Getting Time...

Barli Asmara Cinta Hitam & Putih

Adhini Amaliafitri - Okezone
Jum'at, 20 November 2009 10:03 wib
detail berita
Foto: Adhini Amaliafitri/Okezone

TREN mode memang selalu berulang. Namun, penggunaan warna hitam dan putih sebagai pemanis busana tidak pernah tergantikan. Kedua warna tersebut selalu menjadi primadona.

Filosofi itulah yang menjadi kunci inspirasi Barli Asmara dalam meluncurkan koleksi busana di ajang Dewi Fashion Knights, di Mal Pacific Place, Kamis (19/11/2009) malam. Barli mengulik tema koleksi "Fabuleuse, Noir Et Blance".

"Hitam dan putih itu warna sempurna. Dua warna yang bertolak belakang, tetapi dapat menciptakan imej yang berbeda. Hitam bisa menjadi dark dan keras. Tetapi juga bisa menjadi eksklusif dan elegan. Sama halnya dengan putih bisa menjadi lembut dan suci, tetapi di saat yang bersamaan dapat menjadi dingin dan angkuh," tutur Barli kepada okezone.

Menurut Barli, dalam dunia warna, hitam dan putih tidak tergolong dalam kelompok warna apapun. Mereka disebut sebagai warna akromatik atau tidak berwarna. Mereka tidak disebut sebagai warna monokromatik karena hitam dan putih berdiri sendiri secara eksklusif. Mereka menciptakan kekuatan tersendiri dan di saat yang bersamaan hadir netral dan sejalan saat disandingkan dengan kelompok warna lainnya. Selain itu, kedua warna ini digunakan sebagai penentu tingkat kecerahan dan kepekatan.

Barli tampaknya paham betul kekuatan warna hitam dan putih. Tak heran jika 12 koleksi couture yang ditampilkan oleh peragawati papan atas Tanah Air begitu menonjolkan kedua unsur tersebut.

Agar koleksinya semakin menarik, Barli banyak menampilkan bentuk-bentuk garis tegas dan detail penghias busana secara apik. Begitu pun dengan garis arsitektural yang menjadikan koleksinya semakin utuh dan berbeda dengan perancang lokal lainnya.

"Pada bagian detail, saya banyak bermain dengan pita, payet, kota-kotak, studs besi, dan rantai. Semua detail ini menampilkan kesan romantik, namun tetap agresif dan glamor," tambah Barli yang banyak memanfaatkan material bahan seperti tafetta, katun, dan tulle.

Untuk menyempurnakan koleksinya kali ini, Barli juga menghadirkan sentuhan baru berupa bentuk-bentuk arsitektur, seperti architectural drapery. Namun, siluet tumpuk, lipit, dan permainan volume yang selama ini menjadi kekuatan koleksinya tidak ditinggalkan begitu saja. Barli ingin koleksinya untuk penutup tahun menjadi primadona.
(tty)

Beri komentar