa dipastikan hampir semua orang yang berada di ruangan merasa lega karena ketegangan akhirnya bisa cair hanya karena sebuah humor.

Begitu hebatnya kekuatan humor untuk mencairkan suasana hingga muncul pepatah bahwa, "humor dan tawa adalah obat terbaik bagi semua penyakit". Penelitian ilmiah bahkan sudah membuktikan bahwa humor bisa digunakan sebagai bagian dari terapi menyembuhkan penyakit kanker dan beberapa penyakit yang diderita anak-anak.

Diyakini, saat tertawa, jantung akan meningkatkan pernapasan, menyerap oksigen, dan membuat darah terpompa ke jantung. Dampaknya, hormon stres  akan berkurang dan hormon endorphin yang membuat rasa bahagia meningkat.

Nah, karena saat bekerja banyak orang yang rentan terhadap stres, sangat diajurkan agar Anda sering melemparkan lelucon di tempat kerja. Tentunya, tetap harus ada panduan bagaimana melontarkan humor yang benar, agar tidak direspon negatif.

Hindari humor berbau seksual

Demi menjaga perasaan rekan kerja yang berlawanan jenis, jangan pernah melemparkan humor berbau seksual. Anda tetap tidak diperbolehkan meski telah mengenal mereka selama bertahun-tahun.

Hindari humor berbau SARA

Hindari pula humor berbau suku, agama, ras, dan golongan, termasuk juga tampilan fisik seseorang. Anda tentu tak ingin ada orang yang terluka hatinya karena humor Anda bukan? Kecuali jika yang dijadikan bahan humor adalah Anda sendiri, silakan saja.

Humor situasi

Buatlah humor dari situasi yang sedang Anda hadapi, bahkan kala situasi tersebut tidak menyenangkan. Anda bisa membuat humor tentang koneksi internet yang lama, AC yang mati, atau bahkan pekerjaan yang seperti tak ada habisnya.

Tertawakan diri sendiri

Bersenang-senanglah dengan "kebodohan" Anda sendiri. Jika Anda lupa menaruh catatan penting, dan tak bisa membaca tulisan tangan Anda sendiri, buatlah lelucon dari hal tersebut. Ini adalah jenis humor yang tidak akan berbahaya karena Anda menertawakan diri sendiri, bukan orang lain. Menertawakan diri sendiri diyakini juga sebagai terapi untuk bisa menerima diri sendiri apa adanya sekaligus sebagai kesehatan emosi seseorang.

Jangan menggunakan lelucon lama

Lelucon lama sering kali sudah dianggap tak pantas dan tak beretika jika disampaikan di zaman sekarang. Karena itu, berhati-hatilah terhadap lelucon yang sudah usang.

Jadi insider dulu

Jika Anda masih karyawan baru, sebaiknya berhati-hati melemparkan lelucon. Bisa jadi humor Anda tak terlalu ditanggapi, atau lebih buruk lagi, direspons negatif.

Taruh gambar lucu atau anekdot lucu di papan buletin kantor

Mainkan permainan lucu

Saat lepas deadline atau saat akan rapat, mainkan sejenak permainan lucu yang bisa memancing tawa dan semangat rekan kerja. Dengan membuat suasana cair, maka pikiran akan lebih ? terang?, suasana lebih santai, hingga ide-ide bagus bisa saja bermunculan saat rapat tiba.

Humor saat Rapat

Saat sedang rapat atau pidato, seorang atasan atau pimpinan juga bisa melemparkan humor. Atasan yang senang melemparkan humor bisa dianggap sebagai atasan yang fleksibel dan membuat anak buahnya tak ragu untuk menceritakan segala masalah yang ditemuinya di tempat kerja. Bagaimana caranya melontarkan humor saat rapat atau berpidato, berikut saran yang bisa digunakan.

Mulai dengan humor ringan. Sebagai awalan, coba lemparkan humor ringan tentang situasi yang dialami semua orang diruangan tersebut, misalnya tentang kondisi macet, cuaca buruk, atau berita terkini yang menjadi pembicaraan banyak orang.
Pinjam humor para tokoh. Bisa juga Anda mengutip perkataan para tohoh yang berhubungan dengan topik yang akan Anda bahas. Manfaat dari humor di awal pertemuan ialah agar suasana lebih cair dan tidak tegang. Dengan suasana yang lebih santai, setiap orang bisa dengan mudah mengungkapkan balasan atau jawaban dari humor tersebut, yang kira-kira sesuai dengan mudah mengungkapkan ide atau pendapat mereka di ruang rapat.

Siapkan humor cadangan. Jika ternyata humor Anda tidak membuat mereka tertawa, siapkan balasan atau jawaban dari humor tersebut, yang kira-kira sesuai dengan pengalaman atau latar belakang mereka, agar mereka mengerti maksud humor Anda.

Humor tidak sama dengan lelucon. Lelucon lebih mirip cerita lucu, sedangkan humor lebih dekat dengan mencari hal yang lucu dari situasi atau keadaan yang tengah berlangsung. Ada baiknya Anda menggunakan humor daripada lelucon karena humor umumnya dipandang lebih cerdas daripada sebuah lelucon.

Terus melucu. Humor di saat rapat atau berpidato sangat diperlukan agar audiens tidak bosan mendengarkan. Suara tawa mereka saat Anda melemparkan humor adalah sebuah pertanda nonverbal bahwa mereka mendengarkan perkataan Anda.

Gunakan bahasa nonverbal Anda juga bisa menggunakan mimik yang lucu saat menceritakan sebuah kisah atau mempraktikkan suatu hal saat menerangkan sesuatu kepada audiens atau bawahan Anda.
(nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ayu Ting Ting Pakaikan Bilqis Bando supaya Feminin