Getting Time...

Senandung Rimba Sumatera, Tren Sariayu 2010

Chaerunnisa - Okezone
Selasa, 17 November 2009 10:19 wib
detail berita
Foto: Dok Martha Tilaar Grup

ALAM, selalu menjadi inspirasi untuk Sariayu menelurkan tren warna. Jika sebelumnya Sariayu mengangkat Pesona Jawa Timur untuk tren warna 2009, kini Senandung Rimba Sumatera mengilhami koleksi terbaru tren warna Sariayu 2010.

"Sariayu selalu mengeksplorasi warna-warna khas setiap daerah. Untuk tren mendatang, selaras dengan Rimba Sumatera," ungkap Martha Tilaar saat konferensi pers Fashion Tendance 2009/2010 di Pendopo Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sumatera dalam legenda dunia dikenal sebagai The Land of Gold karena alamnya yang begitu kaya, indah, dan eksotis. Pendatang juga menyebutnya sebagai Pulau Emas karena banyak flora yang memancarkan semburat emas ketika terpapar sinar matahari.

Pulau Sumatera adalah pulau terbesar keenam di dunia, hampir setengah di antaranya terdiri dari hutan rimbun yang menjadi tempat beraneka ragam satwa dan tumbuhan yang unik dan eksotis, beberapa di antaranya langka dan dilindungi seperti Rafflesia Arnoldi (bunga terlebar), dan Titan Arum (bunga bangkai).

Rimba Sumatera juga menjadi area konservasi berbagai satwa langka tropis, seperti Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera. Namun, akibat ulah manusia, kini hutan Sumatera menyusut hingga tinggal 29 persen. Bila kondisi ini terus berlanjut, dapat membahayakan populasi makhluk hidup di dalamnya.

Rasa peduli terhadap keselamatan alam dan budaya yang kita miliki ini menginspirasi Sariayu untuk mempersembahkan Tren Warna ke-24, Senandung Rimba Sumatera. Di mana Sumatera dipilih karena kondisinya yang mulai memprihatinkan sebagai bagian dari hutan dunia.

Adapun Senandung Rimba Sumatera terdiri dari dua jenis, yaitu Koleksi Toba dan Koleksi Nias. Meski kedua koleksi ini terinsirasi dari kekayaan alam Sumatera, namun tetap melihat tren dunia.

"Sariayu juga melihat tren warna dunia, agar tidak ketinggalan dengan dunia fesyen. Karena fesyen dan make up tidak bisa dipisahkan," ungkap CEO Martha Tilaar Group, Martha Tilaar.

Koleksi Toba

Danau Toba mewakili pesona alam Sumatera yang amat kaya dan indah. Danau Toba adalah danau vulkanik terbesar di dunia dengan luas 3.000 km2. Di tengahnya terdapat pulau Samosir yang luasnya melebihi Singapura.

Penduduknya yang sebagian besar beretnis Batak memiliki alat musik khas serupa dawai yang disebut Hasapi. Di masa lampau, penduduk pulau Samosir kerap bernyanyi sambil memainkan Hasapi sebagai hiburan untuk ritual adat.

Koleksi Toba menghadirkan warna-warna yang terinspirasi oleh alam raya Sumatera yang memesona.

Koleksi Nias

Sumatera kaya akan budaya eksotis karena sempat menjadi gerbang perdagangan Nusantara, menjadikan latar belakang kulturnya banyak terpengaruh dari luar. Tiap daerah di Sumatera memiliki corak adat dan budaya yang sangat berbeda.

Nias adalah pulau kecil di sebelah barat pulau Sumatera. Lokasinya yang terpencil membuat kondisi alam pulau ini masih sangat indah. Nias terkenal dengan pantainya untuk selancar.

Salah satu budaya Nias yang terkenal adalah Tradisi Lompat Batu, yaitu tradisi melompati batu setinggi lebih dari dua meter sebagai ajang uji fisik dan mental remaja pria Nias yang memasuki masa akil balig. Konon, lelaki dewasa yang akan ikut perang wajib lulus ritual ini.

Nuansa warna budaya Nias menginspirasi tren warna Sariayu yang baru. (nsa)

Beri komentar