Foto: Dewi Arta
SALAH satu ciri khas penyanyi Tompi adalah topi. Bagi pelantun "Salahkan" ini, tompi merupakan sebuah identitas. Malah, dokter yang satu ini merasa seolah ada yang kurang bila tak memakai topi saat nyanyi.
"Aku pikir kalau tampil hanya dengan baju lengan pendek, dan celana jins, ditambah syal hitam, serta sepatu pantofel, pastinya kelihatannya biasa banget. Karena itu, aku pakai topi. Topi adalah identitasku. Kalau sehari-hari, aku tidak pernah menggenakan topi. Topi aku pakai kalau mau nyanyi dan tampil di atas panggung," paparnya kepada okezone saat di temui di IndoChine, fX Lifestyle X'nter lantai 8, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2009).
Lucunya, dari sekira 30 buah topi yang dimiliki, ia peroleh dari teman-temannya ketika mereka bepergian ke luar negeri.
"Koleksi topi yang ada di rumah, sekarang sekira 30-an. Kebanyakan hadiah dari teman saat pulang dari luar negeri. Mereka ada yang beli di luar, seperti Eropa atau Singapura. Ada juga yang kegedean jadi sampai sekarang tidak terpakai. Kalau aku sendiri tidak pernah mencari topi. Biasanya kalau ketemu yang bagus, baru aku beli," ujar pria kelahiran Lhoksumawe, Aceh, 22 September 1978 ini.
Meski ayah satu anak ini tengah kebanjiran tawaran menyanyi, namun tak membuatnya berfoya-foya saat belanja. Bagi Tompi, barang bagus tak selamanya harus dibayar dengan biaya mahal.
"Biasanya, aku kalau belanja di mal, seperti Plaza Indonesia, Senayan City, atau Plaza Senayan. Dan tidak ada bujet khusus per bulannya, tapi tahu diri saja. Semua yang dibeli bukan berarti harus mahal, tapi bukan juga kelihatan murahan. Jadi harus selektif memilih," tandas pria yang sedang melanjutkan pendidikan S2 Bedah Plastik di Fakultas Universitas Indonesia ini.
Untuk diketahui, kini tompi tengah menekuni hobi barunya memotret. Dengan kemahirannya itu banyak musisi yang memercayakannya untuk memotret cover album, di antaranya Angelic, Pasto (album kedua), dan Marcell. (nsa)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com