"THERE'S a fire within every woman." Demikian Era Soekamto memaknai tahun 2010 sebagai era kebangkitan peran wanita dalam setiap lini kehidupan. Kehidupan perempuan metropolis yang sangat multifungsi mencerminkan keanggunan dengan talenta yang luar biasa di dalamnya.
Salah seorang anggota IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia) ini siap memamerkan 12 karya terbarunya pada trend show IPMI 2010. Dalam balutan kain Indonesia yang berunsur sangat modern, Era siap menggambarkan hasrat wanita yang pintar, mandiri, seksi, dan open minded.
Kali ini, pemilik brand Urban Crew ini mengetengahkan kain jumputan Pelangi dari Palembang dengan teknik campuran tenunan Limar berwarna gradasi. Jumputan adalah salah satu kekayaan budaya yang memerlukan tangan kreatif untuk mempertahankan kecantikan dan mengembangkannya menjadi produk kreatif.
Pengerjaan pewarnaan ikat dengan metode isi biji kacang hijau dan pewarnaan gradasi yang rumit, membuat kain ini berbeda dengan teknik tye dye lainnya. Teknik ikat mengikat menyempurnakan kekayaan warnanya, sebagai simbol peringatan kepedulian kita terhadap alam dan keseimbangan pluralisme.
Perancang yang baru saja mengikuti Hongkong Fashion Week ini mengemas karyanya dalam inspirasi kekuatan alam, unsur safari, dan kekayaan hutan dengan tidak melupakan bahwa Indonesia adalah jantung dunia. Kehidupan populasi flora dan fauna digarap dalam wujud sentuhan animal print, juga bunga mawar, simbol feminitas dan kekuatan perempuan yang kerap dideskripsikan Era dalam semua kreatifitasnya.
Dalam koleksi terbarunya, akan hadir pula elemen drapery, tingkat kesulitan pola yang lebih mapan, detail renda, seperti lingerie, bustier, Sabrina neck line, A-line dresses, laces, synthetic fur, dan jaket kulit. Warna-warna gradasi yang mengisi karyanya mulai dari krem, merah marun, hitam, silver, dan ungu.
Untuk kain jumputn, fashion consultant sekaligus style maker ini didukung Nuny Asmuni Said, seorang kolektor kain tradisional, khususnya daerah Palembang dan Sharmi Ranti Wiranatakusuma, seorang arsitek dari ITB, konsultan pengamat seni. Sementara produk kulit didukung oleh Era Irhamni, seorang pakar di bidang kulit domba. (ftr)