Getting Time...

25 Tahun IPMI di Mata Sjamsidar Isa

Fitri Yulianti - Okezone
Sabtu, 5 Desember 2009 14:08 wib
detail berita
Sjamsidar Isa (baju merah) bersama 26 perancang IPMI (Foto: Tuty Ocktaviany)

USIA Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) sudah 25 tahun. Segala gebrakan dan ide-ide segar dipersembahkan demi kemajuan industri fesyen Indonesia. Selama itu pula Sjamsidar Isa memimpin IPMI dengan tangan dinginnya.

Cerita 25 tahun perjalanan IPMI tersimpan apik dalam "buku" kenangan Dipl Des Sjamsidar Isa selaku Presiden IPMI sejak pendiriannya pada Desember 1984. IPMI yang usai penjajahan Belanda dulu sempat diberi nama Ikatan Perancang Busana Madya Indonesia (IPBMI) karyanya sangat diperhitungkan para pemerhati fesyen.

Setiap masa berganti, maka bentuk perjuangan pun berbeda. Dulu, di awal pendiriannya, IPMI terseok-seok kala harus mengangkat profesi desainer.

Dikatakan Syamsidar, desainer bukan sekadar mereka yang bisa merancang baju. Lebih dalam, desainer punya tanggung jawab membuat koleksi hingga memberikan arahan tren.

"Kita harus meluruskan ke media massa, siapa yang berkah disebut desainer dan yang bukan desainer," katanya saat ditemui di Gran Melia, Jakarta, baru-baru ini.

Nyatanya, memang tak semua perancang IPMI berlatarbelakang sekolah mode. Sebab, banyak pula yang belajar sendiri alias otodidak.

"Makanya, sulit menyamakan level mereka. Sehingga perlu adanya penganyoman agar levelnya hampir sama," tukasnya.
(tty)

Beri komentar