Getting Time...

Kolaborasi 2 Budaya Kurang Mewakili

Dewi Arta - Okezone
Sabtu, 21 November 2009 15:47 wib
detail berita
Foto: Dewi Arta

KOLABORASI budaya Indonesia-India dalam ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 09/10, memang menyuguhkan tampilan baru yang menyegarkan. Namun, ada kekecewaan melihat pertukaran desainer dalam ajang tersebut.

Menurut perancang Taruna K Kusmayadi, pertukaran dua desainer terkemuka, dianggap kurang mewakili masing-masing bangsa. Pasalnya, Indonesia memiliki banyak desainer lain yang juga tak kalah pintar mengolah berbagai kain dari penjuru daerah.

"Untuk kolaborasi sangat baik, tetapi sebaiknya kenapa tidak dilempar ke floor? Ditanyakan desainer siapa saja yang mau ikut. Kita juga bisa undang desainer Amerika supaya kelihatan ajang ini ajang internasional. Sebaiknya kita memperkuat tim terlebih dahulu, kalau kualitasnya bagus, orang luar negeri pasti melihat fesyen Indonesia, kan menjadi nilai tambah. Tetapi tentunya kita harus memberikan servis internasional juga," paparnya.

Ajang JFW 09/10 yang diselenggarakan di Pacific Place Jakarta ini dianggap berbeda dengan ajang internasional lainnya di luar negeri.

"Hong Kong Fashion Week cuma berlangsung empat hari, karena gedungnya besar sekali, ada 10 show bisa berlangsung bersamaan. Sedangkan di sini terbatas. Masih terbentur sama gedung. Di sini buyernya juga belum datang. Padahal, kalau di fashion week seharusnya punya buyer," imbuhnya.  

Dengan acara yang bertaraf internasional, pengasuh konsultasi fesyen di okezone.com ini menyarankan untuk menggelar fashion week di lokasi yang lebih besar.

"Mal untuk acara fesyen saya pikir tepat, tapi untuk fashion week seharusnya dilaksanakan di gedung besar dengan skala internasional. Impiannya saya dari ajang ini bisa berjalan dari tahun ke tahun, dan pertumbuhannya semakin baik," tukasnya.  (nsa)

Beri komentar