o1 o2

Keluarga


'Bom' Bayi? No Problem!

Senin, 9 November 2009 - 15:59 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Foto: Ist

ADA ungkapan yang mengatakan bahwa memiliki bayi layaknya melempar "granat" ke dalam pernikahan. Hah "granat"? Ya! Anda seperti mendapat serangan tiba-tiba di dalam rumah.

Sejak memiliki baby, sepertinya rumah tak pernah rapi. Mulai dari tumpukan popok basah, pakaian kotor, sampai botol susu berserakan. Belum lagi tangisan bayi yang memekakkan telinga membuat Anda "tegangan" tinggi.

Nah, sebelum "granat" itu benar-benar meledak, pelajari dulu apa saja yang bakal menyerang Anda berikut solusinya:

Perubahan Hidup

Layaknya seorang jenderal berperang, Anda musti memiliki mata elang untuk memantau hidup si kecil. Sejak bangun tidur, beraktivitas, hingga dia tertidur lagi. Kenyataannya, siklus bayi tidak semulus yang dibayangkan. Sedikit saja lapar, haus, atau sakit, dia sampaikan lewat tangisan dan bahasa tubuh.

Dalam hal ini, sensor kepekaan orangtualah yang diuji. Apakah cepat tanggap dengan situasi yang dialami atau sebaliknya, membiarkan bayi menghadapi perubahan dirinya sendiri. Tentu saja Tuhan membekali orangtua dengan "alarm" untuk mengetahui kondisi bayi.

Saat si bayi rewel, misalnya. Anda akan terbangun untuk memantau bayi. Hal ini pun memengaruhi jam tidur. Kalau biasanya Anda berdua tidur selama 8 jam sehari, kini berubah. Anda berdua hanya tidur selama 2-3 jam per hari.

Konsekuensinya tubuh orangtua pun beradaptasi. Awalnya mungkin Anda berdua sangat lelah, bahkan tubuh rasanya tidak fit.

Walaupun "granat" itu lumayan meledakkan emosi dan fisik, justru saat inilah Anda berdua belajar mensyukuri anugerahNya. Bayangkan! Hasil dari pertemuan sel sperma dan sel telur melahirkan sosok bayi luar biasa. Percayalah sayap malaikat bayi itu memberi kesejukan dalam batin. Entah lewat pelukan, ciuman dengan si kecil, timbul semangat baru yang mengiringi Anda berdua setiap kali beraktivitas.

Memasuki Zona Abu-abu


Meski waktunya sebentar, Anda akan merasa berada di zona abu-abu alias masih meraba-raba, tapi hal ini cukup menguras tenaga dan pikiran Anda.

1. Ketakutan


Setelah bayi lahir di rumah sakit, dibawa pulang ke rumah, tentulah hidup sebagai keluarga begitu sempurna. Tapi, masih ada yang mengganjal. Sebagai orangtua baru, Anda berdua belum berpengalaman menangani si mungil. Ada saja kekhawatiran yang menghantui Anda berdua, misal "Apa yang harus kita perbuat terhadap bayi ini?".

Cobalah rileks dulu. Pandangi paras si kecil dan sentuhkan diri Anda kepadanya, rasakan nafasnya.

Khawatir sih sah-sah saja, tapi bila porsinya berlebih justru tidak rasional. Jadi bersikaplah bijak, seperti menduga-duga kalau kucing bisa mencekik bayi, dan Moms pun malas keluar rumah.

2. Tidak bisa tidur pulas

Memang, tidur itu penting. Tapi lain persoalan bila kini sudah hadir bayi mungil. Tangisan bayi sering kali menganggu, apalagi bila orangtua lelah. Artinya perlu dilakukan pembagian tugas menjaga si kecil secara bergantian oleh istri dan suami.

3. Buta soal perawatan bayi


Sebagai orangtua baru, banyak pertanyaan menggelayut di benak "Bagaimana saya tahu kalau bayi ini lapar?" umpamanya.

Meski tidak bisa mengerti kebutuhan bayi dalam waktu singkat, justru inilah saatnya proses memahami fenomena bayi, mulai dari tangisan, menyusui, mengganti popok, dan sebagainya.

4. Tergoda melakukan affair


Pulang kantor, suami ingin bercengkrama dengan istri tercinta. Tapi, nyatanya, istri lebih memilih bayi. Urusan perhatian, bahkan bercinta pun kurang dihiraukan istri karena faktor kelelahan mengurus bayi.

Hati-hati loh Dads bisa terjadi affair! Mengapa? Kalau fokusnya hanya perhatian dan bermesraan saja, bisa saja tawaran "cinta" lain menjerat Anda. Karena itu, baik istri maupun suami saling memberi support dan pengertian satu sama lain. Arahkan tujuan Anda berdua kepada buah cinta Anda.

5. Bergandengan tangan mengasuh bayi

Kini, Anda berdua sudah tahu "granat" apa saja yang bertebaran. Tugas berikutnya adalah strategi menghadapi bom bayi ini. Yang jelas, lakukan komunikasi terbuka antara istri dan suami. Bicarakan apa saja yang Anda rasakan selama hadirnya si kecil. Ungkapkan segala suka dan duka Anda.

Selanjutnya, renungkan bersama apa saja rencana-rencana masa depan anak. Sehingga masing-masing mempunyai tanggung jawab terhadap anak. Kemudian biarkan romansa cinta itu tetap berkobar dengan merawat anak bersama-sama.
(Mom& Kiddie//tty)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2