PUSKESMAS adalah ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat bawah. Oleh karena itu, gencarnya mewujudukan IS 2010 harus bisa menjangkau hingga di tingkat Puskesmas.
Misalnya saja di puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta, yang diobservasi oleh wartawan APL beberapa waktu lalu.
Kepala Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta, Dr Hetty menjelaskan, memiliki program yang berkaca pada indikator evaluasi Standar Pelayanan Minimal (PSM) puskesmas di setiap bulannya. Puskesmas ini tidak lagi menggunakan indikator Indonesia Sehat 2010, tetapi malah Indonesia Sehat 2015. "Sekarang telah diperbaharui dengan program Indonesia Sehat 2015 sehingga telah diperpanjang waktunya dengan 18 indikator," katanya.
Penyediaan dan pembiayaan jaminan kesehatan juga masih dikeluhkan oleh puskesmas ini. Dari 5412 masyarakat miskin di wilayah puskesmas sudah 5300 orang yang mendapatkan jaminan kesehatan. Namun, belum sepenuhnya terjangkau. Sebanyak 112 orang tercatat belum terdaftar untuk mendapatkan jaminan kesehatan. Meski demikian, ada kerja sama dengan pemerintah daerah dengan membuat UPT Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah).
"Yang belum terdaftar, jika ingin berobat tapi tidak memiliki kartu askeskin, bisa membawa surat keterangan tidak mampu dari RT/RW. Biaya akan ditanggung oleh Jamkesda dan bebas biaya," tukas Hetty. Namun, memang tak semua daerah bisa melakukan ini, tergantung dari anggaran daerah tentunya.
Masalah lain, kurangnya tenaga kesehatan di daerah-daerah. Dalam visi IS 2010, rasio dokter per 100 ribu penduduk adalah 40, dokter gigi 11, dan bidan 100. Dua tahun menjelang 2010 (yakni tahun 2007), rasio dokter umum per 100 ribu penduduk baru mencapai 19,93, dokter gigi 5,05, dan bidan 35,40.
Untuk itulah, kinerja dokter-dokter puskesmas harus ditingkatkan dan ekstrakerja keras. Karena, peran dokter di puskesmas berbeda dengan dokter di rumah sakit. "Kalau dokter puskesmas lebih ke community base atau community oriented. Ini karena kita tidak lepas dari peran sebagai penggerak masyarakat. Sehingga yang kita lakukan sebagai dokter puskesmas tidak terbatas di dalam gedung karena di dalam gedung ini bentuknya pelayanan kesehatan wajib," kata dr Lana, seorang dokter dari Puskesmas Gondokusuman di Yogyakarta.
Sumber:
Anugerah Pharmindo Lestari News Magazine
www.aplcare.com
(tty)