SAAT seseorang memakai gaun yang terlihat vulgar, tentu dirinya akan menjadi pusat perhatian. Namun, Roberto Cavalli yang terkenal dengan rancangan animal prints dan busana seksi tidak percaya dengan gaun yang vulgar.
Desainer asal Italia itu menegaskan, jika gaun yang dikenakan terlihat buruk, itu karena cara orang yang memakainya, bukan karena rancangannya. Demikian seperti okezone lansir dari Femalefirst, Rabu (6/1/2010).
Pemilik lini sekunder Just Cavalli itu mengatakan, "Saya kira tidak ada gaun yang vulgar, hanya cara orang yang memakainya vulgar."
Roberto Cavalli juga mengaku dirinya tengah menggandrungi garis rancangan yang lebih "minimalis" daripada koleksi sebelumnya.
"Selama autumn/winter lalu, saya ingin lini yang bersih dan proporsional. Sehingga bisa bereksperimen dengan gaya Cavalli yang menerapkan konsep busana lebih minimalis, tapi tetap feminin, sensual, dan elegan. Sehingga merasa selalu mencirikan mode," paparnya.
Bahkan, desainer yang telah meluncurkan kartu kredit khusus bagi para partygoers itu mengungkapkan, dirinya tengah mengusung visi baru untuk lini rancangannya.
"Aku sudah mencari sensualitas yang lebih halus, sesuatu yang tidak membuat sensasi. Dengan visi baru yang berbau romantisme, pedesaan, puitis. Semacam nyanyian untuk hidup yang lebih sederhana," tuturnya.
Tak hanya itu saja, desainer yang telah bekerja dengan selebriti ternama seperti Victoria Beckham dan Beyonce itu mengatakan alasan di balik kegemarannya merancang pakaian wanita.
"Aku memuja tubuh wanita, tetapi lebih suka bila tidak terlihat dengan cara yang berlebihan. Namun secara intuitif dan penuh kehati-hatian," akunya kepada majalah Inggris Hello!.
Cavalli juga percaya jika pakaian dapat "mengubah kehidupan wanita" jadi lebih penting. Karena itu, Cavalli percaya bahwa busana dapat mendongkrak sesualitas seorang wanita.
(nsa)