o1 o2

Fashion


Konsistensi Kelabu

Rabu, 25 November 2009 - 17:07 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Foto: Istimewa

KELABU memang bukanlah warna yang menonjol. Lebih sering, palet ini dijadikan perantara untuk memperlembut pekatnya hitam atau memberikan sentuhan unik pada putih.

Namun, siapa sangka warna ini jadi tren baru saat musim gugur bergulir. Sudah dapat dipastikan bahwa hitam dan putih adalah warna klasik sepanjang zaman. Kehadirannya tidak pernah menuai kritik, sebaliknya selalu mendapatkan anggukan setuju saat digunakan dalam suatu acara.

Berbeda dengan palet agresif seperti merah, hijau, ataupun ungu yang terkadang menyelipkan komentar negatif jika dirasa tidak sesuai dengan warna kulit sang pemakai. Namun, saat terik matahari berganti dinginnya angin dan derai hujan di musim gugur, warna kelabu muncul ke permukaan.

Membawa pernyataan baru akan palet lembut yang mampu mengungkap berjuta nuansa. Ya, musim gugur ini abu-abu tampaknya meneriakkan kehadirannya. Singkatnya, gray is the new black. Sebab,warna ini hadir di semua lapisan busana. Kelabu dapat tampil memesona sebagai atasan, baik dalam bentuk kemeja, t-shirt, tunik maupun ragam sweter dan jaket.

Sementara pilihan yang lebih gelap kerap diaplikasikan dalam rangkaian celana, rok, ataupun terusan. Kelabu pun ternyata bisa lebih fleksibel dibanding hitam. Saat ingin tampil elegan, sedikit sentuhan glitter bisa menambah keanggunan.

Sementara itu, mereka yang ingin terlihat mewah dapat membalut tubuhnya dalam kilau perak keabuan yang memberikan citra mewah secara sederhana.

Sekilas warna ini memang berkesan dingin. Namun saat dipadukan dengan palet kontras, hasilnya di luar dugaan. Kelabu tidak tenggelam begitu saja, malah menimbulkan efek baru pada warna paduannya.

Lihat saja warna kelabu yang kerap mendominasi bentuk busana luaran, material rajut yang banyak digunakan untuk jenis busana ini berhasil menimbulkan kesan hangat. Terlebih dengan tambahan topi serta syal yang dimaksudkan untuk melengkapi penampilan. Kasual namun tetap chic dan dinamis.

Di Jakarta Fashion Week, kelabu menjadi palet utama yang disuguhkan Oka Diputra. Desainer asal Bali tersebut mengetengahkan teknik moulage yang semakin menimbulkan tampilan atraktif saat bertemu kelabu.

Bahkan, potongannya yang simpel dan mengadaptasi gaya maskulin semakin menegaskan nuansa dingin yang menjadi sifat dasar palet tersebut. Kelabu juga menjadi pilihan Rudy Chandra untuk koleksi terbarunya yang bergaya urban.

Rudy mengakui koleksinya memang mengambil palet ala perkotaan seperti halnya kelabu dan hitam, yang sesekali diselingi warna kuning nan ceria. Tidak hanya warna, bentukannya pun mengikuti gaya urban yang serbapraktis.

Rupanya pemikiran desainer Indonesia tidak jauh berbeda dengan pilihan label internasional. Hal itu juga tercermin dari aksi monokromatik yang ditawarkan jajaran peritel serta department store ternama. Calvin Klein misalnya, yang lebih memilih tampilan edgy melalui potongan geometris dalam palet kelabu. Hal serupa dilakukan Etienne Aigner.

Hanya, label yang terkenal akan produk kulitnya ini mencoba pendekatan melalui gaya busana smart-casual, yang memadukan kemeja beraksen feminin dengan rok tulip sederhana. Adapun Emporio Amani, memilih penampilan yang lebih classy melalui ragam terusan ataupun tunik dengan detail minimalis yang dapat digunakan pada berbagai kesempatan.

Lain halnya dengan Tara Jarmon, desainer asal Kanada tersebut lebih memilih palet kelabu yang diolah dalam busana pesta bergaya glamor. Karena itu, ragam gaun panjang banyak mendominasi koleksinya, selain cocktail dress yang hadir dengan detail keperakan.

Aura formal ditawarkan Bebe melalui setelan wol yang terdiri atas blazer pendek pas badan serta pencil skirt. Meskipun hadir tertutup, setelan tersebut tetap menguarkan kesan sensual yang menjadikan koleksi keluaran terbaru Bebe ini istimewa. (Koran SI/Koran SI/nsa)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2