ANDA punya bos baru di kantor? Merasa bingung bagaimana harus bersikap kepadanya? Jangan khawatir. Anda hanya perlu mempelajari beberapa strategi agar kebekuan hubungan dengan bos baru bisa teratasi. Bisa jadi, Anda malah akan jadi anak buah favoritnya. Berikut ini panduannya.
Rajin membantu
Bekerja di posisi yang baru, tentunya menjadi tantangan bagi semua orang tak terkecuali bos Anda. Anda tentu masih ingat bagaimana rasanya saat baru masuk ke posisi baru di pekerjaan baru dan membutuhkan banyak bimbingan dari orang-orang sekitar. Karena itulah, bantu bos Anda dengan mendiskusikan beberapa proyek yang masih berjalan atau yang tertunda. Juga, berikan informasi tentang pekerjaan-pekerjaan yang memasuki masa tenggat awaktu (deadline).
Fleksibel
Bos baru biasanya memiliki idenya sendiri untuk menjalankan departemen yang dipimpinnya. Anda tentu harus siap jika ide dan aturannya ini bertentangan dengan ide atau aturan Anda. Cobalah untuk tetap berpikiran terbuka, dan coba cari cara untuk melakukan pendekatan-pendekatan lain agar hal tersebut tidak mengganggu kepentingan masing-masing.
Selalu siap sedia
Dalam bulan-bulan pertama, bos baru umumnya membutuhkan karyawan yang cepat dan tanggap dalam membantunya. Karena itu, tawarkanlah bantuan Anda. Pastikan ia mengetahui semua keahlian kerja Anda. Meski begitu, jangan terlalu memaksakan diri atau ingin tampil sendiri. Ini bisa menjadi pandangan negatif bagi rekan kerja yang lain, bahkan juga bos baru Anda.
Sabar
Pada bulan-bulan pertama jabatannya, bos baru biasanya ingin sekali memastikan bahwa pekerjaan sudah sempurna dan tak ada hal kecil yang terlewatkan. Jadi, jika ia selalu menuntut Anda untuk membuat laporan sesering mungkin tentang proyek yang sedang dikerjakan, turuti saja kemauannya. Hal ini bukan berarti ia tidak mempercayai Anda, tapi hanya karena sebagai bos baru ia ingin mendapatkan kepastian bahwa semua berjalan di jalur yang benar dan ia bisa bernapas lega.
Perhatikan cara dan gayanya
Perhatikan cara kerja bos baru Anda. Apakah ia termasuk orang yang mengendalikan atau melepas karyawannya? Bagaimana dengan gaya berkomunikasinya? Pertanyaan-pertanyaan ini tentu saja membutuhkan pengamatan yang cukup lama hingga tak bisa langsung terjawab. Namun, jika Anda sudah mendapatkan jawabannya, maka Anda akan lebih mudah untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengannya. (nsa)