NONGKRONG di kafe sambil dihibur live music, itu sih biasa. Namun, jika Anda ingin bersantap seraya menikmati konser musik di atas panggung besar di pinggir pantai,Backstagelah jawabannya.
Sesuai dengan slogan ?Beach Concert Café?, kafe Backstage yang berlokasi di kawasan wisata Pantai Ancol Jakarta menawarkan suguhan life entertainment bagi pencinta musik sekaligus petualang kuliner. Identitas ini sudah tampak manakala Anda menapakkan kaki di kafe berkapasitas 600 tempat duduk itu. Lorong lega yang mengantar pengunjung menuju ke panggung ditempeli foto-foto konser musik berukuran besar di sisi kanan dan kiri.
Anda dapat memilih tempat duduk di dalam dengan sentuhan interior art deco minimalis yang homey, atau di luar agar dapat merasakan atmosfer dan semilir angin pantai. Jika Anda bertandang di malam hari,nuansa indah dan meriah akan semakin terasa. Selain tata cahaya interior yang atraktif,akan tampak pula pemandangan laut dihiasi kerlip lampu-lampu yang berasal dari kapal maupun gedunggedung. Pada malam hari pula, mulai pukul 20.00 WIB, pengunjung akan dihibur oleh konser musik yang digelar setiap hari di area panggung pinggir pantai.
Menurut sang manajer operasional, Gazar A Nazarudin, panggung tersebut sengaja didesain agar pengunjung serasa duduk di kafe sambil menikmati makanan dan menyaksikan konser musik dengan suasana pantai yang alami. ?Bagi pengunjung yang ingin ikut bernyanyi atau bermain musik di panggung, silakan saja,? kata Gazar, seraya mengungkapkan bahwa kelahiran Backstage dibidani perusahaan berlatar belakang dunia entertainment, yaitu Musica, Mata Elang, dan Deteksi Production.
Bagi pehobi makan, tak perlu khawatir karena di sini Anda dapat memesan aneka makanan dan minuman mulai dari lokal,Asia,hingga Western. Untuk menu lokal, tengoklah ke sebuah gerobak yang berlokasi tak jauh dari panggung. Di sini, Anda akan mendapati mi jawa asli Kediri yang meliputi mi goreng, mi kuah, nasi goreng, dan nasi mawut. ?Menu tradisional ini dimasak dengan tungku dari arang sehingga aroma dan rasanya beda.
Semua bumbu dibawa langsung dari Kediri, termasuk tukang masaknya,? jelas Gazar. Pencinta hidangan buntut sebaiknya juga tidak melewatkan buntut bakar yang spesial karena diolesi saus barbeque.Sebagai pendamping adalah sambal ijo yang pedas menyegarkan. ?Menu buntut ini setiap hari rata-rata habis 50 porsi,?sebut Gazar.
Pilihan lainnya adalah tumis daging ayam dengan bumbu kecombrang. Rasanya asam-manis dengan sentuhan aroma khas kecombrang. Bagi penyuka pedas, rasakan juga empuknya daging sapi tenderloindengan bumbu lada hitam yang mantap. Atau, pesan saja fish lemon grass yang tampilannya mirip sate lilit khas Bali. Minumannya pun tak kalah unik, terutama dalam hal penamaan yang berbau musik, tokoh musik, ataupun pantai.Misalnya jazzy iced tea,latin sexy tea,blues iced tea, dan beach coffee.
Ada pula hip mocktail hopyang seperti passion melody, long lennon, queen lemonade, dan drummer crush. Sementara minuman tradisional dinamai ethnic rhythm dengan dua pilihan wedang jahe dan sujae. Untuk mocktail, salah satu minuman dinamai sesuai salah satu pendirinya, yaitu mata elang. Minuman ini tampak menarik dan segar, dengan tiga warna cerah hasil campuran stroberi, grenadine, soda, serta sirup berwarna biru di bagian dasarnya.
Menyambut Ramadhan, Backstage menawarkan Paket Ramadhan berupa takjil gratis dan diskon 20% hingga pukul 19.00 WIB. ?Kami juga menyediakan musala sehingga Anda tetap dapat melaksanakan salat tarawih di sini,? pungkasnya.
Sesuai dengan slogan "Beach Concert Cafe", kafe Backstage yang berlokasi di kawasan wisata Pantai Ancol Jakarta menawarkan suguhan life entertainment bagi pencinta musik sekaligus petualang kuliner. Identitas ini sudah tampak manakala Anda menapakkan kaki di kafe berkapasitas 600 tempat duduk itu. Lorong lega yang mengantar pengunjung menuju ke panggung ditempeli foto-foto konser musik berukuran besar di sisi kanan dan kiri.
Anda dapat memilih tempat duduk di dalam dengan sentuhan interior art deco minimalis yang homy, atau di luar agar dapat merasakan atmosfer dan semilir angin pantai. Jika Anda bertandang di malam hari, nuansa indah dan meriah akan semakin terasa.
Selain tata cahaya interior yang atraktif, akan tampak pula pemandangan laut dihiasi kerlip lampu-lampu yang berasal dari kapal maupun gedung-gedung. Pada malam hari pula, mulai pukul 20.00 WIB, pengunjung akan dihibur oleh konser musik yang digelar setiap hari di area panggung pinggir pantai.
Menurut sang manajer operasional, Gazar A Nazarudin, panggung tersebut sengaja didesain agar pengunjung serasa duduk di kafe sambil menikmati makanan dan menyaksikan konser musik dengan suasana pantai yang alami.
"Bagi pengunjung yang ingin ikut bernyanyi atau bermain musik di panggung, silakan saja," kata Gazar, seraya mengungkapkan bahwa kelahiran Backstage dibidani perusahaan berlatar belakang dunia entertainment, yaitu Musica, Mata Elang, dan Deteksi Production.
Bagi pehobi makan, tak perlu khawatir karena di sini Anda dapat memesan aneka makanan dan minuman mulai dari lokal, Asia, hingga Western. Untuk menu lokal, tengoklah ke sebuah gerobak yang berlokasi tak jauh dari panggung. Di sini, Anda akan mendapati mi jawa asli Kediri yang meliputi mi goreng, mi kuah, nasi goreng, dan nasi mawut.
"Menu tradisional ini dimasak dengan tungku dari arang sehingga aroma dan rasanya beda. Semua bumbu dibawa langsung dari Kediri, termasuk tukang masaknya," jelas Gazar.
Pencinta hidangan buntut sebaiknya juga tidak melewatkan buntut bakar yang spesial karena diolesi saus barbeque. Sebagai pendamping adalah sambal ijo yang pedas menyegarkan. "Menu buntut ini setiap hari rata-rata habis 50 porsi," sebut Gazar.
Pilihan lainnya adalah tumis daging ayam dengan bumbu kecombrang. Rasanya asam-manis dengan sentuhan aroma khas kecombrang. Bagi penyuka pedas, rasakan juga empuknya daging sapi tenderloin dengan bumbu lada hitam yang mantap. Atau, pesan saja fish lemon grass yang tampilannya mirip sate lilit khas Bali.
Minumannya pun tak kalah unik, terutama dalam hal penamaan yang berbau musik, tokoh musik, ataupun pantai. Misalnya jazzy iced tea, latin sexy tea, blues iced tea, dan beach coffee. Ada pula hip mocktail hop yang seperti passion melody, long lennon, queen lemonade, dan drummer crush.
Sementara minuman tradisional dinamai ethnic rhythm dengan dua pilihan wedang jahe dan sujae. Untuk mocktail, salah satu minuman dinamai sesuai salah satu pendirinya, yaitu mata elang. Minuman ini tampak menarik dan segar, dengan tiga warna cerah hasil campuran stroberi, grenadine, soda, serta sirup berwarna biru di bagian dasarnya.
Menyambut Ramadan, Backstage menawarkan Paket Ramadan berupa takjil gratis dan diskon 20 persen hingga pukul 19.00 WIB. "Kami juga menyediakan musala sehingga Anda tetap dapat melaksanakan salat tarawih di sini," pungkasnya. (nsa)