Getting Time...

Mango Fokuskan Pasar Timur Tengah

Koran SI - Koran SI
Senin, 28 Desember 2009 13:22 wib
detail berita
Koleksi Mango/Ist

BAGI beberapa peritel, berinvestasi di negara konflik mungkin bukan menjadi pilihan bijak, namun Mango rupanya punya pertimbangan lain. Peritel asal Spanyol tersebut justru berpendapat, negara-negara di Timur Tengah yang rawan konflik, justru merupakan target pasar yang besar.

Alasan itu juga yang membuat Mango membuka flagship store di Iran, yang ternyata menjadi keputusan yang tepat, mengingat permintaan akan produk Mango setiap musimnya selalu meningkat. Karenanya, bukan tidak mungkin Mango akan memperluas pasarnya di Timur Tengah dengan membuka rangkaian toko baru di Irak.

“Kendati demikian, kami juga tidak menutup mata bahwa Baghdad memiliki banyak masalah yang menyangkut keamanan,” ujar Isak Halfon, Direktur Ekspansi Mango. Berdasarkan hal itu, lokasi toko Mango pun dipindahkan ke Irbil, di kawasan Kurdish, di utara Irak. “Saya rasa daerah tersebut akan menjadi investasi yang bagus bagi Mango,” sambungnya.

Berbicara mengenai koleksi, Mango di Timur Tengah punya koleksi tersendiri yang tidak dimiliki toko-toko di belahan dunia lain. Halfon mengatakan hal tersebut disesuaikan dengan masyarakat muslim yang mendominasi Timur Tengah.

“Mereka jelas memiliki selera fashion yang berbeda dan kami menyesuaikan dengan hal itu,” sebutnya, menggambarkan koleksi dengan hemline lebih panjang dan potongan yang lebih loose. “Kendati demikian, dari segi penjualan, koleksi yang berpotongan pendek pun memiliki animo positif,” sambung Halfon.
 
Lebih lanjut, Halfon mengatakan toko baru Mango di Irak akan diresmikan pada bulan September dan menambah jaringan toko Mango yang kini telah berjumlah 3000 buah di 92 negara. Dan Halfon mengemukakan, Mango tidak akan berhenti sampai disitu. “Tahun ini, kami berencana melakukan ekspansi di seluruh dunia dan membuka mungkin 120-130 toko,” sambungnya.
 
Namun rencana ambisius tersebut bukan berarti menunjukkan bahwa Mango imun terhadap krisis. Malah, dalam laporan keuangannya, Mango hanya mendapat keuntungan tipis dari 1.33 miliar euro di tahun 2007 menjadi 1.44 miliar euro tahun lalu. Halfon mengatakan keuntungan tipis itu dikarenakan Mango terpukul keras di dua pasar utamanya, Inggris dan Spanyol.
 
“Spanyol adalah pasar terbesar kami, dengan 22 persen kegiatan bisnis kami berlangsung di sana. Sementara Inggris adalah pasar kelima terbesar di Eropa, dan keduanya terpukul cukup keras oleh resesi,” terang Halfon.

“Namun kami beruntung karena Prancis dan Jerman tidak terlalu terpengaruh, kendati penjualan sedikit menurun,” imbuhnya. Tapi, penurunan dan kondisi pasar Inggris yang kurang menguntungkan tidak lantas membuat Mango masuk ke dalam tempurung. Malah brand yang kini dibintangi oleh Scarlett Johansson tersebut berencana membuka lima outlet baru di Inggris dan Irlandia, yang akan berlokasi di Sheffield, Guildford, Edinburgh, Belfast, dan London.
(tty)

Beri komentar