Getting Time...

Saat Hujan Tiba

Koran SI - Koran SI
Selasa, 10 November 2009 18:07 wib
detail berita
Foto: tomkatcrazy.com

MUSIM hujan telah tiba. Terpaan angin dan rintik hujan tak pelak menghadirkan suasana dingin. Karena itu, busana tebal dan hangat menjadi kewajiban. Bagaimana menyiasatinya agar tetap gaya?

Bagi kebanyakan orang, musim hujan merupakan waktu yang menyebalkan. Entah dikarenakan kebebasan dan ruang gerak yang berkurang, belum lagi sulitnya mengantisipasi waktu, serta penampilan yang terlanjur "hancur" akibat tirai hujan yang deras mengguyur. Namun, kondisi cuaca yang menyulitkan tidak membuat Anda melupakan gaya bukan?.

Lupakan busana tipis untuk sementara, sebagai gantinya keluarkan koleksi busana pengusir dingin. Iklim yang cenderung mendingin di penghujung tahun juga membuat para desainer menghadirkan koleksi yang melibatkan jaket dan gaya busana bertumpuk.

Berbeda dengan negara empat musim yang menghadirkan busana ekstratebal untuk mengusir dinginnya salju, di Indonesia, baju hangat justru dibuat dari bahan tahan air agar mampu menahan hujan. Meski begitu, material lain masih digemari, terutama yang terbuat dari denim, kulit, serta bahan rajut.

Dari segi garis rancangan, tampaknya gaya androgyny masih menjadi primadona. Hal tersebut, dikarenakan desain yang sama dapat dikenakan pria juga wanita. Detail militer menjadi sentuhan yang menarik, selain penambahan aplikasi berupa emblem ataupun pin.

Ali Charisma mengungkapkan, jaket bergaris maskulin saat ini tengah menjadi tren. "Jaket dengan struktur rancangan tegas memang sedang digemari karena menimbulkan kesan tangguh," sebutnya. Meskipun begitu, untuk wanita jaket bergaya boyish tersebut diperlembut dengan penambahan aksen dan detail feminin seperti penggunaan kancing besar dan mencolok ataupun jahitan yang menonjolkan pinggang.

Nuansa maskulin ini terlihat jelas pada koleksi busana musim gugur milik Calvin Klein. Label yang lebih dikenal dengan nama CK tersebut rupanya terinspirasi film "Matrix" yang dibintangi Keanu Reeves. Karenanya tidak heran bila koleksinya dipenuhi ragam jaket dan mantel berleher tinggi dalam warna monokromatik.

Bentuk jaket yang diadaptasi dari busana kaum adam ini juga dikeluarkan para lulusan sekolah mode ESMOD. Bahan kulit, suede, serta tweed menjadi kanvas yang tepat untuk mengeluarkan unsur tangguh. Begitu juga dengan penggunaan palet gelap layaknya hitam, coklat, serta motif geometris.

Sementara, mereka yang gemar tampil feminin, musim ini motif floral serta sulaman berbentuk ukiran etnis bisa menjadi pilihan. Hal itu bisa dilihat dari ragam blazer yang kini banyak menawarkan permainan warna serta motif. Contohnya Christian Audigier yang mempersembahkan koleksi penuh bunga di ajang "Los Angeles Fashion Week".

Dalam koleksinya, Audigier memadukan gaya kontemporer bersama unsur etnis yang terinspirasi budaya Jepang. Motif floral dihadirkannya sebagai jembatan untuk menyambungkan kedua unsur tersebut. Menampilkan rancangan yang chic namun tetap kasual.

Di samping kedua gaya di atas, sentuhan retro pun menjadi pilihan yang tidak dapat ditolak. "Tahun ini, tren busana memang sedang mengarah pada kombinasi gaya busana tahun 50, 60, dan 70, yang didesain dalam satu koleksi," tutur Ali. Karenanya, unsur retro terlihat dominan, baik dari segi detail, struktrur busana, serta garis rancangan.

Musim hujan juga menjadi era kejayaan ragam baju hangat lain, seperti cardigan, sweater, serta stola. Ketiga busana berbahan rajut ini bahkan menempati posisi yang lebih tinggi dibanding jaket, blazer, maupun mantel karena dapat digunakan sebagai busana sehari-hari. Cardigan yang identik dengan gaya siswa asrama ini malah meraih pamor melalui permainan warna serta tekstur. Tidak lagi polos, kini cardigan dan sweater hadir lebih ceria dengan penambahan motif dan aplikasi tiga dimensi.

Namun, jika ingin mengusir dingin dengan gaya yang lebih ringan, kenakan saja stola maupun syal. Paduannya bersama busana bergaya kasual akan memberikan sentuhan yang manis tanpa kesan berat. Jangan ragu menabrakkan warna untuk tampilan yang lebih semarak.

Lain halnya bila Anda justru ingin menonjolkan kesan vintage. Gaya ini bisa didapatkan dengan mudah melalui penggunaan cape, bolero beraksen ruffles, maupun grandmother's cardigan yang menggantung longgar di bahu Anda. Padukan dengan kaus pas badan, skinny jeans, serta syal berwarna cerah dan Anda pun siap bergaya. (nsa)

Beri komentar