Getting Time...

Kreatif Rancang Taman Bertema

Koran SI - Koran SI
Sabtu, 26 Desember 2009 11:25 wib
detail berita
Foto: Ist.

HUNIAN dapat dikatakan ”hidup” jika ada taman di sekitarnya. Tak hanya di luar, di dalam rumah pun taman kerap ada. Peletakannya bergantung selera pemilik rumah.
 
Banyak cara bisa diterapkan untuk memperindah taman di rumah Anda. Salah satunya, mengaplikasikan taman dengan tema tertentu. Seperti kita tahu, ada beberapa jenis konsep atau tema taman, antara lain taman Eropa, taman Jepang, taman tropis, dan taman tradisional Indonesia, di antaranya taman Bali dan taman Jawa.
 
Menurut arsitek lansekap Andrew Sucrandra HW, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan agar Anda dapat menerapkan taman berkonsep pada area rumah.
 
Yang utama adalah tema rumah itu sendiri, karena rumah dan taman adalah dua unsur yang saling mendukung. Misalnya jika rumah Anda berkonsep etnik, tentu taman yang cocok digunakan adalah taman tradisional. Lalu langkah yang kedua, pilih jenis taman yang sifatnya bisa memperbaiki keadaan lingkungan supaya lebih alami. Sebab, fungsi taman selain memperindah rumah, seharusnya juga mampu memberi penyerapan udara yang alami.
 
Arsitek lansekap Hendro Sumartono menambahkan, selain dua hal tersebut, yang juga harus diperhatikan adalah lingkungan. Pasalnya, lingkungan memberi peranan besar terhadap perkembangan taman. Selanjutnya, luas lahan cukup berpengaruh untuk membentuk taman, karena salah-salah konsep yang diterapkan jadi kurang cocok gara-gara lahan terlalu sempit.
 
”Biasanya lahan luas cocok menerapkan taman bertema, seperti Mediterania, Jepang, Amerika, dan Prancis. Sedangkan untuk lahan sempit, yang cocok adalah taman konsep minimalis,”  tandas Hendro.
 
Hal terakhir yang harus diperhatikan yakni kegiatan orang di rumah itu. Dalam arti, pemilik rumah sanggup atau tidak merawat taman tersebut.
 
Walaupun taman bertema menggunakan konsep yang berbeda-beda, secara keseluruhan taman memiliki unsur pelengkap yang hampir sama, misalnya penggunaan patung, air mancur, pot, dan bangku taman.
 
Karakteristik di Luar Negeri
 
Keindahan yang begitu memanjakan mata membuat banyak pemilik rumah berlomba menghias huniannya dengan taman berkonsep. Salah satu konsep yang bisa diterapkan adalah taman bertema luar negeri.
 
Taman bertema luar negeri memiliki ciri menampilkan karakteristik negara tertentu. Misalkan taman Jepang. Jenis taman yang sudah dikenal di kalangan masyarakat kita ini kerap digambarkan sebagai rangkuman sejarah masa lalu negeri matahari terbit, di mana pada abad pertengahan di Jepang sering terjadi perpecahan antarsuku.
 
Konon, untuk menghindari hal tersebut, pimpinan dari masing-masing suku membuat satu tempat berlindung yang dapat melindungi mereka dari serangan musuh. Untuk lebih mengamankan lokasi tersebut, lantas dibuatlah taman sederhana yang mengedepankan unsur-unsur alam.
 
Walaupun kepopuleran taman Jepang saat ini semakin menurun, keeksotisannya masih menggoda. Tak ayal, beberapa kalangan tetap tertarik menerapkan konsep taman ini untuk mempermanis hunian mereka.
 
Menurut Hendro Sumartono, karakteristik yang dimunculkan pada jenis taman ini amat mudah dikenali. Umumnya, taman Jepang suka mengaplikasikan lampu toro. Selain itu, taman yang menjadi tren era 1990-an ini juga lazim menggunakan rumput-rumput halus, pola taman tidak bersudut, serta selalu menerapkan tiga unsur alam: air, batu,dan pohon.
 
Merawat taman Jepang susah-susah gampang, karena jenis taman ini membutuhkan perawat oleh orang yang waktunya lebih banyak dihabiskan di rumah. Jadi, Anda yang supersibuk dianjurkan tidak membuat taman ini.
 
”Untuk merawatnya dibutuhkan pemangkasan rumput liar sebulan dua kali, dan itu secara harus kontinu. Sedangkan penyiraman dilakukan sehari dua kali, yakni pagi dan sore,” kata Hendro.
 
Beralih ke taman Prancis. Taman ini konon merupakan penggambaran kondisi di Prancis pada masa Renaisans. Biasanya, untuk menikmati keindahan taman Prancis dapat dilakukan dari jarak dekat ataupun jauh.
 
”Jenis taman ini memiliki bentuk pola yang geometris. Pohon yang bisa digunakan adalah cemara yang dibuat berhadapan di sebelah kiri dan kanan,” terang Hendro.
 
Adapun taman Inggris kerap disebut taman Eropa. Taman ini mempunyai pola yang hampir sama dengan taman Prancis, yaitu mengusung pola geometris. Taman Inggris juga cenderung menonjolkan keindahan ragam bunga.
 
”Namun, penerapannya tetap proporsional antara daun dan bunga. Bunga yang digunakan cenderung berwarna-warni. Begitu pun bentuk dan daunnya, amat beragam,” papar Hendro.
 
Taman ini konon merupakan warisan dari leluhur bangsa Inggris dan kerap dibuat di tanah bekas jajahan mereka. Di Indonesia, konsep taman Inggris bisa dilihat di Kebun Raya Bogor. Hanya, karakteristik taman di Kebun Raya Bogor memiliki sedikit perbedaan dengan karakteristik asli taman Inggris.
 
Anda yang ingin menerapkan taman Inggris di rumah, sebaiknya siapkan bujet agak besar mengingat jenis tanaman yang dipakai cukup beragam, dan mungkin cara perawatannya akan sedikit berbeda antara satu tanaman dan tanaman yang lain.
 
Ada lagi taman Mediterania. Taman ini termasuk mudah perawatannya, karena jenis pohon yang ditanam di sini umumnya tidak terlalu banyak membutuhkan penyiraman air. Misalnya, sebut Andrew Sucrandra, pohon pakis.
 
Tanaman ini tidak banyak membutuhkan air karena ketebalan daunnya bisa untuk menyimpan air. Andrew menyarankan, kalau ingin menyiram, Anda harus melihat kelembapan tanahnya dulu. Jika masih lembap, Anda dianjurkan tidak menyiramnya karena itu bakal menyebabkan kebusukan pada tanaman.
 
”Jika tanahnya kering, satu minggu sekali Anda cukup menyemprotkan air ke daun dan akarnya pada pagi dan sore hari,” sarannya.
(ftr)

Beri komentar