Fenomena Operasi Plastik

|

Chaerunnisa - Okezone

Seorang wanita tengah melakoni facelift (Foto: Daily Mail)

Fenomena Operasi Plastik
OPERASI plastik tengah marak digandrungi di berbagai belahan dunia. Namun, tindakan yang dilakukan untuk memperindah dan memperbaiki beberapa bagian tubuh tertentu, terutama bagian wajah itu tak lepas dari risiko.

Untuk memperbaiki kelopak mata atas dan bawah serta alis, membentuk pipi, dagu, dan hidung, face lift, neck lift, membuang tato, tummy tuck, liposuction atau sedot lemak, hingga memperbesar maupun mengecilkan payudara, maka operasi plastik merupakan langkah paling jitu.

Meski begitu, prosedur bedah plastik memang belum tentu menuai hasil sesuai keinginan. Tapi, banyak selebriti yang ketagihan melakukan prosedur ini. Akibatnya, bukannya makin cantik atau tampan, hasil operasi plastik malah bisa bikin wajah atau tubuh mereka menyeramkan. Bahkan, bukan tak mungkin merenggut nyawa, seperti yang dialami mantan Miss Argentina Solange Magnano.

"Selama prosedurnya dilakukan baik, sebenarnya tidak perlu takut melakukan bedah plastik. Karena semua tindakan berisiko, tapi harus menjalani prosedurnya terlebih dahulu," ungkap Dr Deby Susanti Vinski, selaku Presiden Perfect Beauty Aesthetics & Anti-Aging Medicine saat berbincang dengan okezone melalui telepon selulernya, Kamis (10/12/2009).

Nah, untuk Anda yang ingin mengetahui prosedur terbaik agar aman melakoni operasi plastik, Dr Deby memaparkannya.

Katanya, untuk meminimalkan risiko dari operasi plastik, maka para pasien harus mengikuti prosedur yang berlaku. Salah satunya, berbadan sehat.

"Biar tidak menggadaikan nyawa, semua prosedur apapun pasti akan ada risiko. Sebab semua tindakan ada risikonya, apalagi prosedur bedah. Kalau di kita, ada prosedur yang harus dilewati. Ada dokter bedah plastik dan harus ada konsultasi tanya jawab mengenai tujuan bedah plastik, untuk apa melakukannya, melihat pasien secara umum, lifestyle pasien, obat-obatan yang dikonsumsi. Bahkan kalau pasien merokok, harus berhenti dulu," jelas Dr Deby.

Tak sebatas itu saja, lanjutnya, para pasien juga harus melakukan prosedur lain, yaitu menjalani pemeriksaan darah, pemeriksaaan pembekuan darah, EKG, foto untuk paru.

"Semua prosedur ini harus dilakukan karena bisa ada penyakit yang berkembang. Bedah plastik bukan operasi emergency, harus disiapkan minimal satu sampai dua pekan sebelumnya dan satu sampai dua kali konsultasi dengan dokter. Jadi saat mau operasi plastik lagi, harus melakukan pemeriksaan kembali," saran konsultan perawatan tubuh di lifestyle.okezone.com ini.

Lamanya prosedur bedah plastik disesuaikan dengan jenis operasi yang akan dilakukan. Meski begitu, umumnya berdasarkan prosedural, operasi plastik jenis apapun harus diberi dengan anestesi.

"Semakin lama operasi plastik atau tidak, memerlukan anestesi dan tidak. Pada operasi-operasi bokong, payudara, membutuhkan waktu yang cukup lama dan diberi anestesi umum. Kalau lokal, hanya dianestesi di tempat yang akan dioperasi. Dan biasanya yang ada anestesi umum harus dilakukan di rumah sakit yang ada ambulance-nya," ucap wanita fashionable ini.

Maraknya orang yang melakoni bedah plastik dengan bujet yang murah turut menjadi perhatian Dr Deby. Bagi wanita ramah ini, operasi plastik berkualitas dengan bujet yang relatif mahal dapat menjamin hasil terbaik.

"Untuk mencari sesuatu yang berkualitas, sebaiknya lihat prosedur yang aman dan kualitas yang baik. Suatu tindakan bedah plastik yang bermutu tidak terlalu murah. untuk operasi mata saja berkisar Rp15-Rp20 juta. Sementara untuk operasi payudara berkisar antara Rp35-Rp50 juta," pungkasnya. (nsa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Begini Cara Pedangdut Seksi Kencangkan Otot Payudara