Foto: istana-bambu.blogspot
KONSTRUKSI dan elemen yang ramah lingkungan menjadi ciri gaya desain rumah alam. Sesuai namanya, gaya hunian ini memang mengedepankan konsep back to nature. Pernahkah Anda mendengar istilah rumah alam?
Definisi rumah alam bisa saja beragam, bergantung siapa yang mendefinisikannya. Salah satu definisi rumah alam adalah rumah tinggal yang didesain dengan menggunakan konstruksi serta elemen yang ramah lingkungan dan memiliki gaya desain seperti kembali ke alam atau back to nature.
Desain rumah memiliki banyak ragam. Sebagian orang menyukai gaya minimalis, namun sebagian lainnya menyukai gaya yang berbeda dan unik, dari gaya mediterania, victorian, art deco, rumah kaca, sampai rumah back to nature. Apabila Anda termasuk pencinta alam, mungkin rumah back to nature sangat pas untuk Anda miliki.
Rumah back to nature biasanya memiliki elemen dan komponen pendukung yang merepresentasikan gaya alamiah itu sendiri, misalnya kayu, bambu, batu kali, batu bata.
Arsitek Hanah Indrawati mengatakan, "Rumah yang memiliki konsep back to nature biasanya tidak memiliki warna-warna yang terlalu beragam. Itu karena mereka tidak menggunakan cat."
Rumah alam pada umumnya tidak memiliki dinding beton dengan lapisan semen halus yang ditutupi cat beraneka warna layaknya rumah modern. Justru yang unik, biasanya rumah berkonsep back to nature memiliki dinding dari batu-batu kali, batu alam yang besar-besar, kayu, bambu, sampai batu bata yang tidak dilapisi semen sehingga warna merah oranye dinding berasal dari warna asli batu bata.
"Hal lain yang membuat rumah back to nature menjadi unik adalah elemen-elemen yang digunakan untuk dinding bisa dipakai juga pada lantai dan sebaliknya," kata Hanah.
"Batu kali atau batu gunung yang besar-besar sangat indah dijadikan konstruksi dasar dinding, tapi juga bisa menambah kecantikan lantai rumah. Penggunaan batu untuk konstruksi lantai membuat kita serasa ada di pedesaan. Begitu pula dengan kayu. Kayu cocok digunakan sebagai lantai, yang sering kita sebut lantai parket. Tapi sebagai bahan dasar, dinding kayu pun bisa menambah kecantikan suatu ruangan," tambah Hanah.
Pohon bambu sering kita lihat tumbuh subur di pinggir jalan atau di halaman rumah. Bambu juga bisa menjadi elemen penghias ruangan. "Bambu bisa dijadikan penyekat ruangan, hiasan dinding, meja, kursi, bahkan pintu ruangan. Bikin nuansa desanya jadi kerasa banget!" papar Hanah.
Ada beberapa persamaan rumah back to nature dengan rumah modern. Kita pasti sering melihat rumah modern memiliki hiasan kolam kecil atau water fountain. Nah, elemen aquatic itu adalah salah satu poin penting pada rumah back to nature.
"Back to nature itu kan artinya kembali ke alam. Dari segi fengsui, alam memiliki beberapa elemen seperti api, tanah, udara, dan air. Kolam atau water fountain inilah yang melengkapi elemen air tersebut," terang Hanah.
Untuk Anda yang menyukai rumah dengan warna-warna mencolok serta warna yang tak terbatas, mungkin konsep rumah alam kurang cocok diterapkan. Pasalnya, warna rumah ini benar-benar didapat secara alami dari bahan dasar bangunan.
Jika Anda ingin mendapatkan suasana adem dan cozy, rumah alam adalah gaya rumah yang tepat. Sepanas apapun sinar matahari, di dalam rumah back to nature rasanya masih agak dingin, apalagi jika dinding rumah terbuat dari batu kali.
"Itu karena batu kali tidak terlalu menghantarkan panas sinar matahari ke dalam rumah, seperti dinding beton semen," ujar Hanah.
Menghias rumah tipe ini sangatlah mudah. Kenapa? Sebab, sekarang di toko maupun mal sudah banyak dijual pernak-pernik yang menawarkan konsep back to nature dan go green, misalnya pigura foto dari ranting daun, jam dinding dari akar pohon.
Jadi, apakah Anda tertarik? (Koran SI/Koran SI/nsa)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com