SELAIN batik, banyak kain lainnya dari keragaman budaya Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk fesyen. Salah satunya, tenun. Kain inilah yang diolah Denny Wirawan dengan bentuk yang lebih modern.
Mengangkat tema "Neo Etnico", Denny terinspirasi gaya hidup kaum urban yang serbacepat dan dinamis, namun tetap menyisakan sentuhan keindahan, serta feminitas pada si penggunanya. Denny pun menyuguhkannya dalam koleksi ready to wear.
"Gaun ini dirancang bagi para wanita dinamis yang sibuk dan aktif, namun membutuhkan busana yang praktis dalam berpenampilan," ujarnya saat ditemui di Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2009).
Almamater Lomba Perancang Mode ini berkolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia dalam koleksi terkininya. Dengan menggunakan kain tenun Sulawesi Tenggara dari Kabupaten Buton Muna, ke-16 rancangan pengagum wanita ini tampil cantik menghiasi catwalk.
Berhiaskan motif garis dan kotak-kotak, Denny berhasil mengubah gaya etnik tampil lebih dramatis dengan padu padan busana modern yang artistik.
"Detail busana kali ini terletak pada permainan ruffle dan volume dalam bentuk yang baru, sehingga membuat keseluruhan penampilan terasa chic dan simpel tanpa meninggalkan pancaran kemewahan seorang wanita," papar Denny.
Dalam pergelaran kali ini, Denny membaginya jadi dua sekuen. Di mana sekuen pertama didominasi dengan warna-warna colorful dari indahnya kain tenun Sulawesi Tenggara, sedangkan evening gown dengan sentuhan warna hitam dan emas mewarnai sekuen kedua.
Pada koleksi evening gown, Denny menggunakan material taffeta dengan permainan ruffle yang cantik.
(nsa)