IKATAN Perancang Mode Indonesia (IPMI) cukup berhasil mengantarkan anggotanya menjadi perancang sukses. Namun, Presiden IPMI Sjamsidar Isa mengaku ada satu perjuangan IPMI yang belum selesai ditunaikan, yakni memeroleh dukungan dari bank.
Menurutnya, hingga kini hampir tidak ada desainer yang mendapatkan kredit dari bank. Padahal, desainer termasuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang juga butuh sokongan dana.
"Kami mendukung pemerintah, iya. Tapi sampai saat ini, kami belum dapat dukungan mereka. Misalnya, dalam hal pembinaan pengrajin. Kami tahu pemerintah banyak pekerjaan, karenanya kami bekerja sendiri," kata Sjamsidar di Hotel Gran Melia, Jakarta, belum lama ini.
Wanita ramah ini cerita, tahun ini memang banyak perancang IPMI yang sibuk melakukan pembinaan pengrajin daerah. Potensi yang besar ini diharapkan bisa ditingkatkan kualitasnya, hingga bisa menjawab keinginan pasar internasional. Contohnya desainer Sebastian Gunawan dan Carmanita yang sedang aktif membina pengrajin kain di Jambi.
Sjamsidar kembali menegaskan, fesyen dalam negeri merupakan industri yang potensial. Sebab, orang Indonesia sangar kreatif dan Indonesia punya ragam budaya sebagai sumber inspirasi perancang.
"Banyak yang menganggap desainer sebagai tole (alat). Padahal, mereka bisa dirangkul bersama-sama untuk saling menguntungkan. Di masa depan, saya berharap bisa bicara dengan pihak bank karena kami butuh kemitraan untuk mempercepat pertumbuhan idustri kreatif. Ini menjadi peer bersama," tutup wanita 64 tahun ini.
(tty)