Kalsium: Kuatkan Tulang & Gigi si Kecil!

Kalsium: Kuatkan Tulang & Gigi si Kecil!

Foto: Corbis

JIKA si kecil bertanya mengapa ia harus minum susu, itu berarti si kecil ingin tahu apa manfaat dari susu. Sebenarnya bukan hanya susu yang bisa dikonsumsi agar tulang kuat, namun masih banyak sumber makanan lain yang juga sebagai sumber kalsium.

Untuk Anda yang ingin mengetahui apa saja manfaat minum susu bagi si kecil, dr Titi Sekarindah, MS. SpGK, RS. Pusat Pertamina, Jakarta memaparkannya.

Peran dan Fungsi

Kalsium merupakan mineral yang penting untuk manusia, 99 persen kalsium di dalam tubuh manusia terdapat di tulang. Dan sebanyak 1 persen kalsium terdapat di dalam cairan tubuh seperti serum darah, di sel-sel tubuh, dalam cairan ekstra seluler dan intra seluler.

Peran kalsium dalam cairan tubuh:

* Kontraksi dan relaksasi otot.
* Transmisi impuls syaraf.
* Pembekuan darah.
* Mengatur rekresi hormon.
* Sebagai co factor (faktor pendukung) pada beberapa enzim.

Peran kalsium untuk tubuh manusia:

* Sebagai penguat struktur tulang.
* Sebagai bank kalsium, jika kalsium dalam darah menurun maka tubuh akan mengambil cadangan dari tulang dengan bantuan beberapa hormon.

Adapun fungsi kalsium bagi tubuh:

1. Pembentukan tulang dan gigi. Dengan asupan kalsium yang baik, tulang dan gigi menjadi kuat dan tumbuh normal. Asupan kalsium sangat penting untuk ibu hamil dan menyusui, sehingga anak-anaknya mempunyai gigi dan tulang yang sehat. Untuk tulang anak-anak yang kekurangan kalsium dan vitamin D akan menjadi kurang kuat, bahkan bentuk kakinya bisa menjadi X atau O.
2. Mengatur pembekuan darah.
3. Kontraksi otot dan relaksasi otot. Bila kalsium rendah maka otot tidak dapat relaksasi sehingga menimbulkan kejang. Pengendalian kalsium di dalam darah oleh vitamin D, hormon paratiroid/PTH dan hormon kalsitonin.

Sumber Kalsium

Sumber kalsium terbagi menjadi dua, yaitu hewani dan nabati. Sumber kalsium dari hewani antara lain; ikan, udang, susu dan produk olahan susu (dairy) seperti yogurt, keju dan ice cream, kuning telur, ikan teri, udang rebon, dan daging sapi.

Namun, bila mengonsumsi makanan hewani secara berlebih terutama daging sapi dapat menghambat penyerapan kalsium, karena kadar proteinnya tinggi. Kandungan protein yang tinggi akan meningkatkan keasaman (pH) darah. Untuk itu, walaupun kaya kalsium makanan hewani harus dikonsumsi secukupnya saja.

Sumber makanan yang mengandung kalsium nabati terdapat di sayuran hijau seperti sawi, bayam, brokoli, daun papaya, daun singkong, peterseli. Selain itu terdapat juga pada biji-bijian seperti kenari, wijen, dan kacang almond. Kacang-kacangan juga mengandung kalsium seperti kacang kedelai, kacang merah, kacang polong, tempe, dan tahu.

Tiga Gelas Susu Sehari

Dalam segelas susu mengandung 300 mg kalsium. Mengonsumsi kalsium yang tepat sebaiknya 3 gelas susu/hari mencakup 900 mg kalsium. Namun, jangan dulu tergiur dengan susu hi-calcium. Karena tidak semua orang membutuhkan susu hi-calcium. Susu biasa saja kalsiumnya sudah 300 mg kalau ditambahkan dengan susu hi-calsium segelasnya bisa 400 mg.

Efek samping mengonsumsi kalsium berlebih bisa terjadi pengristalan pada ginjal yang berakibatan pada batu ginjal. Bila ingin mengonsumsi susu hi-calcium harus dipertimbangkan lagi disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk anak-anak yang over weight jangan mengonsumsi susu full cream karena lemaknya tinggi, sebaiknya memilih susu yang low fat atau nonfat.

Faktor yang Menghambat Penyerapan Kalsium

1. Vitamin D dalam bentuk aktif yaitu namanya vitamin D3. Berfungsi untuk penyerapan kalsium. Kalau banyak mengonsumsi kalsium tapi vitamin D nya kurang maka tidak terjadi penyerapan. Maka itu vitamin D dan kalsium harus seimbang.

Bentuk vitamin D itu ada di bawah kulit, namanya pro vitamin D. Dengan bantuan sinar matahari vitamin D akan menjadi pro vitamin D akan dibawa ke hati dan ginjal untuk dijadikan bentuk yang aktif. Bentuk aktif itu namanya vitamin D3 yang berfungsi untuk penyerapan kalsium di dalam usus.

2. Asam oksalat yang terdapat pada bayam dan cacao (coklat) akan membentuk komplek kalsium oksalat yang sukar diserap.

3. Asam Fitat. Banyak terdapat pada kulit ari serealia, yang membentuk kalsium fosfat yang sukar diserap.

4. Serat. Mempercepat waktu transit di usus sehingga penyerapan terganggu.

5. Stres fisik. Menurunkan penyerapan dan meningkatkan pengeluaran kalsium.

6. In-activity. Orang-orang sakit yang lama berbaring, atau kehilangan kalsium tulang ?" osteoporosis.

Hubungan Kalsium dengan Beberapa Penyakit

1. Osteoporosis. Pengeroposan tulang, tulang menjadi tidak kuat dan mudah patah. Biasa terjadi pada orangtua, terutama pada wanita menopause.

2. Kalsium dan hipertensi. Kecukupan kalsium mencegah terjadinya hipertensi.

3. Kalsium dan kegemukan. Kalsium berperan di dalam mempertahankan berat badan sehat. Terutama kalsium dari susu sapi, semakin tinggi asupan susu maka semakin rendah lemak tubuh (1 gelas susu = 300 mg kalsium).

Jika si Kecil Enggan Minum Susu

Susu dan makanan sumber kalsium lainnya harus selalu ada di dalam menu makanan si kecil setiap hari. Pada usia berapapun kalsium selalu dibutuhkan. Utamanya pada anak, kalsium sangat penting untuk masa pertumbuhan dan perkembangan.

Lalu, bagaimana bila si kecil tidak mau minum susu? Moms tidak perlu khawatir karena masih ada cara lain yang bisa dilakukan agar kebutuhan kalsium si kecil terpenuhi. Moms bisa berikan ice cream, susu kedelai, jus jeruk, makanan laut seperti ikan salmon, ikan sarden, ikan teri dan jenis sayuran hijau.

Agar si kecil tidak bosan dengan menu yang diberikan sebaiknya variasikan menu makanan dengan memasukkan kalsium di dalamnya. Seperti susu dan yogurt bisa dibuatkan puding atau milk shake, keju bisa diolah menjadi pizza, roti keju, makaroni panggang, lasagna. Kreasikan menu untuk si kecil agar kebutuhan kalsiumnya tercukupi.
(nsa)

Baca Juga

Bergembira Memasuki Bulan Dzulhijjah, Dulang Kesempatan Raih Pahala Berlimpah

Bergembira Memasuki Bulan Dzulhijjah, Dulang Kesempatan Raih Pahala Berlimpah