Getting Time...

Futuristik & Kaya Warna ala Junie Kwanda

Dewi Arta - Okezone
Senin, 16 November 2009 17:17 wib
detail berita
Foto: Dewi Arta/Okezone

IDE kreatif desainer muda Junie Kwanda ikut menyemarakkan ajang perhelatan Fashion Tendance 2010. Melalui karyanya, Junie ingin membuat para anak muda menjadi fashionista yang bisa bergaya dengan gaya ceria.

Sederet rancangan karyanya patut diperhitungkan para pecinta mode. Pasalnya, meski terbilang pemain baru, namun cita rasa fesyennya terlihat begitu luar biasa. Hal ini terwujud dari perpaduan yang selaras antara warna dan seni futuristik yang sangat apik dan cantik dalam koleksi bertema "Alice in Robotopia".

Junie memperkenalkan karakteristik busana yang tak lepas dari gaya fun, centil dan girlie. Tak heran bila enam set busananya menjadi primadona. Karyanya mampu mencuri perhatian para pecinta mode yang menyaksikan ajang perhelatan mode yang berlangsung di area pergelaran busana di Mal Pacific Place, Jakarta, Senin (16/11/2009).

"Melalui koleksi ini, aku ingin mengusung konsep anak muda yang biasa bergaya dengan gaya futuristik dan sangat fun. Persiapannya hanya dalam waktu sebulan saja. Karakter anak muda zaman sekarang ini lebih senang tampil cute dan fun. Pada dasarnya aku sangat senang gambar-gambar kartun dan komik, karena itu aku terinspirasi dengan Alice," paparnya kepada okezone.

Koleksi ini bercerita tentang petualangan Alice di negeri robot. Alice didandani dengan cantik dalam gaun cocktail yang bergaya fun, cute dan feminin.

Dikemas dengan siluet futuristik, seperti rok bervolume tulip, leher yang kaku ditambah dengan bunga bantal, serta bentuk love yang bervolume sebagai aksennya. Seluruh koleksi diwarnai dengan warna baby blue, soft pink, dan putih, serta beberapa warna pastel lain untuk memeriahkan penampilan Alice.

Mempermanis koleksinya, Junie menawarkan beberapa keistimewaan dalam rancangannya. "Koleksi kali ini dipermanis dengan structure skirt dan tulip skirt yang ditambah dengan aksen volume di bagian samping. Ada juga tuxedo skirt yang dipermanis dengan bunga bantal di bagian pinggirnya, serta bustier yang dihiasi bentuk love dan untuk frill dibuat tiga hingga empat lapis," lanjutnya.

Agar hasil rancangan koleksi second line miliknya terlihat maksimal, Junie memilih bahan material berupa bahan-bahan yang kaku, seperti taffeta maupun kain motif tebal.

Untuk setiap koleksi berlabel Junie Kwanda, lulusan sekolah mode IED Milan, Italia, ini membandrol dengan kisaran harga mulai Rp3 juta. Koleksinya ini membidik remaja usia 15-20 tahun sebagai market potensial.

Sebelumnya, Junie sempat meluncurkan label L'atelier de Junee yang ikut menghiasi butik para desainer Catwalk, Kelapa Gading, jakarta Utara. Berminat mengkoleksi busana Junie Kwanda?
(tty)

Beri komentar