Trendi dengan Dinding Kaca

|

Koran SI - Koran SI

Foto: Istimewa

Trendi dengan Dinding Kaca
ANDA tentu pernah melihat rumah yang tembus pandang karena hampir seluruh dindingnya terbuat dari kaca. Namun, jangan salah, rumah seperti itu tidak bisa disebut glass house.

Yang dimaksud glass house adalah rumah yang memang terbuat dari kaca, namun bukan untuk digunakan sebagai rumah tinggal. Glass house biasanya digunakan sebagai tempat pembudidayaan tanaman. Sementara rumah dengan arsitektur kaca biasanya menggunakan kaca sebagai bahan dasarnya hampir sebesar 70-80 persen.

Dahulu, tempat yang memiliki konstruksi bangunan berbahan kaca terbatas pada gedung-gedung perkantoran dan gedung pencakar langit saja. Namun, tampaknya tren menggunakan kaca sudah "mampir" ke dunia properti rumah tinggal. Kini, kaca telah menjadi struktur inti dan elemen desain untuk banyak rumah tinggal.

Penggunaan kaca, dari segi penerangan, sangat berguna karena membantu mengantarkan cahaya sinar matahari langsung ke dalam rumah, tentunya pada siang hari. Menurut arsitek Marina L, kaca bisa membuat rumah terlihat lebih luas daripada aslinya.

"Rumah tinggal yang menggunakan kaca pada sebagian besar bangunannya membawa natural flow dari luar ke dalam dan sebaliknya sehingga memberikan nuansa kedamaian serta keheningan," ujarnya.

Penggunaan kaca sebagai bahan bangunan tidak semahal jika Anda menggunakan beton sebagai dinding utama rumah. "Kaca dapat di-recycle. Jadi selain murah, juga sangat ramah lingkungan," sebut Marina.

Meningkatnya penggunaan kaca sebagai bahan dasar konstruksi rumah seiring-sejalan dengan meningkatnya produksi dan teknologi kaca itu sendiri. Awalnya orang ragu-ragu menggunakan kaca sebagai bahan dasar konstruksi bangunan rumah karena terkesan rawan pecah. Namun, seiring meningkatnya kecanggihan teknologi, kaca pada zaman modern seperti saat ini bisa dibuat lebih kuat, lebih aman, dan efisien untuk energi.

"Dulu kaca di perumahan hanya sebatas kaca jendela sebagai tempat keluar-masuk udara dan cahaya. Sekarang penggunaannya sudah difungsikan sebagai elemen arsitektur interior juga eksterior," kata Marina.

Kaca sebagai elemen arsitektur eksterior, antara lain diterapkan pada bagian muka suatu gedung, atap, skywalks, pintu masuk, pintu berputar, kanopi, winter garden, dan glass house pembudidayaan tanaman. Semua itu memungkinkan sinar matahari dapat masuk secara leluasa. Penampilan eksterior pun jadi terlihat lebih unik. Sementara untuk interior, kaca digunakan pada tangga rumah, lorong berjalan, serta dinding.

"Ada lho rumah yang semua dindingnya kaca. Tapi, ada juga yang dikombinasikan dengan dinding beton," sebut Marina.

Penggunaan banyak kaca sebagai bahan dasar bangunan harus berkompromi dengan aspek lainnya. Misalkan syarat untuk kesejukan dan panas. Sering yang terjadi pada arsitektur rumah kaca adalah efek terbalik, seperti panas pada musim dingin dan dingin pada musim panas.

Untung sudah ada kemajuan pada industri pembuatan kaca yang juga memberikan benefit pada kita. Salah satu contohnya adalah kaca dengan kualitas selektif spektrum yang mengalirkan cahaya ke dalam rumah tanpa membahayakan atau memberi kerugian pada penghuni rumah tersebut serta isi rumah lainnya.

Nah, apakah Anda sekarang mulai tertarik memiliki rumah dengan arsitektur kaca? Mungkin saja rumah Anda menjadi satusatunya rumah dengan model seperti itu sehingga terlihat paling unik di antara rumah-rumah lain di kompleks perumahan Anda. (nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Benarkah Sering Minum Susu Rentan Patah Tulang?