Cuci Tangan Membuat Kita Sehat

|

Koran SI - Koran SI

Foto: Corbis

Cuci Tangan Membuat Kita Sehat
MASA depan anak di dunia, termasuk di Indonesia, menjadi perhatian serius mengingat tingginya angka kematian anak disebabkan kelaparan dan kekurangan gizi.

Data World Food Programme (WFP) menyebutkan, sedikitnya 14.000 anak di dunia melayang setiap hari karena kelaparan dan kurang gizi. Untuk mengurangi angka kematian itu, sebuah kemitraan antara WFP (badan pangan dunia) dan Unilever (perseroan terbuka) mengembangkan sebuah program yang berorientasi meningkatkan kesehatan masyarakat.

Pemberian gizi dan pendidikan kesehatan menjadi sasaran utamanya. Beberapa waktu lalu (11/8), WFP bersama Unilever, perusahaan yang bergerak di bidang nutrisi dan kesehatan,melakukan kampanye cuci tangan di sejumlah sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Anak-anak yang duduk di bangku SD menjadi sasarannya. Kampanye cuci tangan yang dibingkai dengan tema "Together for Child Vitality" itu sengaja digelar dalam rangka menyosialisasikan pentingnya hidup sehat.Unilever dan WFP menyelenggarakan kampanye cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir yang diawali dengan lokakarya melibatkan instansi pemerintah dan pihak terkait.

Dalam kampanye itu, Unilever melibatkan sejumlah LSM yang peduli kesehatan anak. Kampanye cuci tangan ini sukses digelar di berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiah (MI) di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

Sebelum dimulai kampanye, terlebih dahulu digelar peluncuran program WFP di Gedung Wanita Lombok Timur di Kota Selong. Acara ini dihadiri langsung Wakil Gubernur NTB Badrul Munir mewakili Pemprov NTB; General Manager Yayasan Unilever Indonesia Sinta Kaniawati; Deputy Country Director WFP Peter Guest,serta pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat setempat.

General Manager Yayasan Unilever Indonesia Sinta Kaniawati mengatakan, kampanye cuci tangan ini merupakan program kemitraan antara WFP dan Unilever yang menilai perlu adanya perhatian terhadap kesehatan anak di Indonesia, khususnya di wilayah NTB. Pihaknya meyakini setiap anak di dunia termasuk di Indonesia berhak mengawali hidupnya dengan baik.

Termasuk dalam hal kecukupan gizi dan higienitas, sehingga potensi fisik dan mentalnya dapat diwujudkan secara optimal. Kampanye ini merupakan program pilot yang dilaksanakan sejak Maret hingga Desember 2009. Sasaran program di NTB adalah 201 SD dan MI di Lombok Timur, di mana 55 sekolah di antaranya mendapatkan intervensi insentif. Ditambah 87 posyandu di Lombok Timur.

"Melalui program ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir akan meningkat. Program ini merupakan upaya menciptakan anak Indonesia yang sehat dan tangguh," tandas Sinta.

Program ini juga menjadi proses edukasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk menggeser pola pikir konservatif dan cara pandang terhadap pola hidup bersih dan sehat.

WFP dan Unilever menyadari pentingnya proses edukasi demi meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya hidup yang berkualitas. Menurut Public Health Education Program Manager Yayasan Unilever Indonesia dr Leo Indarwahono, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dapat memutuskan mata rantai kuman yang melekat di jari-jemari.

Dengan membiasakan diri mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, berarti telah melakukan salah satu upaya pencegahan penyakit. Masyarakat termasuk anak sering mengabaikan mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir karena kurangnya pemahaman tentang kesehatan.

Pada kesempatan itu, Deputy Country Director WFP Peter Guest menambahkan, program kesehatan ini difokuskan di beberapa wilayah di Indonesia. Kali ini, NTB menjadi sasaran utamanya setelah melakukan survei ke lapangan.WFP memberikan makanan ringan berupa roti biskuit terfortifikasi gizi bagi 90.000 anak sekolah di Lombok, atau sebanyak 320.000 anak di Indonesia.

Status gizi anak-anak mendapat perhatian di mana makanan bergizi dan pendidikan dikombinasikan untuk menciptakan anak Indonesia yang tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat. Menurut dia, Indonesia adalah negara berpenduduk besar dan memiliki wilayah luas yang menjadi potensi besar untuk mengembangkan kesehatan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Badrul Munir memberikan apresiasi atas peluncuran program tersebut. Dia menilai kampanye cuci tangan yang digalakkan WFP dan Unilever patut didukung semua pemerintah daerah kabupaten dan kota di NTB.Pada prinsipnya, kata dia, Pemprov NTB mendukung penuh program menuju anak sehat ini.

Dia meminta semua pemerintah daerah di NTB memasang poster dan spanduk untuk mendukung kampanye cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir ini. "Program seperti ini harus didukung pemerintah daerah.NTB harus menjadi daerah percontohan dan model aplikasi kampanye cuci tangan secara nasional," ungkapnya bersemangat.

Agenda kampanye cuci tangan itu juga dilanjutkan dengan mengunjungi SD Negeri 4 Aikmel Utara, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Di sekolah ini, WFP dan Yayasan Unilever memberikan bantuan berupa asupan makanan bergizi dan mesin air untuk mencuci tangan.

Selain itu, memberikan pelatihan dan pendidikan terhadap pentingnya kesehatan. Relawan WFP dan Unilever sengaja melakukan demo cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir. Kepada anak-anak didik, dipertontonkan cara mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir.

Seremoni itu menarik perhatian 206 murid dan puluhan guru pendidik. Mereka larut dalam kegembiraan saat WFP dan Unilever menyambangi sekolah yang tergolong cukup sederhana itu.Kepala SD Negeri 4 Aikmel Utara Saifuddin menyambut baik program tersebut. Dia berharap bantuan yang diberikan WFP dan Unilever terus berkelanjutan. Menurut dia, program cuci tangan yang digalakkan WFP dan Unilever ini memberikan dampak positif bagi anak didiknya. (nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Dodhy Kangen.Lagi Bingung Mix & Match Busana