o1 o2

Fashion


Oleh-Oleh JFW 2010

Sabtu, 21 November 2009 - 15:26 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Dewi Arta - Okezone
Koleksi M by Musa dalam Fashion Tendance 09/10 (Foto: Heru Haryono)

JAKARTA Fahion Week (JFW) 09/10 telah usai. Di balik kesuksesan perhelatan akbar tersebut, ada beberapa "oleh-oleh" yang harus dijadikan catatan penting bagi para desainer.

Dengan acara yang berskala internasional, perancang senior Taruna K Kusmayadi mengimbau untuk para pihak yang tergabung dalam acara ini bersikap profesional. Artinya, acara yang digelar sesuai dengan jadwal yang telah dirancang.

"Untuk JFW 09/10 ada kesalahan teknis pertunjukan, di mana tidak mengikuti jadwal. Kalau untuk kalender internasional, seharusnya ini tidak boleh terjadi, tidak boleh molor dari jadwal. Booth para desainer juga tidak diperhatikan dengan seksama, padahal ini tempat untuk berjualan para desainer, tentu harus lebih diperhatikan lagi," papar Ketua Asosiasi Perancang & Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu saat diwawancari melalui telepon selularnya.  

Tak hanya sikap profesionalitas saja, Nuna (sapaan akrab Taruna) menyarankan, agar beberapa departemen dan asosiasi turut bergabung dalam acara ini.

"Agar menjadi besar lagi, sudah sepatutnya kegiatan ini didukung oleh Departemen Perindustrian, Departemen Koperasi, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Asosiasi Busana Pengantin Indonesia, dan berbagai asosiasi lainnya untuk menyokong, supaya gaungnya semakin besar," sarannya.

Dengan perhelatan JFW, Nuna mengakui kegiatan ini merupakan kegitan positif yang bisa menyebarluaskan potensi bangsa.  

"Banyak acara yang bisa meliput desainer Indonesia tentunya sangat positif. Seluruh dunia menjadi tahu. Apalagi, pemberitaannya semakin mudah diakses," beber pengasuh konsultasi fesyen di okezone.com ini.

Terselenggaranya ajang fashion show ini dirasa Nuna sebagai salah satu langkah pengembangan promosi bisnis Indonesia di mata dunia.

"Setiap hari selalu ada pemberitaan yang baru dan itu sangat membantu menyebarluaskan potensi bangsa. Kita tidak dikenal karena tidak ada even. Oleh karena itu kita harus sering mengadakan even-even seperti ini, sebuah even besar. Bukan even ecek-ecek semata. Karena fesyen adalah bisnis, bukan entertain," imbuh pria berkacamata ini.  

Untuk mendukung ajang bertaraf internasional ini semakin berjaya, Nuna pun berharap agar ke depannya acara serupa tidak dilaksanakan di mal.

"Untuk acara fashion, saya pikir sudah tepat memilih mal. Tapi untuk Fashion Week, seharusnya dilaksanakan di gedung besar dengan skala internasional. Impiannya saya dari ajang ini bisa berjalan dari tahun ke tahun, dan pertumbuhannya semakin baik," harapnya.

Selain itu, dalam ajang yang kerap melahirkan desainer baru di bidang mode ini, Nuna menyarankan untuk para desainer senior merangkul yuniornya.

"Kita yang senior melihat potensi para desainer baru, tentu tidak boleh kejam. Biarkan mereka bertumbuh dan berkembang dengan bakat yang sudah kelihatan. Jadi menurut saya, kita harus selalu membesarkan hati generasi muda untuk maju. Desainnya ada yang etnik, ready to wear, dan lainnya. Saya pribadi sangat bahagia melihat mereka datang dari berbagai background dan mengeluarkan ide-ide kreatif," tandasnya. (nsa)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2