Getting Time...

"Recapturing Banyumas" Poppy Dharsono

Adhini Amaliafitri - Okezone
Selasa, 17 November 2009 14:15 wib
detail berita
Foto: Adhini Amaliafitri/Okezone

BATIK banyak diolah menjadi karya cantik para desainer ternama Indonesia. Tapi, bagaimana dengan batik banyumas?

Di tangan dingin desainer anggun Poppy Dharsono, batik banyumas dikemas apik pada perhelatan akbar Jakarta Fashion Tendance (FT) 2010.

Mengulik tema "Recapturing Banyumas", Poppy berusaha keras memoles gaya busana dari daerah Banyumas, Jawa Tengah, tempo dulu menjadi lebih kekinian.

Poppy mengatakan, koleksi busana kali ini menggunakan kain-kain batik banyumas, seperti batik motif burungan, dan bunga dengan warna kecoklatan yang khas. Ciri khusus dari batik banyumas ialah warna dasar yang kekuningan dengan sogan kemerahan.

Berbeda dengan kain batik lain di Indonesia, batik banyumas selalu dilukis pada kedua sisi kain. Tradisi untuk melukis di kedua sisi ini mengandung filosofi kehidupan yang dalam untuk memberi pesar agar masyarakat Banyumas bersifat cablak atau jujur apa adanya.

Motif yang berkembang sekarang ini dari batik banyumas, antara lain sekarsurya, sidoluhung, jahe puger, cempaka mulya, kawung jenggot, madu bronto, satria busana dan pring.

"Batik digambar dari kedua sisi. Motif batik yang saya gunakan adalah cempoko mulyo, tradisi sederhana tapi syarat akan pandangan hidup yang filosofis," tutur Poppy saat konferensi pers di Mal Pacific Place, Jakarta, Senin (16/11/2009).

Rancangan Poppy Dharsono kali ini banyak memamerkan dress, celana, jas, long coat, rok, tube, rompi, halter neck, kemeja, bahkan ada juga celana berpotongan asimetris dan berbentuk balon.

Warna-warna yang hadir dalam koleksi "Recapturing Banyumas", seperti kuning, marun, hitam, oranye, gold, cokelat, hijau, ungu dan putih.

Dengan sentuhan gaya klasik khas Poppy Dharsono, koleksi "Recapturing Banyumas" memadukan antara unsur feminin dan maskulin.

Uniknya, dua di antara batik banyumas tersebut dikerjakan pembantunya yang berasal dari Banyumas. Mereka sendiri yang menjadi pembatik dalam rancangan bertema "Recapturing Banyumas".

"Saya mendapat inspirasi dari pembantu rumah saya yang berasal dari Banyumas. Saya terpikat dengan corak batik banyumas yang kerap ia pakai, yang menampilkan warna-warna menonjol. Di antara warna gelap yang mendominasi muncul warna dan corak yang terang. Sangat menarik," ungkap Poppy antusias.

Melalui koleksi "Recapturing Banyumas", Poppy Dharsono ingin menunjukkan bahwa batik bukan sekedar produk untuk busana saja. Namun, melalui batik, masyarakat Banyumas menyatakan pandangan hidupnya. Beragam petuah bijak, nasihat praktis kehidupan sehari-hari hingga watak kebebasan, dan demokrasi bisa dibaca di atas selembar kain batik banyumas.
(tty)

Beri komentar