BLACK are always right no matter what...Yongki Budisutisna mengagungkan keajaiban hitam dalam rancangannya yang siap dipamerkan pada trend show IPMI 2010 sore ini.
Rona hitam di era perekonomian tak menentu menjadi acuan kekuatan dalam menunjukkan fashion statement terkini. Trend timeless dengan sentuhan artistik jadi satu kesatuan hingga busana bisa berbicara. Demikian Yongki memaknai keajaiban warna hitam.
Garis desain "Magical Black" merupakan pengejawantahan dari little black dress-busana wajib kaum hawa; menciptakan busana timeless dengan garis konstruksi klasik. Bagi pengoleksi busana, warna hitam bisa menjadi investasi jangka panjang.
Yongki membuat koleksi busana ragam rona hitam yang tak lekang oleh waktu laiknya silver, gold, merah, bahkan copper/tembaga.
Siluet A-line klasik bersisian H-line nan klasik serta coat sebagai aksen androgyn, disertai elemen flowing menjadi penyeimbang garis keras dan meminimalkan nuansa suram hingga kesan glamor tetap terasa. Sementara aksen bebatuan dan aplikasi lace disertai kilau metalik jadi sentra detil atensi, paduan yang memberikan nuansa magical black nan sensual.
Padu padan ragam detil aplikasi lace memberikan nuansa feminin dan maskulin androgyn sekaligus memperkuat rona hitam hingga aroma magis nampak nyata. Motif menjadi salah satu elemen penunjang rancangan Yongki beserta feather yang bermain cantik tanpa terasa monoton.
Bahan satin silk, chiffon silk, tule, suede, lycra menjadi kekuatan yang berpadu padan menunjang garis konstruksi desain feminin sekaligus beraroma maskulin.
Ungkapan "little black dress" bisa berkembang sesuai tuntutan era dan tetap bertahan sampai waktu berlalu. Investasi tak lekang oleh waktu berkat keajaiban hitam.
Yongki siap menampilkan rancangannya di trend show IPMI 2010 pada 4 Desember 2009 pukul 17.00-18.30 WIB di Mutiara Ballroom, Gran Melia Hotel, Jakarta. Di tanggal dan tempat yang sama juga akan dilangsungkan "FASHION RENDEZVOUS Show", merayakan 25 tahun IPMI pada pukul 20.00-21.30 WIB. (ftr)